Bedah Jantung

1139394620X310

Sumber :  HealthFirst

Diagnostik dan Operatif

Rajin olahraga, sibuk, dan terlihat sehat bukan berarti keadaan diri seseorang pasti sehat.

Serangan jantung saat ini tidak mengenal usia, tempat, dan kejadiannya pun bisa di mana saja, seperti saat jalan-jalan di mall, habis main futsal, tenis, dan terkadang sehabis jalan pagi atau di sebuah pesta. Saat ini, usia penderita penyakit jantung koroner semakin hari semakin muda. Penyakit ini juga tidak memandang status sosial, pendidikan, serta jabatan seseorang.

images (2)Gejala serangan jantung juga sering tidak memberikan keluhan-keluhan sebelumnya.  Inilah yang menyebabkan penyakit jantung koroner disebut sebagai “The Silent Killer Deseases” atau sering disebut “Sudden Cardiac Death”.  Terbukti, dari sebuah penelitian, pada saat serangan jantung hanya 49% yang menimbulkan keluhan nyeri dada, 24% tanpa keluhan sebelumnya langsung menyebabkan kematian mendadak (sudden death), dan sisanya terkadang mirip dengan gejala-gejala seperti penyakit maag atau lambung serta masuk angin (tidak enak badan).

Jika terbiasa memeriksakan kesehatan, seperti rutin cek up laboratorium (kadar gula darah, kadar kolesterol, kekentalan darah), cek kesehatan jantung dengan pengukuran tekanan darah (tensi darah), EKG dan treadmill test, atau CT scanning jantung, baru dapat dipastikan kesehatan diri Anda, khususnya keadaan jantung. Penyakit jantung koroner  (PJK) adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah jantung koroner.

Faktor risiko PJK adalah keadaan atau penyakit yang dapat meningkatkan potensi penyakit jantung koroner. Keadaan atau penyakit tersebut adalah kebiasaan merokok, tingginya kadar kolesterol darah, adanya tekanan darah tinggi, dan penyakit kencing manis  (Diabetes Melitus), serta adanya faktor famili yang juga menderita penyakit jantung dan pembuluh darah.  Penderita kencing manis atau Diabetes Melitus memiliki risiko 3-4 kali lebih besar menderita penyakit jantung koroner.

111842_penyakit-jantung_663_382Gejala atau keluhan pada penderita PJK adalah rasa nyeri di dada yang timbul, baik pada istirahat maupun pada saat aktivitas (saat berolahraga).  Dapat juga adanya keluhan dalam bentuk sesak napas atau seperti dada terbebani  (tertindih/tertimpa) sesuatu.  Biasanya, sakit dada bersifat menjalar ke arah leher seperti tercekik, ke lengan kiri, atau ke punggung. Jika disertai keringat dingin, bisa dipastikan hal ini adalah gejala serangan jantung atau tersumbatnya pembuluh darah jantung koroner.

Saat terjadinya serangan jantung, sangat penting dilakukan pertolongan segera untuk menghindari akibat fatal seperti kematian atau kerusakan otot jantung yang permanen.  Istilah “Time is Muscle” merupakan keadaan yang harus segera dilakukan pengobatan atau tindakan untuk menyelamatkan otot jantung dan nyawa seseorang saat terjadi serangan jantung.

Untuk mengetahui dan mendeteksi secara dini apakah kita menderita atau punya kecenderungan menderita PJK, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan di RS Pondok Indah secara lengkap dan komprehensif, mulai dari cek darah risiko PJK, treadmill test, MS CT scanning angiography, hingga menggunakan alat yang sangat mutakhir, yakni Cardiac Angiography atau Kateterisasi Jantung Koroner.

 downloadRS Pondok Indah telah sangat mampu melakukan tindakan PTCA/pemasangan stent (cincin) koroner primer, yaitu dipasang segera setelah diketahui seseorang mengalami serangan jantung.  Terbukti dalam penelitian, tindakan PTCA Primer akan sangat menurunkan kemungkinan kematian seseorang yang mengalami serangan jantung, baik kematian jangka pendek maupun kematian jangka panjang.

Berkat perkembangan teknologi angiography (alat kateterisasi) dan jenis-jenis stent (cincin) koroner, nyawa seseorang yang terancam akibat serangan jantung bisa terselamatkan. Jika hasil kateterisasi jantung koroner menunjukkan banyaknya (mungkin lebih dari 4 atau 5 tempat) pembuluh darah yang menyempit, pilihan operasi bedah pintas koroner (CABG) juga sudah banyak.

Ubah Gaya Hidup Untuk Cegah Serangan Kanker Pankreas

Gejala-Kanker-Pankreas2

Sumber: L. Denny Santoso, S.Kom., SAC. Dip., CSN., CHt.

duniafitnes.com

Steve Jobs, pendiri sekaligus mantan CEO Apple Inc, meninggal di usianya yang ke 56 pada Rabu, 5 Oktober 2011, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker dan sejumlah komplikasi penyakit lainnya. Kabar meninggalnya Jobs ini diumumkan oleh Apple pada Rabu malam.

Jobs telah berjuang melawan kanker pankreas langka yang sudah dideritanya sejak beberapa tahun yang lalu. Ia pun telah melakukan serangkaian pengobatan termasuk transplantasi liver pada tahun 2009 silam. Jobs mengalami pancreatic neuroendocrine tumor, di mana hanya sekitar 5% dari 43.000 orang penderita kanker pankreas yang menderita kanker jenis ini. Sebenarnya apa kanker pankreas itu dan bagaimana cara mencegahnya?

images (10)Gejala Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan salah satu penyakit yang mematikan, karena sulit dideteksi sejak dini dan pertumbuhannya pun cukup cepat. Biasanya penderita akan mengalami gejala seperti sakit perut atau mual. Hal ini terjadi karena tumor semakin membesar dan menekan organ di sekitarnya. Rasa sakit ini akan bertambah setelah makan atau saat berbaring. Selain itu, berat badan penderita akan turun drastis karena sel-sel kanker mengalahkan sel-sel yang sehat.

Kanker pankreas juga dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan. Gejala lainnya adalah menguningnya kulit dan bola mata karena tingginya kandungan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam liver. Pada tahap selanjutnya, penderita akan merasakan gatal-gatal, mual, dan muntah hingga depresi yang parah. Gejala yang nampak ini merupakan tanda bahwa penyakit ini sudah mencapai tingkatan yang parah dan sulit untuk diobati.

Yuk Kenali Tanda Diabetes pada Perempuan

diabetes-insulin

Sumber : TEMPO.COM

Penyakit gaya hidup, diabetes bisa menunjukan gejala yang sama antara pria dan wanita. Meski begitu, ada juga gejala-gejala diabetes yang hanya dialami perempuan. Sayangnya, gejala ini tidak banyak diketahui dan mungkin dianggap tidak berbahaya.

Berikut adalah gejala diabetes yang khusus terjadi pada perempuan, sebagaimana dilansir Times of India, Selasa, 28 Mei 2013.

  1. download (20)Terjadinya inveksi vagina
  2. Terganggunya fungsi hormonal
  3. Berkembangnya sindrom ovarium polikistik
  4. Depresi
  5. Tingginya kadar kolesterol lipoprotein dibanding pria.

Tanda-tanda diabetes pada perempuan seringkali tidak banyak disadari. Karena itu pemeriksaan medis bisa menentukan apakah tanda-tanda diabetes itu adalah kondisi yang bisa disembuhkan, atau tanda-tanda diabetes itu bisa benar-benar menyebabkan diabetes.

Sementara tanda-tanda diabetes yang umum terjadi pada pria maupun wanita adalah:

  1. images (19)Sering merasa haus
  2. Meningkatnya nafsu makan
  3. Sering buang air besar.
  4. Kelelahan
  5. Kehilangan berat badan dan bertambahnya berat badan
  6. Mual atau muntah
  7. Mulut kering
  8. Pandangan kabur
  9. Kulit gatal
  10. Penyembuhan yang lambat dari penyakit

Gejala Kanker Lidah

images (42)

Sumber : Modern Cancer Hospital Guangzhou

Kanker lidah adalah jenis kanker oral yang paling umum, membuat sekitar 31-39% dari kanker oral, dan insidennya bertambah perlahan-lahan. Pengertian tentang gejala kanker lidah dapat membantu untuk pendiagnosaan dini dan pengobatan lebih awal.

PENYEBAB KANKER LIDAH

  1. images (43)Faktor fisik – gesekan lidah jangka panjang dapat menyebabkan sariawan berkepanjangan yang nantinya dapat menyebabkan kanker lidah. Faktor higinis mulut yang buruk dapat menyebabkan peradangan kronis yang dapat menjadi salah satu penyebab kanker lidah. Radiasi juga dapat menjadi faktor penyebab kanker lidah, seperti terapi radioterapi.
  2. Faktor kimia – tembakau dan alkohol; kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol dapat memicu terjadinya kanker lidah. Rokok mengandung nikotin yang mengandung zat karsinogenik. Alkohol memang tidak mengandung zat karsinogenik tetapi mengandung etanol yang dapat ‘membantu’ penyerapan zat karsinogenik.
  3. Faktor biologi – ada beberapa laporan penelitian bahwa papillomavirus dapat menyebabkan kanker lidah
  4. Faktor lain – gangguan nutrisi dan metabolisme
  5. precancerous lesions/lesions – kanker lidah dapat berkoeksistensi dengan precancerous lesion.

GEJALA DINI KANKER LIDAH

images (44)Sebagian besar dari kanker lidah, terjadi di bagian mukosa. Gejala dini kanker lidah adalah ketidaknyamanan dilidah, nyeri, adanya lesi di lidah dengan ukuran 1-2cm. Gejala kanker lidah dibagi 3, yaitu, sariawan, eksogen dan infiltrasi. Gejala eksogen adalah seperti bisul berbentuk seperti kembang kol, disertai nyeri, dan nyeri di daerah telinga dan temporal. Lesi juga berkomplikasi bila terinfeksi; mungkin pendarahan, berbau busuk, keterbatasan penggunaan fungsi lidah, kesulitan makan, kesulitan berbicara, airliur sulit di kontrol.

GEJALA KANKER LIDAH LANJUT

Pada stadium ini, kankernya sudah berkembang melampaui bagian tengah lidah, dan sudah terjadinya penyebaran ke kelenjar getah bening. Biasanya rute penyebarannya adalah ke kelenjar getah bening servikal, yang lalu diikuti ke kelenjar getah bening submental dan sekelompok getah bening dalam lainnya. Tingkat penyebarannya cukup cepat, jadi sebaiknya segera menjalani pengobatan sebelum parah.

Ahli di Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, bila sudah merasa ada gejala, segera periksakan diri ke dokter supaya tidak menunda pengobatan.

Gejala Kanker Adrenal

images (29)

Sumber : Modern Cancer Hospital Guangzhou

Kehidupan kerja yang cepat, diet yang tidak sehat, tekanan psikologis yang berat dan lain-lain. Di bawah tekanan dari serangkaian faktor, semakin banyak orang yang terganggu oleh tekanan darah tinggi. Namun, ada sebagian dari pasien hipertensi klinis, bahkan jika diresepkan oleh dokter obat untuk tekanan darah tinggi, tekanan darah masih saja tinggi. Apa alasannya?

images (30)Bahkan, hipertensi dengan kanker adrenal memiliki hubungan erat, pasien tidak bisa lalai. Selain tekanan darah tinggi, apa saja gejala dari kanker adrenal?Kanker adrenal terjadi pada tumor ganas kelenjar adrenal, dibagi menjadi kanker adrenocortical dan tumor medula adrenal. Dapatkah tumor dari korteks adrenal dan medula, menyebabkan fungsi variasi endokrin disebut tumor fungsional, tidak menyebabkan perubahan fungsi endokrin yang disebut non-berfungsi tumor.

Gejala Kanker Adrenal Kanker adrenocortical sebagian besar fungsional, sering menunjukkan virilisasi dan hyperfunction adrenal, dan rentan terhadap invasi lokal dan metastasis, limfatik dan penyebaran hematogen, umum kelangsungan hidup jangka waktu rata-rata 2 tahun.

Kanker adrenokortikal, volume tumor umumnya lebih besar, seringkali di lebih dari 100g, bahkan sampai 1000g, pertumbuhan ke segala arah, permukaan pleochroism kuning kecoklatan, agak lembut, seringkali nekrosis hemoragik dan cystic berubah.

Kortisol penyakit dan lebih oleh hiperplasia korteks adrenal atau tumor, menunjukkan wajah bulan, punuk kerbau, obesitas sentral, dan anggota badan, garis-garis tipis, optimis dan ungu, kelelahan, kelelahan, nyeri punggung bawah, hipertensi, hirsutisme, alopecia, jerawat, disfungsi seksual, amenore, atau mengurangi menstruasi. Kelainan Gonad disebabkan oleh tumor kortikal, dibagi menjadi pubertas prekoks, pseudohermafroditisme perempuan, wanita maskulin.

download (12)80% -90% dari pheochromocytomas di medula adrenal, gejala utamany adalah tekanan darah tinggi dan perubahan metabolik. Peningkatan paroksismal hipertensi, jantung berdebar, sesak napas, sakit kepala, berkeringat, tremor gugup, merasa dingin yang ekstrem. Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan anda bahwa saat tubuh mengeluarkan tanda-tanda, anda harus pergi memeriksakan diri ke rumah sakit, gejala tubuh yang kecil tidak boleh diabaikan.

Gejala Kanker Testis

images (21)

Sumber : Berbagai Sumber  

Deteksi dini dan mengambil langkah-langkah pengobatan yang aktif adalah kunci untuk pengobatan kanker testis. Oleh karena itu, orang-orang muda dan setengah baya perlu meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit, kewaspadaan setelah terjadi gejala-gejala tertentu, harus pergi memeriksakan ke rumah sakit.

Apa sajakah gejala-gejala kanker testis?

  1. download (9)Pembengkakan testis : Ini adalah hasil dari sel-sel tumor tak berujung yang berkembang biak. Bentuk pembengkakan yang tidak seragam, kadang-kadang cukup teratur, pembesaran tumor pada testis dapat sangat menonjol.
  2. Tekstur keras testis : jika disentuh, tekstur testis keras seperti batu. Peradangan testis biasa adalah pembengkakannya seragam dan teksturnya lembut sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Walaupun testis sangat keras, tetapi ketika disentuh tidak ada rasa sakit, ini dengan orkitis juga berbeda.
  3. Berat testis : Karena kanker testis merupakan sejumlah pertumbuhan sel tumor dalam jumlah besar, sehingga merupakan massa yang padat. Jika testis tumbuh sampai batas tertentu, berat testis akan melonjak. Pasien akan memiliki perasaan yang berat dan bahkan mempengaruhi berjalan. Jika menggunakan tangan untuk menahan testis, seolah-olah seperti memegang batu, ada rasa tertentu dengan berat badan.
  4. Tes cahaya negatif: Umumnya saat hidrokel, uji transmisi cahaya skrotum dan testis kuat, tembus ditingkatkan positif. Sedangkan tumor testis tumbuh padat, tidak ada cairan sehingga cahaya yang tembus sangat lemah.

Bila timbul gejala di atas, kita harus membuat waktu untuk melakukan diagnosis dan pengobatan, untuk menghindari keterlambatan penanganan. Karena kanker testis adalah kriptorkismus yang berubah, sehingga menderita kriptorkismus tersebut, bahkan jika operasi kadang-kadang masih bisa rusak karena testis hipoplasia, dan malah memburuk menjadi kanker testis. Oleh karena itu, perhatian lebih harus diberikan kepada kanker testis.

Penyebab dan Sumber ADHD

download (8)

Sumber: Grant L. Martin, PH.D.

Sering disebutkan dalam beberapa riset, ADHD disebabkan faktor keturunan, karena pada data riset menunjukan adanya hubungan genetis dengan mekanisme neurologis biasa, anak ADHD terlahir dengan temperamen yang sulit mereka kendalikan, faktor ini diduga keturunan.

Gejala ADHD tidak tercipta karena faktor eksternal orangtua saja. Perilaku negatif orangtua paling sering menjadi respons terhadap masalah perilaku anak-anak dan bukan sebagai penyebab utama perilaku anak yang dicurigai pengidap ADHD. Tetapi gangguan keharmonisan keluarga, perceraian, penyalahgunaan dan kesalahan pengasuhan orangtua akan menimbulkan perilaku menyamai ADHD. Untuk itu orangtua sebelum mencurigai anaknya mengidap ADHD dapat mengevaluasi diri, agar dapat dimengerti penyebab perilaku anak.

Beberapa teori mencurigai faktor-faktor kecil yang berperan sebagai penyebab ADHD;

1. Cidera Otak

ADHD diperkirakan terjadi sebagai infeksi, luka berat, cidera atau komplikasi lainnya yang terjadi pada otak selama masa kehamilan atau persalinan. Kerusakan otak bisa mengakibatkan gejala hiperaktivitas, ketiadaan perhatian dan implusivitas. Gangguan tersebut menyebabkan gangguan yang disebut kerusakan otak minimal. Seorang ibu yang mengalami infeksi atau efek samping peminuman obat-obatan saat kehamilan memungkinkan salah satu penyebab kerusakan otak.

download (10)2. Merokok
Risiko ADHD lebih tinggi pada bayi yang ibunya selama kehamilan masih merokok, dicurigai keadaan tersebut dikarenakan sang ibu mengalami gangguan perhatian karena itu risiko ADHD yang meningkat pada keturunannya dan bisa terjadi karena faktor genetis bukan hanya karena rokok.
Sebab hubungan ADHD dengan ibu perokok masih belum pasti, begitu juga dengan efek lain seperti status sosial ekonomi,IQ orangtua, dan status ADHD orangtua. Tetapi merokok saat kehamilan tentu saja menjadi perhatian utama penyebab ADHD karena banyaknya zat beracun pada kandungan rokok. Seperti yang telah dijelaskan dalam kemasan rokok, rokok tidak diperbolehkan bagi ibu yang sedang mengalami kehamilan.

3. Cedera Kelahiran
Cedera saat kelahiran bayi juga menjadi bahan pertimbangan penyebab utama faktor ADHD dan masalah-masalah neurologis lain pada kanak-kanak.

4. Kematangan Otak yang Tertunda
Kondisi seperti ini sering ditemukan pada pemeriksaan neurologis dan terdapat kesamaan antara kurang perhatian, pengendalian impuls dan pengaturan diri anak ADHD dan anak-anak normal.

5. Keracunan Timah Hitam
Timah hitam adalah racun hitam yang kuat terkandung pada cat rumah-rumah tua yang sudah terkelupas, solder yang telah digunakan selama bertahun-tahun, bensin. Timah hitam dalam tubuh dapat menjadi penyebab hiperaktivitas dan kurang perhatian.
Timah hitam mungkin merupakan contributor terhadap masalah-masalah perhatian dan pembelajaran pada sebagian anak-anak, tetapi tidak dapat diambil kesimpulan sebagai penyebab utama ADHD meskipun timah hitam memang menjadi penyebab terganggunya kesehatan secara umum.

6. Bahan Makan Tambahan
Bahan-bahan tambahan seperti salsilat, zat perwarna makanan dan zat pengawet diduga menjadi penyebab ADHD. Hiperaktivitas diduga terjadi karena pengaruh perasa dan pewarna buatan. Sejak anak prasekolah yang telah mengenal banyak makanan tambahan menunjukan sedikit peningkatan aktivitas atau kurangnya perhatian ketika mengkonsumsi zat-zat dalam bahan makanan tambahan.
Mungkin akan lebih baik jika orangtua dapat menghindari konsumsi produk-produk yang mengandung zat tersebut, dalam kandungan zat tambahan seperti aspartame sesungguhnya tidak memiliki nilai gizi. Anak-anak harus belajar untuk mengatur makan mereka karena hal itu berhubungan dengan kesehatan mental.

7. download (11)Makanan Tidak Sehat
Meskipun dampaknya belum dapat diliketahui saat dikonsumsi, makan tidak sehat mungkin akan berdampak dalam jangka waktu lama. Pengaruh lingkungan yang beracun mungkin memiliki dampak tertentu pada anak-anak. Sebagian anak yang mengidap ADHD dan atau masalah-masalah belajar tampak memiliki masalah alergi, karena anak ADHD lebih mudah alergi dibandingkan anak normal.

8. Gula Halus
Sebagian anak tentu mengalami gejala ADHD dengan asupan gula halus dan atau zat-zat tambahan lainnya. Gula dapat berdampak positif ataupun negatif pada anak-anak tergantung usia, makanan, dan biologi mereka.

9. Penyakit Medis
Penyakit tertentu beberapa diantaranya dihubung-hubungkan dengan gejala-gejala ADHD, seperti kekurangan zat besi, anemia, hipertiroidisme, cacing keremi, rheumatic chorea, hipoglisemia, dan petit mal epilepsy. Penyekit tersebut merupakan penyakit tidak umum untuk ADHD, akan tetapi tetap harus dievaluasi dalam setiap pengecekan medis.

10. Obat-obatan
Obat yang dikonsumsi juga dapat memicu gejala-gejala ADHD, seperti anti konvulsan, seperti fenobarbital dan Dilantin serta obat-obat penenang yang dapat mengurangi pemusatan perhatian dan konsentrasi. Jenis obat flu, asma atau alergi juga dapat merangsang gejala ADHD. Tentu saja obat-obatan bukanlah menjadi penyebab utama ADHD.

11. Faktor Keturunan dan Neurologis
Keturunan adalah faktor tunggal yang dipercaya sebagai pemeran penyebab umum pada anak ADHD. Anak pengidap ADHD memiliki emapat kali saudara atau orangtua yang mengidap ADHD dibanding anak normal.

Waspada penting, tetapi jangan sampai rasa waspada menimbulkan kewas-wasan berlebihan sehingga membawa rasa curiga dan paranoid pada makanan ataupun cara bersikap menanggapi ADHD. Pentingnya pengetahuan dan informasi dapat membantu keluarga mengenai masalah ADHD.vns

HEPATOMA Tumor Ganas yang Menyerang Hati

Sumber: Dr. Rino A. Gani, SpPD-KGEH 

Jika hati terkena penyakit yang ringan saja, rasanya sudah serba salah. Betapa tidak, hati termasuk satu organ yang penting dalam metabolisme tubuh. Jika hati terganggu, maka seluruh sistem tubuh pun bisa terganggu. Nah, apa jadinya jika tumor ganas bersarang di hati?

Tumor ganas yang berasal dari sel-sel hati disebut sebagai hepatoma. Seperti tumor lainnya, hepatoma juga memiliki staging (derajat keparahan tumor). Bedanya adalah, bila tumor lain hanya memandang dari segi tumornya, maka pada hepatoma harus dilihat juga apakah disertai sirosis hati atau tidak. “Penentuan stage hepatoma harus dipertimbangkan kondisi sirosisnya, jadi harus dengan penentuan fungsi hatinya juga,” jelas Dr. Rino A. Gani, SpPD-KGEH. Staging yang umum digunakan dan banyak dilaporkan baik hasilnya, adalah dari Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC), dimana pada setiap staging juga dianjurkan terapi-terapi yang bisa dilakukan.

Penyebab

Disinggung mengenai penyebab hepatoma, Dr. Rino menyebutkan bahwa dari data diketahui penyebab hepatoma terbanyak di Indonesia adalah hepatitis B (sekitar 40% kasus), sisanya 30% berasal dari hepatitis C, dan 25 % dari hepatitis non B non C maksudnya bisa saja akibat perlemakan hati, intoksi kronik dari jamur aflatoxin, dan lain-lain yang belum diketahui.

Di RSCM, terdapat 70-100 kasus baru hepatoma pertahunnya dengan rentang usia rata-rata tergantung dari penyebabnya. Kalau hepatitis B usia mediannya sekitar 48 tahun, sedangkan hepatitis C 62 tahun.

Gejala & Pemeriksaan 

Seperti juga penyakit hati lainnya, gejala yang ditimbulkan tidak khas, apalagi jika tumor masih kecil. Kecuali jika tumor sudah besar, maka bisa timbul rasa nyeri di perut kanan atas, rasa penuh di perut. Tetap saja gejala-gejala itu sama dengan keluhan gangguan perut lainnya, sehingga memang cukup sulit mendiagnosa hanya berdasar keluhan, apalagi untuk deteksi dini. Oleh karena itu, bagi mereka yang berisiko, yang pernah positif menderita hepatitis B atau C, atau lainnya, harus lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan kadar SGOT, SGPT, fungsi hati lainnya, dan penanda tumor AFP. Tipikalnya, nilai SGOT jauh lebih tinggi dari pada SGPT, bisa lima kali lipatnya. Fungsi hati juga ada penurunan yang digambarkan dengan kenaikan bilirubin, penurunan albumin, dan peningkatan globulin. Penanda tumor AFP juga bisa positif, walaupun tidak sensitive, karena hanya positif pada 60 % kasus.

USG hati bisa pula dilakukan. Gambaran yang diperoleh tergantung apakah disertai sirosis atau tidak. Bila terdapat sirosis hati, maka tumornya sendiri membesar secara lokal, sedangkan di luar gambaran sirosis yang mengecil dan berbenjol. Bila tidak ada sirosis, berarti pembesaran lokal tumor saja. Pembesaran lokal merupakan suatu lesi desak ruang, sehingga dari USG akan terlihat tumor mendesak vena hepatica (pembuluh darah di hati) dan kapsul pembungkus hati. CT Scan juga bermanfaat dalam mendiagnosa hepatoma.

Diagnosis pasti hepatoma juga hanya bisa dengan pemeriksaan histopatologi. Diakui oleh Dr. Rino, pemeriksaan tersebut jarang dilakukan oleh beberapa ahli, selain karena sulit memperoleh sel tumor dengan biopsi, adapula ketakutan terjadinya sheading. Dr.Rino menjelaskan, sheading artinya sel-sel kanker menjalar mengikuti jarum biopsi ketika ditarik ke luar tubuh. Diketahui, kira-kira 5% kasus yang dibiopsi akan terjadi sheading.

Oleh karena itu, boleh dianggap hepatoma dengan paling sedikit didapatkan 2 imaging (pencitraan) mendukung hepatoma, misalnya USG dan CT Scan, ditambah dengan nilai AFP yang lebih dari 200 nanogram/liter. Dengan syarat itu, maka tumor bisa dianggap sebagai hepatoma.

Penanganan 

“Penanganan hepatoma tergantung staging-nya. Kalau ukuran masih kecil, kurang dari 3 cm dan fungsi hati masih bagus, dianjurkan operasi reseksi tumor. Ada juga sebagian ahli yang menganggap radiofrequency ablation dianggap setara dengan operasi untuk menangani tumor berukuran kecil itu. Kalau ukurannya 3-5 cm dan fungsi hati masih baik, maka penangannannya dengan embolisasi. Bila ukurannya sudah lebih dari 5 cm dan fungsi hati jelek, maka harus dipikirkan transplantasi hati. Semua modalitas terapi tersebut sudah bisa dilakukan di Indonesia, kecuali transplantasi hati,” jelas Dr. Rino.

Pentingnya Vaksin 

“Hepatoma adalah kanker yang terbukti dapat dicegah dengan vaksinasi hepatitis B,” ujar Dr. Rino. Disebutkannya bukti adanya penelitian vaksinasi massal hepatitis B di seluruh bayi di Taiwan, yang kemudian terus dipantau hingga dewasa, bisa menurunkan hepatoma. Taiwan adalah negara yang pertama kali melakukan vaksinasi massal hepatitis B.

Namun, tentu saja itu untuk penyebab hepatitis B, sedangkan jika disebabkan hepatitis C atau yang lainnya, belum ada jaminan manfaat vaksin. Mereka yang pernah terkena hepatitis B atau C, atau lainnya, walaupun sudah diobati dengan tuntas, tetap memiliki risiko mengalami hepatoma meski memang lebih sedikit berisiko.

Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Payudara

Sumber: Prof. Muchlis Ramli, SpB-Onk, Guru Besar FKUI, Dr. Sutjipto, SpB-Onk & DR. Dr. Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM

Deteksi dini, penanganan dan pengobatan yang tepat merupakan kunci bagi kaum wanita mengatasi kanker payudara. Seandainya tidak dapat diatasi, setidaknya dilakukan upaya memperbaiki kualitas hidup.

Kanker payudara dapat menyerang semua wanita, tanpa terkecuali, tidak peduli dia seorang artis, ibu rumah tangga, pengusaha, atau apapun latar belakangnya, semua berisiko mengalami penyakit ganas ini. Saat ini jumlah penderita kanker payudara cenderung meningkatkan. Bahkan, data terakhir menyebutkan bahwa total penderita penyakit hepatitis dan AIDS saat ini lebih kecil dibanding kanker payudara.

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Sutjipto, SpB-Onk, Ketua Yayasan Kanker Payudara Jakarta, memaparkan bahwa penderita kanker payudara berjumlah sekitar 1,1 juta setiap tahun dengan angka kematian mencapai 2-3 juta jiwa. Lebih lanjut, pakar bedah tumor RS. Kanker Dharmais (RSKD) itu mencontohkan bahwa di Belanda saat ini 1 di antara 8 wanita menderita kanker payudara. Sebelumnya, di tahun 1993, perbandingannya 1 : 9.

Menurut DR. Dr. Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM, Ketua Litbang Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), di Indonesia prevalensi juga terus meningkat. “Awalnya penderita kanker payudara lebih rendah dibanding kanker serviks (leher rahim). Namun tahun 2003, kanker payudara sudah menempati urutan pertama, yakni sebanyak 20,8 ,persen,” papar dokter kelahiran Surabaya ini.

Prof. Muchlis Ramli, SpB-Onk, Guru Besar FKUI, mengungkapkan jumlah penderita kanker payudara mencapai 13 persen. Untuk penduduk Indonesia setidaknya ada 100 kasus per 100 ribu penduduk. Tiap tahun , menurut pakar bedah tumor tersebut, jumlah penderita semakin bertambah, dengan perkiraan terdapat 20 ribu kasus baru pertahun di Indonesia.

Deteksi Terlambat

Meskipun penyakit ini bisa mengakibatkan kematian, namun sudah banyak wanita yang berhasil menghadapi penyakit ini. Sebut saja Ny. Linda Agum Gumelar, Ny. Endriartono Sutarto, dan tidak ketinggalan Rima Melati, artis yang memiliki nama asli Marjolein Tambayong. Kunci sukses mereka dalam menghadapi kanker payudara adalah deteksi dini, dan teratur dalam melakukan pengobatan.

Sayangnya, sebagian besar penderita di Indonesia, terlambat dalam melakukan deteksi dini. Hal itu diakui oleh Prof Muchlis. Menurutnya fenomena ini terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Saat ini memang sudah ada perbaikan. Penemuan kasus kanker secara dini sudah mencapai 50 persen. Padahal, beberapa dekade lalu, penemuan penyakit kanker dalam stadium lanjut sangat tinggi, mencapai 72 persen.

Yang mengkhawatirkan, menurut dokter Sutjipto, terdapat kecenderungan peningkatan jumlah penderita usia muda. Padahal, menurut dokter Noorwati, penderita usia muda cenderung harapan hidupnya lebih buruk. Diketahui bahwa usia harapan hidup dalam waktu 5 tahun ( 5 year survival rate) penderita usia muda lebih kecil dibanding penderita usia tua, kecuali jika kanker payudara itu ditemukan dalam stadium dini. Lebih lanjut, menurut dokter Sutjipto, sosialisasi informasi mengenai kanker payudara di Indonesia masih sangat kurang. “Mirisnya lagi, perempuan Indonesia tidak mempunyai kebiasaan melakukan breast check-up,” tandas Sutjipto.

Banyak Faktor Penyebab

Ada berbagai penyebab kanker payudara, sehingga dokter Noorwati menyebutnya sebagai multifaktorial, salah satunya adalah faktor genetik. Faktor lain yang juga menjadi pemicu di antaranya merokok, penggunaan pil KB, paparan estrogen, obesitas dan konsumsi alkohol.

Hal senada juga diungkapkan Muchlis. Menurutnya, meski saat ini belum diketahui penyebab yang jelas , namun diyakini faktor genetik atau keturunan memegang peran vital. “Dari seluruh kanker payudara yang ada, hanya 10 persen yang bisa terdeteksi. Memang genetik menjadi salah satu pemicu, tapi angkanya rendah,” kata Muchlis.

Faktor hormonal, jelas Noorwati, berperan dalam proses pembentukan sel kanker payudara. Sementara faktor-faktor reproduktif semisal usia pertama kali menstruasi (menarche) dini, usia menopause lebih tua, tidak mempunyai anak sama sekali dan usia tua pada kehamilan pertama meningkatkan risiko kanker payudara.

Menurut Noorwati, estrogen merupakan hormon terpenting dalam karsinogenesis kanker payudara yang diketahui sejak 100 tahun lalu. Peran biologis estrogen dimulai ketika estrogen berikatan dengan reseptornya, yakni estrogen receptor (ER). Banyak kepustakaan, kata Noorwati, menyebut sekitar dua pertiga kanker paayudara adalah ER positif (ER+), sedangkan sisanya ER negatif (ER-).

Estrogen, lanjut Noorwati, menstimulasi pertumbuhan sel kanker payudara. Pada penderita kanker payudara pasca menopause ditemukan konsentrasi estradiol di tumor yang tinggi meskipun konsentrasi estradiol serum rendah.

Risiko kanker payudara ditentukan oleh pajanan kumulatif jaringan payudara terhadap estrogen. Bukti-bukti tak langsung mengenai hal ini, jelas Noorwati, adalah peningkatan risiko kanker payudara pada individu dengan usia menstruasi pertama kali (menars)dini, kehamilan pertama pada usia lebih tua dan menopause terlambat. Hormon estrogen yang didapat dari luar, seperti terapi sulih hormon dan kontrasepsi hormonal, tambah Noorwati, juga meningkatkan risiko kanker payudara.

Hal ini dibenarkan oleh Muchlis. Menurutnya dalam beberapa penelitian terbukti bahwa orang-orang yang mengalami terapi hormon insiden kanker payudaranya tinggi. Dan ini sangat signifikan dibandingkan wanita yang tidak mendapatkan terapi tersebut.

KENALI TANDA & GEJALANYA

Pada tahap awal kanker payudara, biasanya kaum wanita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Namun, ketika tumor semakin membesar, gejala-gejala di bawah ini mungkin muncul:

• Benjolan yang tidak hilang atau permanen. Biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh. Bisa juga berbentuk penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
• Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
• Keluarnya cairan dari payudara, umumnya berupa darah.
• Pembengkakan atau adanya tarikan pada puting susu.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

Hati-hati dengan Kanker di “Mr. P” Anda!

Sumber: dr. Rachmat Santoso, SpU (K) Onk

Kanker Penis, atau dikenal dengan Karsinoma penis adalah keganasan pada sel skuamosa dari epitel glands penis atau permukaan dalam prepusium. Angka kejadian pada usia 50-70 tahun dan jarang ditemukan. Angka kejadian adalah 1 % di USA dan 12 % di Cina, India dan Afrika dari seluruh kejadian kanker.

Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui, namun faktor penyebab utama adalah rangsangan lama seperti postitis kronik pada fimosa. Tidak jelas apakah smegma mengandung zat karsinogenik atau merupakan rangsangan yang tidak khas. Faktor risiko yang lain adalah hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, personal hygine yang jelek dan tidak disirkumsisi. Keganasan ini hampir tidak pernah ditemukan pada orang yang disirkumsisi secara lege artis pada usia muda.

Tanda pada gejala dari kanker penis yaitu teraba benjolan di bawah prenusium, pendarahan, phimosis, pembengkakan sehubungan dengan adanya infeksi, dysuria, hematuria. Karsinoma penis dimulai dari kelainan kecil di permukaan dalam prepusium atau gland penis termasuk korona glands. Bentuk kelainan dapat papiler, eksoptik, rata atau tukak. Karsinoma ini berangsur-angsur membesar sampai meliputi seluruh penis hingga sebagian besar atau bagian bawah dinding perut Fasia Buck di penis berfungsi sebagai rintangan sementara uretra dan kandung kemih sering terkena.

Kelenjar limfe pertama yang terkena adalah kelenjar inguinal superficial. Metastase jauh jarang ditemukan, dapat mengenai paru, hepar, tulang dan otak. Pengobatan dari penyakit ini dapat dilakukan dengan pembedahan yang bertujuan menyembuhkan karsinoma secara total atau dengan radioterapi dan kemoterapi. Pengobatan kanker penis tentunya bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

Virus HPV juga sebabkan Kanker Penis

Virus penyebab kanker serviks yang ditularkan lewat hubungan seksual ternyata juga menjadi penyebab separuh dari kasus kanker penis. Demikian menurut penelitian terbaru dari para ahli di Spanyol. Human papilloma virus (HPV), demikian nama virus itu, dapat mencetuskan terjadinya kanker di bagian vagina, penis, anus, dan kutil di alat kelamin meski yang disebut terakhir ini kejadiannya jarang. Kanker penis memang jarang terjadi, diperkirakan kurang dari 1 persen pria di Eropa dan Amerika Utara yang menderita kanker ini. Meski demikian, angka kejadiannya lebih tinggi 10 kali pada pria di Afrika dan Asia. Di seluruh dunia, setiap tahunnya ada 26.000 kasus kanker baru.

Dr Silvia de Sanjose dan timnya dari Catalan Institute of Oncology, Barcelona, Spanyol, melakukan studi klinis terhadap kanker penis antara tahun 1986 dan 2008, dan menemukan 46,9 persen tumor ternyata terkait dengan HPV. Oleh karena itu, vaksin HPV juga dinilai bermanfaat bagi remaja pria untuk mencegah terjadinya kanker penis. Selama ini vaksin HPV hanya direkomendasikan untuk remaja putri.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.