Tips Merawat Pasien Stroke Di Rumah

Sumber: Media Kawasan

Selamat Pagi Pembaca, Segenap Team Blog Sehat Indonesiaku Mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia dan juga Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Hari ini, Kami akan membahas salah satu penyakit yang sangat sering terjadi di Negara kita tercinta ini.

Stroke? Siapa tak kenal penyakit satu ini.

Yang terbayang pastilah kelumpuhan, kecacatan, kerepotan, kemarahan, kebingungan, kesedihan, dan mungkin masih ada seribu satu kekahwatiran lainnya. Apalagi jika keadaan ini masih berlangsung selepas perawatan di Rumah Sakit, karena perawatan di rumah belum tentu dapat memulihkan keadaan pasien.

Hanya satu kunci yang diperlukan dalam merawat pasien stroke di rumah, yaitu kesabaran yang luar biasa. Mengapa luar biasa? Karena dengan kesabaran yang kadarnya biasa belum tentu bisa memberikan perawatan yang baik.

Perlu dimengerti bahwa penderita stroke sendiri secara emosional mengalami keterpukulan akan keadaan dirinya. Sebelumnya mereka bisa berjalan bahkan berlari, bisa berbicara sampai bernyanyi, bisa makan sendiri sesuka hati, dan kini semua keadaan itu berubah, menjadi tergantung pada orang lain sehingga pada umumnya pasien merasa tidak berguna bahkan mungkin saja sampai depresi.

Hal ini akan memperlambat dan memperburuk keadaan pasien.

Sebelum menyambut pasien pasca stroke tiba kembali di rumah, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, termasuk diantaranya adalah layanan lokal yang dapat memberikan bantuan, misalnya dokter keluarga, perawat yang akan melakukan kunjungan rumah, fisioterapist.

Jangan lupa pula untuk membuat catatan harian sederhana tentang obat-obatan yang dikonsumsi dengan ketentuannya, waktu konsultasi ke dokter atau jadwal lainnya dan tentu saja untuk mencatat kemajuan pasien dari hari ke hari.

BERIKUT ADALAH TIPS MERAWAT PASIEN PASIEN STROKE DI RUMAH :

1. Perawatan pasien stroke sebaiknya dilakukan lebih dari satu, agar pekerjaan dapat dibagi-bagi.

2. Pilihanah kamar yang dekat dengan kamar mandi, ruang makan, atau dapur.

3. Aturlah perabotan atau peralatan yang mudah digunakan penderita.

4. Pastikan tinggi ranjang sesuai dengan kegiatan perawatan sehari-hari dan menggunakan lapisan anti bocor diantara kasur dan seprai.

5. Ciptakan suasana tenang dan menyenangkan. Hindari pembicaraan mengenai ketidakmampuan pasien. Jangan memaksa pasien untuk melakukan sesuatu. Sebaiknya gunakan saran-saran atau bujukan.

6. Bantu penderita untuk mengurus dirinya sendiri sejauh mana yang bisa dia kerjakan dorong penderita untuk bertanggung jawab atas aktivitas latihan yang dilakukan.

7. Pujilah setiap usaha yang dilakukannya

8. Jangan berasumsi bahwa dia tidak bisa menggunakan pikirannya. Jagalah hubungan sama seperti sebelum dia menderita stroke.

9. Bantulah penderita untuk mempertahankan hubungan dengan dunia luar dan orang lain sama seperti sebelum dia menderita stroke.

10. Sesering mungkin ajaklah penderita untuk bangkit dari ranjangnya, dan kalau tidak mampu ajaklah duduk ketika menyantap makanan.
Jika sama sekali tidak memungkinkan, bantu dengan sering membalikkan badannya untuk mencegah dekubitus

11. Jika memungkinkan, bantu penderita bergerak dengan kemampuannya sendiri.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s