Tips Pencegahan Masalah Prostat

Sumber: Professor Chia Sing Joo – Tan Tock Seng Hospital & Cure Media

Kanker Prostat adalah suatu tumor jahat yang terdiri dari sel-sel kelenjar prostat. Penyakit ini menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada laki-laki setelah kanker paru-paru.

Bagaimana Mengurangi Resikonya?

Menurut Prof. Chia Sing Joo, menjaga keseharan dan memonitor perubahan kondisi fisik di usia tua merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko pembesaran prostat.

Hal ini umumnya lewat diperhatikan hingga banyak pasien yang baru berkonsultasi setelah kasusnya lanjut, tidak bisa kencing sama sekali atau mengalami komplikasi parah. Kebanyakan mereka mengaku baru mengetahui setelah ada keluhan. Pengetahuan tentang prostat dan kesehatan umumnya memang sangat minim ditambah keterbatasan ekonomi. Sebaliknya, mereka yang memiliki informasi cukup dan siap secara materi cenderung datang lebih awal, tambahnya.

Sementara DR. Akmal menambahkan, selain pemeriksaan dini, pencegahan yang paling efektif dan layak dilakukan sebelun tahu pasti adanya gangguan prostat adalah mengurangi atau menghindari makanan berkolesterol. Dia juga menjelaskan, bahwa selama belum benar-benar terdeteksi adanya gangguan prostat, pasien tidak dibenarkan mengonsumsi obat apapun. Pengontrolan teratur dan selalu awas dengan keadaan kesehatan diri sendiri serta komunikasi terbuka dengan dokter adalah hal yang sangat dianjurkan untuk mencegah dan mengurangi resiko terkena gangguan prostat.

Bagaimana Penanganannya / Pengobatannya

Prof. Chia menjelaskan bahwa, pengobatan yang dilakukan akan tergantung dari problem yang dialami. Apabila masalah itu disebabkan oleh infeksi (prostatitis) maka pengobatan yang dilakukan cukup dengan memberikan antibiotik.

Apabila masalahnya adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), maka langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengontrol gejala yang disebabkan akibat pembesaran prostat ini. Caranya dapat melalui medikasi (baik dengan alpha blocker atau 5 alpha reductase). Terapi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) biasanya juga melalui tahapan observasi atau watchful waiting hingga bedah konvensional dan terapi minimal invasive. Watchful waiting ditujukan bagi penderita dengan keluhan ringan. Tindakan yang dilakukan adalah observasi tanpa pengobatan.

Biasanya penderita gangguan prostat ringan disarankan untuk mengurangi minum setelah makan malam agar menghindari nokturia (berkemih di malam hari). Juga menghindari obat-obatan para simpatolitik (menghambat fungsi simpatik), misalnya dekongestan, mengurangi kopi, dan alcohol agar tidak sering buang air kecil.Apabila prostat sudah menjadi parah maka pengobatan yang dianjurkan adalah pengobatan dengan tindakan operasi (atau disebut juga TURP)

Dalam kasus kanker prostat, Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan. Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya.

Pada stadium awal bisa disunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran. Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosterone melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.

Cara termudah untuk dokter mendeteksi penyakit kanker prostat adalah dengan digital rectal examination. Digital rectal examination adalah pemeriksaan dengan memasukkan jari yang dibungkus sarung tangan ke dalam rectum untuk merasakan adanya perbesaran prostat. Setelah itu dilakukan tes darah untuk mencari kenaikan beberapa zat kimia dalam darah. Baru kemudian dilakukan tes yang lebih canggih seperti pemindaian ultrasound dan sinar x.

Jika dideteksi secara dini, peluang hidup penderita kanker prostat menjadi lebih tinggi. Sebab teknik bedah modern yang dikombinasikan dengan obat-obatan mutakhir bisa menyelamatkan hidup pasien. Bahkan juga menyelamatkan kehidupan seksual pasien kanker prostat.

Berikut ini beberapa tips untuk mengurangi risiko masalah prostat, antara lain :

  • Mengurangi makanan kaya lemak hewan
  • Meningkatkan makanan kaya lycopene (dalam tomat), selenium (dalam makanan laut), vitamin E, isoflavonoid (dalam produk kedelai)
  • Makan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran sehari
  • Berolah raga secara rutin
  • Pertahankan berat badan ideal.

Kapan Prostat Menjadi Masalah

1. Infeksi (prostatitis), Reaksi inflamasi pada kelenjar prostate yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun non bakteri atau biasa juga disebut peradangan prostat. Gejalanya adalah nyeri di selangkangan, daerah antara penis dan anus serta punggung bagian bawah. Infeksi juga menyebabkan demam dan menggigil. Penderita menjadi sering berkemih dan mengalami desakan untuk berkemih. Infeksi bakteri bisa menyebar ke skrotum (kantung zakar) menyebabkan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan,kemerahan dan jika disentuh terasa sangat nyeri, penderita juga mengalami impotensi.

2. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), Istilah medis untuk perbesaran kelenjar prostat. Dibutuhkan waktu setengah abad bagi pria untuk mengalami pembesaran prostat. Sebagian pria dengan usia 50 tahun keatas akan mengalami pembesaran prostat yang lebih dikenal dengan sebutan benign prostate hyperplasia. Gejalanya antara lain sering berkemih terutama di malam hari, keinginan berkemih daatang tiba-tiba, harus memaksakan saat berkemih, perasaan bahwa kandung kemih tidak pernah kosong, nyeri atau rasa terbakar, urin bocor, dan aliran urin lemah.

3. Kanker Prostat, Adalah tumor ganas yang sering berawal di bagian luar prostat. Tumur ini dapat menyebar ke bagian dalam prostat dan melampaui prostat ke bagian tubuh yang lain. Kanker ini biasanya dapat disembuhkan apabila terdeteksi cukup dini, tetapi dapat menyebabkan kematian jika terlambat didiagnosa atau tidak ditangani secara efektif. Gejala umumnya adalah kesulitan buang air kecil pada saat ketoilet. Meski demikian, tidak perlu panic sebab sulit berkemih itu bisa saja merupakan gejala penyakit lain. Belum tentu merupakan gejala kanker prostat. Supaya lebih waspada, perhatikan lebih seksama saat berkemih, apakah anda merasa sakit saat berkemih atau ejakulasi, apakah ada darah di urin atau cairan semen, terasakah rasa nyeri di punggung bawah, pinggul atau paha.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada penghujung tahun 2012.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s