Haruskah Cuci Tangan dengan Antiseptik ?

Sumber: Dr. Chaula L Sukasah SpBP & DR. Dr. Anis Karuniawati PhD, SpMK

Di zaman modern ini orang cenderung memilih metode yang lebih praktis dan instan dalam segala hal termasuk dalam membersihkan diri. Sebagai contoh, banyak yang membawa bekal cairan antiseptik tangan sebagai ganti mencuci tangan biasa. Dalam promosinya, antiseptik tersebut mengklaim mampu memberantas kuman-kuman yang menempel di tangan, tanpa harus mencucinya dengan sabun. Namun, apakah benar antiseptik tersebut dapat menggantikan metode cuci tangan?

Tangan, Si Sarang Kuman

Ibarat kebun binatang, telapak tangan manusia dihuni oleh beragam jenis kuman. Mulai dari kuman yang memang secara normal hidup di tangan (flora residen), sampai kuman yang memang hinggap dari tempat lain (flora transient) misalnya saat tangan menyentuh sepatu yang kotor. Kuman “pendatang” tersebut tidak jarang menularkan penyakit. Oleh sebab itu kebersihan tangan sangat penting diperhatikan. Bayangkan jika makanan Anda disajikan oleh tangan yang belum dibersihkan. Memang sih tangan terlihat bersih, tapi tetap saja pasti ada kuman yang menempel, dan kuman tersebut akan juga hinggap di makanan yang disentuh oleh tangan yang kotor itu. Selanjutnya, mungkin saja Anda yang memakannya akan mengalami diare akibat kuman ditangan tadi masuk ke dalam tubuh Anda melalui makanan.

Mencuci Tangan

Mencuci tangan menurut WHO adalah suatu proses yang secara mekanik melepaskan kotoran dan debris (serpihan kulit mati,red) dari kulit tangan dengan menggunakan sabun dan air, demikian disampaikan DR. Dr. Anis Karuniawati PhD, SpMK. Mencuci tangan yang baik merupakan unsur terpenting dan efektif untuk mencegah penularan infeksi, lanjut Kepala Departemen Mikrobiologi FKUI tersebut. Hal tersebut pun sudah dibuktikan serta dianjurkan oleh berbagai badan kesehatan di dunia. “Idealnya air mengalir dan sabun yang digosok-gosokkan harus digunakan selama 15-20 detik. Pemakaian air dan sabun tetap penting terutama ketika tangan terlihat kotor,” jelasnya. Mencuci tangan yang baik hendaknya dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membersihkan daerah telapak tangan saja, tapi juga ujung kuku, sels-sela jari, serta punggung tangan.

Cairan Antiseptik

Dr. Anis tidak menampik kalau cairan antiseptik dapat menjadi metode alternatif membersihkan tangan. Misalnya jika akses wastafel dan air bersih terbatas, atau pada tangan tidak terlihat kotoran atau debris. Cairan antiseptik yang dianjurkan oleh Dr. Anis adalah handsrub berbasis alkohol 70%. “Penggunaan handsrub antiseptik tangan lebih efektif membunuh flora residen dan flora transien daripada mencuci tangan dengan sabun biasa. Antiseptik ini cepat dan mudah digunakan serta menghasilkan penurunan jumlah flora tangan. Handsrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan sangat kotor atau terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh, harus mencuci tangan dengan sabun dan air terlebih dahulu,” ungkapnya.

Yang perlu diperhatikan, tidak semua jenis cairan antiseptik tangan lebih efektif melawan kuman dibandingkan dengan mencuci tangan. Saat ini di pasaran banyak beredar cairan antiseptik tangan yang mengandung irgasan DP300 atau triklosan. Penggunaan triklosan sebagai cairan antiseptik tangan sudah dibuktikan masih kalah efektif dalam membunuh kuman dibandingkan dengan mencuci tangan dengan sabun.

Menggunakan Cairan Antiseptik Tangan

Dr. Anis menyatakan yang harus diperhatikan dalam pemakaian cairan antiseptik tersebut adalah gunakan secukupnya sesuai petunjuk pabrik. Cairan dituangkan ke tangan sekitar 1 sendok teh (3-5 cc), dan digosokkan menyeluruh ke telapak dan punggung tangan, serta sela jari selama 2-5 menit.

Untuk memilih antiseptik tangan yang aman perlu diperhatikan komposisinya. Cairan antiseptik yang aman adalah cairan yang tidak mengiritasi kulit dan membuat kulit kering. Menurut Dr. Anis komposisi yang dianjurkan adalah gliserin, glikol propilen atau sorbitol yang ditambahkan ke dalam alkohol (etil atau isopropil alkohol 60-90%).

Sebenarnya efek buruk akibat penggunaan cairan antiseptik tangan sangat minimal. Namun jika digunakan pada tangan yang kotor, cairan antiseptik tersebut tidak akan efektif mengurangi flora tangan, sehingga tidak bisa mencegah penularan infeksi

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s