PENTING! Wajib lakukan Pap-Smear

Sumber: CISC (Cancer Information and Support Center Indonesia) dan YKI (Yayasan Kanker Indonesia)

PAPANIKOLAOU test atau Pap-smear adalah metode screening ginekologi yang ditemukan oleh Georgios Papanikolau. Tes ini merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) menggunakan alat bernama speculum dan dilakukan oleh bidan ataupun ahli kandungan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab kanker leher rahim. Setiap wanita yang telah aktif secara seksual, penting melakukan pap smear karena aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks.

Pengidap kanker serviks saat ini bukan hanya perempuan yang sudah berumur, tetapi juga para perempuan muda. Bahkan penderita kanker serviks di kalangan perempuan muda telah berlipat ganda antara tahun 1992 dan 2006. Pemeriksaan sel serviks (leher rahim) atau pap smear harus dimengerti sebagai check up rutin berkala pada area reproduksi perempuan.

Untuk itu perlu dikenali gejala-gejala berikut yang mengharuskan perempuan segera menjalani pap smear: 

  • Keputihan yang cenderung berwarna kuning kehijauan, berbau, dan gatal.
  • Pendarahan sesudah berhubungan seksual.
  • Pendarahan di antara siklus menstruasi.
  • Menstruasi tak kunjung datang, namun Anda tidak hamil.
  • Muncul rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Pap-smear memang hanya merupakan metode screening yang fungsinya menapis. Walaupun demikian, Pap-smear mampu mendeteksi lebih dari 90% kanker leher rahim tahap awal yang masih bisa disembuhkan. Pap-smear dianjurkan dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Spekulum yang digunakan dalam pemeriksaan dalam ini berfungsi untuk membuka liang vagina. Sesudah terbuka, akan diambil cairan leher rahim menggunakan alat yang disebut spatula dan suatu sikat kecil yang halus.

Cairan dari serviks kemudian dioleskan pada gelas objek dan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan yang membutuhkan waktu 3-7 hari hingga “dibaca” oleh seorang ahli patologi. Dari hasil pemeriksaan, bisa diketahui apakah sel-sel leher rahim yang tampak itu normal atau sudah menunjukkan tanda-tanda tidak normal.

Nah, jika ternyata terdapat sel tidak normal, apakah itu positif kanker serviks ?

Jawabannya “tidak” karena dari 80% sel yang tidak normal, belum tentu kanker. Bisa jadi,ketidak normalan itu disebabkan oleh virus yang terinfeksi atau peradangan sebab lain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil-hasil pemeriksaan akurat :

  1. Tidak boleh sedang haid atau ada perdarahan.Jika ingin melakukan Pap-smear, sebaiknya tiga hari sesudah haid selesai.
  2. Tidak boleh berhubungan seksual walaupun menggunakan kondom sekalipun, minimal tiga hari terhitung 3 x 24 jam.
  3. Tidak boleh memakai cairan pembersih vagina, sabun sirih, atau antiseptic sejenisnya yang dimasukkan ke dalam vagina (bila sekadar untuk membersihkan daerah bagian luar vagina atau untuk membasuh diperbolehkan).
  4. Tidak sedang hamil. Pap-smear sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan. Pada masa ini, umumnya darah nifas atau cairan pada masa nifas sudah tidak ada. Ibu juga lebih siap untuk melakukan pemeriksaan dalam.

Untuk masalah kriteria usia, mayoritas wanita yang berusia 30 tahun tidak perlu menjalani tes untuk HPV, karena penyakit infeksi menular seksual termasuk penyakit yang umum pada kalangan di bawah usia ini. Umumnya, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya tanpa meningkatkan risiko kanker.

Pap smear pun tidak membutuhkan biaya mahal. Berbagai Rumah Sakit di Indonesia menyediakan layanan ini dengan biaya sebesar Rp 50.000 – 150.000 dan Rp 15.000 untuk konsultasi di YKI. Anda tidak perlu menunggu ada pengumuman mengenai pap smear gratis atau berbiaya murah untuk dapat menjalani pemeriksaan ini. Semua rumah sakit menyediakan layanan pap smear melalui dokter kandungan. Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal pun sudah menyediakan layanan ini dengan alat yang sesuai standar WHO. Para bidan sudah terlatih melalui program pelatihan pap smear inisiasi dari YKI.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada penghujung tahun 2012.

About these ads

16 comments on “PENTING! Wajib lakukan Pap-Smear

  1. Saya berumur 31 thn.seorang istri dan blm pny anak.thn ini adalah thn ke 3 saya menjalani pap smear.2 thn seblmnya dinyatakan baik2 saja alias sehat.tp thn ini saat mau test,tanpa sadar saya memakai sabun pembersih kewanitaan.pdhl 2 thn seblmnya gak pakai menjelang test.stelah test dilakukan.sesampainya di rumah keluar bercak darah dan gumpalan berwarna putih,walaupun sedikit.hasil test 1 minggu kemudian keluar.saat saya nulis ini blm saatnya ambil hasilnya.pertanyaan saya apakah itu krn cairan pembersih,atau krn inveksi?seblm hasil keluar saya ingin tau jawabannya dok,agar saya tegar nantinya.terima kasih atas jawabannya.

  2. Hari minggu lalu sy melakukan papsmear, ini adalah kali pertama sy melakukannya. Akan tetapi mulai Senin sampai sekarang, sy merasa mengalami keputihan. Walaupun hanya lendir bening, tetapi keluarnya deras sekali dan banyak. Apakah itu salah satu efek dari papsmesr? Bernahayakah?

    • Terima kasih atas perhatian bu sulis

      Sebenarnya tidak ada efek samping papsmear, bahkan lendir (smear) yang dipulas akan bermanfaat sekaligus untuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan juga bila ada lendir keputihan bisa diketahui apakah itu merupakan infeksi jamur candida albicans atau penyebab lainnya trichomones.

      Saran agar konsultasi dengan dokter yang telah melakukan pemeriksaan papsmear Anda.

      Semoga informasi sedikit ini bisa bermanfaat dan bisa disebarkan kepada orang terdekat Anda.

  3. saya ibu rumah tangga usia 31tahun dan mempunyai anak 1 berusia 10tahun.sejak 40hari anakku lahir aku memakai kb suntik yang 3bulan sekali selama 5tahun.dan selama 5tahun juga saya lepas kb. karena ingin memiliki anak.tapi masalahnya 2tahun belakangan ini mensku tidak lancar sampai ada dalam satu bulan terus2 mens.karena ketakutan suamikiu menyarankan periksa ke dokter.dokter menyarankan saya untuk papsmear.apakah itu bagus ya buat saya.karena saya tidak mengerti dan kenapa harus papsmear.mohon sarannya.

    • Terima kasih atas perhatian ibu Reta Sabita

      Sebaiknya ibu konsultasi dengan dokter ahli kandungan, memang selalu dianjurkan agar wanita yang telah melahirkan anak agar melakukan test pap smear berkala setidaknya setahun sekali sebagai langkah deteksi dini kanker serviks/ ovarium dan untuk upaya pencegahan dini.

      Pap smear dianjurkan bagi wanita yang telah menikah. Perlu juga diketahui apakah ibu telah menjalani vaksinasi pencegahan HPV?
      Setelah pap smear harap bawa hasilnya kedokter untuk kansultasi lebih lanjut.

      Demikina jawaban singkat dari kami, semoga bermanfaat
      Salam sehat Indonesiaku

  4. saya berusia 27 tahun, belum menikah tapi aktif berhubungan seksual. Saya ingin melakukan papsmear untuk melakukan pencegahan kanker serviks. Saya datang ke YKI Menteng, tapi ditolak oleh petugas administrasi dengan alasan belum menikah. Apakah memang begitu peraturannya?

    • Terima kasih atas perhatian Kristy

      Papsmear bisa dilakukan juga di beberapa rumah sakit di Jakarta karena hal ini bermanfaat untuk deteksi dini kanker.
      Bila Anda belum menikah dan telah melakukan sex aktif bisa diperksa tes IMS (impeksi menular sexual) di puskuesmas terdekat
      Semoga info ini bermanfaat

      Salam Sehat Indonesiaku

  5. saya uul 27 tahun, sudah menikah 3 bulan yang. dengan siklus haid yg tdk pernah teratur (1 kali dalam 6 bulan) dari gadis sampai sekarang. dan sekarang sudah lebih dr 6 bulan haid saya tidak datang. saya periksa kehamilan hasilnya negatif. yg ingin saya tanyakan pas terakhir saya coitus dg suami saya dijumpai pendarahan setelah berhubungan, saya dan suami khawatir apakah itu bisa jd krn waktunya saya ntuk menstruasi atau suatu penyakit. tp menstruasi saya sudah lama tidak jg datang2. pertanda apa kemungkinan dok? terimakasih sebelumnya dok

    • Terima Kasih atas perhatian Bu UUL

      Biasanya segala demikian dikarenakan adanya gangguan hormonal dan perlu diobati, Disarankan segera konsultasikan kepada dokter ahli kebidanan (Specialist Obsgyn) atau dokter bergelar SpOG biasanya praktek di rumah sakit umum atau RS khusus Ibu dan Anak.

      Bila ibu memberitahukan lokasi tempat tinggal kami dapat memberikan RS terdekat yang memiliki dokter ahli tersebut

      Salam Sehat Indonesiaku

  6. Sy stevi 26 th,saya ibu rmh tangga 1 anak usia anak saya 2,5th.saya tidak menggunakan KB,hanya menggunakan alat kontrasepsi(kondom)pd saat berhubungan,tapi terkadang slsai berhubungan timbul iritasi seperti kemerahan dan gatal,d bagian vagina,apakah saya sensitif terhadap alat kontrasepsi tersebut,dan setelah itu juga pasti keputihan(gatal dan sangat mengganggu)apakah saya Perlu melakukan papsmear?

  7. saya berumur 25 thn,saya pernah melakukan papsmear sekali karena sering keputihan dusertai gatal2 dan setelah dilakukan test hasilnya tdk mngkhawatirkan..kata bidan saya disuruh balik tapi tiap tanggal kontrol saya datang bulan dan akhirnya saya urungkan kontrolnya..karena saya pikir udah enakan,tapi setahun kemudian kambuh lagi..apa itu menandakan keputihan tidak bisa dicegah tanpa papsmear..????t

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s