Apa itu HPV, Pap Smear dan Penyakit Kutil Kelamin?

Sumber: Angel Voice Indonesia dan Siloam MRCCC

Diperkirakan 8 dari 10 wanita akan terinfeksi Human Papillomavirus, atau biasa disebut HPV, sepanjang hidup mereka. Biasanya, virus itu akan hilang dengan sendirinya, tapi ketika hal itu tidak terjadi, beberapa jenis kanker dan penyakit tertentu dapat berkembang. Tidak ada cara untuk mengetahui siapa yang akan terinfeksi atau bersih dari virus tersebut.

Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vulva dan kanker vagina. Tipe lainnya dapat menyebabkan kutil kelamin. Paling sedikit ada 4 tipe HPV yang diketahui sebagai penyebab penyakit HPV yang sering pada wanita.

HPV dapat menginfeksi siapapun yang aktif secara seksual, wanita maupun pria. Risiko terbesar dialami remaja dan mereka yang berusia 20-an tahun, saat tubuh masih aktif berkembang. Apapun jenis kontak seksual yang dilakukan dapat menyebabkan penularan virus tersebut- tanpa harus lewat hubungan badan.Kondompin tidak sepenuhnya dapat melindungi kita dari HPV.

Karena infeksi HPV tidak menimbulkan gejala atau tanda, kita bisa terinfeksi virus ini dan menularkannya bahkan tanpa menyadarinya. Dan karena belum ditemukan cara mendeteksi HPV dalam tubuh seorang pria, maka tidak ada cara untuk mengetahui apakah pasangan kita dapat menularkan virus tersebut.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di serviks-bagian bawah uterus yang menghubungkan rahim dengan vagina

• Kanker serviks adalah kanker penyebab kematian wanita terbesar kedua di dunia setelah kanker payudara.

• 600 wanita di dunia meninggal setiap hari karena kanker serviks

• 20 wanita di Indonesia meninggal setiap hari karena kanker.

Data statistik tentang Genital Warts (kutil kelamin) bisa jadi mengejutkan kita, di bawah ini adalah beberapa statistik tersebut:

• 2 Dari 3 orang akan terinfeksi genital warts setelah kontak seksual dengan seeorang yang telah terinfeksi sebelumnya.

• Jumlah wanita yang terinfeksi genital warts terus bertambah setiap tahun

Genital warts bukan penyakit yang mengancam kehidupan, tetapi dapat mengganggu hidup. Penyakit yang bentuk dan warnanya seperti gumpalan daginh bisa bertumbuh semakin besar ataupun tetap rata (Tidak membesar). Jumlahnya bisa satu atau banyak, ukurannya bisa besar ataupun kecil.

Pengobatannya cukup menyakitkan dan melibatkan tindakan memotong, membekukan, atau membakar kutil tersebut. Bahkan setelah diobati, kutil bisa kembali tumbuh kapan saja. Dalam 25% kasus, genital warts kembali dalam 3 bulan karena virus HPV masih ada dalam tubuh penderita.

Jika anda adalah wanita yang sudah aktif secara seksual, anda dapat melakukan tes pap smear sebagai langkah pencegahan terhadap kanker serviks. Tes ini bermanfaat untuk mendeteksi keberadaan sel tidak normal di permukaan serviks Anda sebelum sel itu berkembang menjadi pre kanker atau kanker.

Lebih baik lagi jika kita bisa mengunjungi dokter untuk mengetahui bagaimana agar kita terhindar dari infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks dan penyakit HPV lainnya.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s