Pemeriksaan Awal Tingkat Kesuburan

Sumber: RS Pondok Indah Group

Setiap pasangan yang telah menikah umumnya mendambakan kehadiran seorang anak yang merupakan perwujudan cinta kasih, perekat cinta, dan tentunya penerus keturunan. Untuk mendapatkannya, tidak lengkap rasanya apabila kita tidak terlebih dahulu mengetahui seluk beluk fertilitas.

Fertilitas atau kesuburan adalah kemampuan organ-organ reproduksi baik dari pihak pria maupun wanita untuk dapat bekerja secara optimal sehingga dapat melakukan fungsi fertilisasi dengan baik. Bila seseorang tidak dapat hamil dalam satu tahun setelah secara teratur menjalani hubungan intim tanpa kontrasepsi, maka disebut sebagai infertilitas/ketidaksuburan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya infertilitas, antara lain pada wanita terdapat gangguan di organ reproduksi, misalnya infeksi pada vagina, kelainan serviks uteri (leher rahim), uterus (rahim), dan tuba falopi (saluran telur), serta gangguan hormonal (adanya hambatan pada sekresi FSH dan LH yang mempunyai pengaruh pada ovulasi). Sedangkan pada pria bila terdapat abnormalitas sperma (morfologi dan motilitas sperma), abnormalitas ejakulasi (ejakulasi retrograde, hipospadia), abnormalitas ereksi, infeksi pada jaringan genital yang menyebabkan obstruksi pada saluran genital, serta pemakaian obat antikanker dan pengaruh radiasi.

Pemeriksaan fertilitas sangat penting untuk menilai dan mengevaluasi ada atau tidaknya gangguan fertilitas dari seseorang serta untuk menentukan terapi yang tepat bila ditemukan adanya gangguan. Berdasarkan laporan American Society of Reproductive Medicine, sepertiga kasus infertilitas disebabkan oleh gangguan fertilitas pada wanita, sepertiganya disebabkan gangguan fertilitas pada pria, sedangkan sepertiga sisanya disebabkan gangguan fertilitas pada kedua belah pihak atau adanya gangguan fertilitas pada kedua belah pihak atau adanya gangguan fertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Oleh karenanya, pemeriksaan fertilitas harus melibatkan baik pria maupun wanita.

Setelah kedua belah pihak menjalani pemeriksaan, maka dapat diketahui letak persoalan infertilitas sehingga dapat diambil tindakan selanjutnya yang lebih spesifik oleh dokter.

Pemeriksaan fertilitas pria meliputi:

  • Pemeriksaan umum oleh urolog Analisis sperma (jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma)
  • Pemeriksaan darah : Follicle Stimulating Hormone/FSH darah : pada pria FSH berperan dalam spermatogenesis (pembentukan sperma)
  • Testosterone : hormon ini berperan pada spermatogenesis dan stimulasi libido.

Pemeriksaan terhadap Penyakit Menular Seksual meliputi pemeriksaan darah dan cairan tubuh:

  • Pemeriksaan Ultrasonografi untuk menilai bagian dalam organ reproduksi pria, misalnya skrotum dan vesicula seminalis.
  • Biopsi testis : mengambil sedikit jaringan testis melalui operasi minor kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan tersebut.
  • Vasography : menggunakan sinar – X khusus untuk menilai ada atau tidaknya sumbatan pada organ reproduksi pria.

Pemeriksaan fertilitas wanita meliputi:

1. Pemeriksaan darah :

· Anticardiolipin lg G dan IgM, anti-beta-2 glycoprotein I dan Lupus anticoagulant (pemeriksaan ini dilakukan pada penderita yang dicurigai menderita antiphospholipid syndrome, yang ditandai dengan gejala keguguran berulang).
· Lutenizing hormone/LH : disekresi oleh kelenjar hipofise anterior, berperan pada stimulasi pematangan ovum (sel telur) dan ovulasi (pengeluaran sel telur dari ovarium).
· Follicle Stimulating Hormone/FSH : merupakan hormon glikoprotein yang disekresi oleh kelenjar hipofise anterior, berperan pada pematangan sel telur di dalam indung telur.
· Prolaktin : merupakan peptide hormone, terutama berfungsi dalam proses laktasi, kadar hormon prolaktin yang tinggi dapat menekan FSH/Follicle Stimulating Hormone.
· Estradiol : sebagian besar hormon estradiol diproduksi dan dilepaskan oleh ovarium (indung telur), sehingga pemeriksaan ini berguna untuk menilai fungsi ovarium.
· Progesteron darah : dihasilkan oleh indung telur, memegang peranan penting pada terjadinya pengeluaran sel telur dari indung telur.

2. Pemeriksaan terhadap Penyakit Menular Seksual : meliputi pemeriksaan darah dan cairan tubuh.

3. Pemeriksaan Ultrasonografi : dapat menentukan ada atau tidaknya kelainan di uterus (rahim), saluran telur, serta ovarium (indung telur).

4. Hysterosalpingogram/HSG : berguna untuk menilai uterus dan saluran telur.

5. Hysteroscopy digunakan untuk menilai bagian dalam dari uterus.

6. Laparoscopy : pemeriksaan yang lebih invasif ini hanya dilakukan bila gejala atau pemeriksaan di atas menunjukkan ke organ tertentu (misalnya ovarium) atau bila penyebab infertilitas tidak dapat ditemukan.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s