Mengetahui 15 Cara Kiat Mendongeng Indah

Sumber: Media Sekar

Mendongeng adalah salah satu kegiatan yang bisa mendukung perkembangan anak. Setiap orangtua pasti bisa melakukannya. Supaya hasilnya lebih maksimal, simak dulu 15 tip yang telah dirangkum Anastasia Ika berikut ini. Dongeng punya banyak manfaat. Dari buku yang kita bacakan, anak-anak bisa belajar mengenal kata, bahasa, nilai-nilai kehidupan dan masih banyak lagi. Rasa penasaran dan emosi juga jadi lebih terlatih dan membuat perkembangan otak meningkat.

Mendongeng tidak sekedar membacakan cerita. Agar hasilnya lebih terasa, diperlukan kiat-kiat khusus. Berikut beberapa di antaranya :

1.Sebelum mulai mendongeng, siapkan bukunya dulu. Pilihlah yang menarik, baik dari segi judul, tampilan, gambar, maupun isi. Salah satu cara memilih adalah dengan mempertanyakan : apa kelebihan buku ini yang bisa membuat anak-anak tertarik?.

2.Pilihlah beberapa buku sekaligus, lalu perkecil pilihannya menjadi, misalnya, tiga. Berikan ketiga buku itu pada anak dan biarkan dia memilih buku mana yang ingin dibacakan. Kita bisa membantu dengan memberi sedikit gambaran tentang isi buku. Singkirkan buku-buku yang tidak dipilih agar anak bisa fokus.

3.Agar lebih lancar dalam bercerita, pendongengsebaiknya membaca buku yang akan diceritakan terlebih dahulu.

4.Bila buku sudah terpilih, cari posisi senyaman mungkin. Pastikan anak pada posisi yang memudahkannya melihat isi buku. Posisi terbaik adalah duduk atau berbaring bersisian. Jika mendongeng untuk beberapa anak sekaligus, mungkin tidak bisa membuat semuanya melihat kebuku. Alternatifnya, pilih posisi yang memungkinkan anak-anak bisa jelas mendengar apa yang Anda kisahkan.

5.Pegang buku dengan perasaan dan gerakan yang tenang. Ingat, anak bukan hanya akan mendengar cerita yang keluar dari mulut kita, tapi juga akan memperhatikan setiap mimik dan gerakan.

6.Saat memulai, kita bisa mengawali dengan mengisahkan sampul buku. Ceritakan judul serta gambar-gambar yang tertera pada sampul. Izinkan anak bertanya apa saja yang ingin mereka ketahui tentang sampul buku, mulai dari warna, bentuk dan tokoh yang ada dalam sampul. Supaya lebih seru, biarkan mereka menebak isi buku.

7.Ceritakan setiap halaman buku dengan intonasi dan gerakan-gerakan yang bisa membuat anak-anak tertarik. Usahakan tidak bertutur terlalu cepat supaya anak bisa mencerna cerita buku. Jangan malu untuk berekspresi. Bagaimanapun, ekspresi diperlukan untuk membangun dan menghidupkan cerita. Bernyanyilah, apabila cerita dalam buku memuat nyanyian. Berteriaklah, bila ada bagian dongeng mengisahkaaaaaaan kondisi yang menegangkan.

8.Jika anak sudah lancar berbicara, pendongeng bisa menyisakan satu atau dua kata pada aaakhir kalaiamat untuk diterusskan si anak. Misalnya,”Pada suatu ketika, hiduplah empat ekor kellinci. Nama mereka adalah Flopsy, Mopsy, Cotton- tail dan Peter. Mereka tinggal bersaama sang ibu di dalam sebuah lubang di bawah pohon yang sangat (……..).”Biarkan anak yang menjawab kelanjutan kata tersebut. Pandu anak lewat ekspresi atau gerakan tangan untuk mempresentasikan kata”besar” (sesuai contoh diatas).

9.Supaya anak tidak bosan, pendongeng juga bisa mengissahkan gambar pada halaman buku. Kisahkan dengan keterangan-keterangan sederhana, agar anak mudah mengingat. Selingi dengan pertanyaan-pertanyaan.

10.Ajak anak mengucap ulang beberapa kata menarik dalam buku. Pengucapan dimulai dari Anda. Minta anak mengulang apa yang baru diucapkan. Kalau anak sudah mulai aktif bicara, ajak ia untuk mengeja. Lalu, artikan kata itu lewat kalimat sederhana. Misalnya,”Zebra,z-e-b-r-a. Zebra adalaaaaaaaaaaaaaaaaah binatang yang bentuknya mirip kuda. Namun, bulunya berwarna hitam dan putih.”Dengan begitu, anak-anak pasti cepat mengingat apa dan seperti apa binatang zebra tersebut.

11.Jika memungkinkan, ciptakan situasi yang bisa menghidupkan cerita. Anda bisa mematikan lampu ruang tidur anak dan membacakan dongeng dengan senter. Bacakan cerita sambil sesekali mengarahkan senter ke dinding. Anggap bagian pada dinding yang terkena senter sebagai panggung kecil. Sesekali gerakkan senter untuk mewakili tokoh yang sedang melangkah atau melompat, misalnya.

Anda juga bisa berkreasi dengan selimut dan beberapa piyama. Ini memang bentuk mendongeng yang lawas. Namun, anaak-anak tetap akan tertarik karena cara mendongeng itu tidak biasa. Duduklah di samping atau berhadap-hadapan dengan anak. Lalu, tutupi tubuh Anda dan anak dengan selimut. Kisahkan dongeng dari dalam selimut dengan bantuan pencahayaan senter.

12.Satu hal yang juga penting dilakukan adalah kontak mata dengan anak. Jangan hanya memperhatikan buku bacaan. Sesekali beri sentuhan juga, misalnya membelai rambut atau pipi.

13.Perhatikan reaksi anak. Apabila anak mulai terlihat bosan dan tidak bersemangat, Anda bisa menghentikan pengisahan dongeng. Tutup kegiatan mendongeng dengan mengutip kalimat menarik daribuku yang baru dibacakan “Selamat malam, Peter Pan. Terbang dan bebas bermimpi,” misalnya. Anda juga bisa mengakhiri dongeng nyanyian yang sesuai dengan dongeng.

14.Ajak orang lain ikut mendongeng. Anda bisa mengajak suami atau siapapun di rumah. Anda bisa bergantian membacakan cerita untuk anak. Atau, salah satunya membaca dan lainnya memainkan peran sesuai isi buku.

15.Letakkan buku di dekat tempat tidur anak seusai mendongeng. Pastikan anak mengetahui di mana Anda meletakkan buku itu. Biasanya anak-anak masih akan penasaran hingga keesokan paginya. Mereka akan mendekati buku dan mengingat dongeng yang dikisahkan pada malam sebelumnya.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s