Tips Deteksi Dini Payudara – Sendiri maupun di Rumah Sakit

Sumber: Dr. Sonar Sonny Panigoro Sp.B.Onk,  dokter Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah Onkologi, CISC & Kompas

Di kalangan wanita, kanker payudara didiagnosis sebagai jenis kanker yang paling mengancam jiwa. Hal ini disebabkan karena kebanyakan pasien baru berobat ke dokter saat kankernya sudah stadium lanjut.

Sekitar 60 persen penderita kanker payudara datang dengan kanker stadium lanjut,” ujar Sonar Sonny Panigoro, Direktur Utama RS Kanker Dharmais

Di Eropa atau Amerika, jumlah penderita kanker payudara tidak begitu banyak dibandingkan dengan jumlah penderita kanker jenis lain. Di Negara- Negara tersebut, kesadaran melakukan deteksi dini sudah berkembang baik. Kebanyakan kanker payudara ditemukan pada stadium awal sehingga segera dapat diobati dan disembuhkan. Sementara itu, di Negara kita, kebanyakan kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut, ketika penyembuhan sudah sulit dilakukan.

Padahal, mendeteksi Kanker Payudara stadium dini sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Cukup beberapa menit, sebulan sekali, dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri(Dikenal dengan SADARI)

Kondisi sebelum pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) :

Sebaiknya dilakukan seminggu sesudah menstruasi, ketika payudara dalam kondisi lunak sehingga memudahkan perabaan. Untuk wanita yang sudah memasuki menopause, boleh melakukan kapan saja, asal rutin setiap bulan. Siapkan buku catatan khusus untuk mencatat hasil pemeriksaan, juga kondisi dan perubahan payudara dari waktu kewaktu. Bila perlu, lengkapi dengan gambar ilustrasi untuk memperjelas lokasi kelainan yang ditemukan.

Pemeriksaan lengkap payudara sendiri (SADARI) terbagi menjadi beberapa tahap :

1. Melihat, Lepaskan seluruh pakaian bagian atas. Berdirilah di depan cermin dengan kedua lengan tergantung lepas, di dalam ruangan yang terang. Perhatikan payudara Anda :

  • Apakah bentuk dan ukuran kanan dan kiri simetris ?
  • Apakah bentuknya membesar/mengeras?
  • Apakah arah putingnya lurus kkedepan ? Atau berubah arah?
  • Apakah putingnya tertarik kedalam?
  • Apakah putting/kulitnya ada yang llecet?
  • Apakah kulitnya tampak kemerahan?Kebiruan?Kehitaman?
  • Apakah kulitnya tampak menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk)
  • Apakah permukaan kulitnya mulus, tidak tampak adanya kerutan/cekungan?
  • Ulangi semua pengamatan tersebut dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan dengan kedua tangaaaan di pinggang, dada dibusungkan,lalu kedua siku ditarik ke belakang. Semua pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui adanya tumor yang terletak dekat dengan kulit.

2. Memijat, Dengan kkedua belah tangan, secara lembut pijat payudara dari tepi hingga ke puting. Untuk mengetahui ada tidaknya cairan yang keluar dari putting susu (seharusnya tidak ada, kecuali Anda sedang menyusui).

3. Meraba, Sekarang, berbaringlah diatas tempat tidur untuk memeriksa payudara satudemi satu. Untuk memeriksa payudara kiri, letaakkan bantal tipis di bawah bahu kiri, sementara lengan kiri direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.

Gunakan ketiga buku jari tangan (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) kanan yang saling dirapatkan untuk meraba payudara. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar (seperti membuat lingkaran kecil-kecil), mulai dari tepi payudara hingga keputing susu. Sesudah itu, geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari tepi payudara sampai putting susu. Lakukan terus secara berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan gerakan, Anda boleh menggunakan lotion atau sabun sebagai pelican.

Gerakan memutar boleh juga dilakukan mulai dari putting susu, melingkar semakin lebar kea rah tepi payudara; atau secara vertical ke atas dan ke bawah mulai dari tepi paling kiri hingga ke tepi paling kanan. Yang penting, seluruh area payudara harus tuntas teraba, tak ada yang terlewatkan.

Setelah selesai dengan payudara kiri, pindah posisi bantal dan lengan, lakukan pemeriksaan pada payudara kanan denganmenggunakan ketiga buku jari tangan kiri. Kemudian, ulangi perabaan dalam posisi berdiri. Untuk memudahkan, bisa dilakukan sambil mandi, saat membalur tubuh dengan sabun.

4. Meraba Ketiak, Raba ketiak dan area di sekitar payudara untuk mengetahui adanya benjolan yang disuga suatu anak sebar kanker. Apabila dalam pemeriksaan payudara sendiri ini Anda menemukan suatu kelainan (missal benjolan, sekecil apapun), segera periksakan ke dokter.

Jangan takut dan jangan tunda lagi karena kanker payudara yang ditemukan pada tahap dini dan ditangani secara benar dapat sembuh secara tuntas! Dan ingat bahwa semua benjolan yang ada belum tentu kanker.

Namun perlu diingat bahwa Kanker Payudara yang benjolannya masih di bawah satu sentimeter biasanya belum dapat teraba, sehingga sebaiknya dilakukan cek berkala menggunakan beragam metode dan alat.

Berikut lima deteksi dini kanker menggunakan metode dan peralatan yang banyak dikenal dan tersedia di rumah sakit di Indonesia:

1. Uji Payudara Klinis (UPK), Pemeriksaan intensif oleh dokter profesional untuk mengidentifikasi abnormalitas pada ukuran, bentuk, perubahan kulit atau puting payudara. Perempuan berusia 20 30 tahunan disarankan untuk melakukan UPK setidaknya sekali dalam tiga tahun.

2. Mamografi, Proses scanning dengan menggunakan sinar X-ray skala rendah untuk melihat bagian dalam payudara, sehingga menghasilkan gambar hitam putih pada film yang akan dibaca dan ditafsirkan oleh ahli radiologi. Perempuan berusia diatas 40 tahun, disarankan untuk melakukan mamografi setiap tahun.

3. Breast Ultrasound, Ultrasound menggunakan gelombang suara untuk memindai payudara, yang kemudian diproyeksikan ke layar komputer dalam gambar hitam putih. Sebelum pemindaian, gel dioleskan di kulit payudara dan alat pemindai yang disebut transducer digosokkan ke area payudara yang telah dioleskan gel.

Ultrasound biasanya digunakan sebagai pendamping mamografi, terutama untuk memindai payudara yang memiliki jaringan padat. Dengan mengkombinasikan metode mamografi dan ultrasound tersebut, akurasi lebih tinggi, ujar Luqman.

4. Magnetic Resonance Imaging (MRI), MRI tidak menggunakan sinar x-ray melainkan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang lebih detil. Pada pemeriksaan MRI, pasien akan diberi suntikan gadolinium di daerah lengan untuk mendapatkan detil jaringan payudara lebih jelas.

Perempuan yang memiliki resiko tinggi dan diduga terkena kanker payudara sebaiknya melakukan MRI, terutama apabila pada mammografi dan USG tidak didapatkan kejelasan.

5. 3D Sonomammogram, Selain beberapa metode diatas, terdapat metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci.

Alat ini mampu memberikan hasil berupa gambar payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif dengan uji yang dilakuk an dalam waktu relatif singkat sekitar 15 menit.

Pencitraan yang dihasilkan mencakup sel uruh anatomi koronal payudara yang sebelumnya tidak dapat diberikan oleh metode ultrasonografi konvensional,” kata Rahmi Alfiah Nur Alam, dokter spesialis radiologi.

Dengan demikian, teknologi itu memberikan gambaran yang lebih lengkap atas anatomi dan arsitektur jaringan payudara. Karena itulah, menurut Sonar, yang paling baik adalah gabungan antara Sadari dan pemeriksaan penunjang, seperti mamografi dan USG.

Mamografi yang dikombinasikan dengan pemeriksaan payudara secara klinis saat ini masih menjadi metode pemindaian dan deteksi dini yang sering digunakan. Melakukan mamografi secara rutin telah terbukti meningkatkan jumlah penderita yang didiagnosis dini sehingga angka kesembuhannya pun tinggi.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada penghujung tahun 2012.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s