Alergi Laktosa, Mengapa Anda Mengalaminya?

09. Isomil - TENTANG INTOLERANSI LAKTOSA

Sumber : DuniaFitnes.com

Intoleransi laktosa atau yang lebih dikenal sebagai alergi laktosa, adalah ketidakmampuan untuk mencerna dan menyerap laktosa (gula susu), yang menyebabkan gejala gastrointestinal ketika susu atau produk yang mengandung susu tersebut dikonsumsi.

Batas toleransi laktosa tidak sama dengan alergi susu, yang merupakan reaksi tubuh terhadap protein susu. Laktosa adalah gula besar terdiri dari dua gula yang lebih kecil, glukosa dan galaktosa. Agar laktosa dapat diserap usus dan masuk ke dalam tubuh, harus dipecah terlebih dahulu menjadi glukosa dan galaktosa. Glukosa dan galaktosa kemudian diserap oleh sel-sel yang melapisi usus kecil. Enzim yang memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa disebut laktase, yang terletak pada permukaan sel-sel yang melapisi usus kecil.

imagesPenyebab Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa disebabkan oleh penurunan atau tidak adanya aktivitas laktase yang mencegah pemecahan laktosa (defisiensi laktase). Defisiensi laktase dapat terjadi karena 3 hal yaitu:

Bawaan Sejak Lahir
Intoleransi laktosa karena bawaan sejak lahir. Ini sangat jarang terjadi. Apabila ini terjadi pada bayi, maka bayi harus betul-betul diberi makanan pengganti yang bebas laktosa.

Efek Penyakit Lain
Penyebab lain defisiensi laktase adalah defisiensi laktase sekunder. Jenis defisiensi ini disebabkan penyakit yang merusak lapisan usus kecil bersama dengan laktase. Contohnya adalah penyakit sariawan celiac.

Faktor Usia
Penyebab paling umum defisiensi laktase adalah penurunan jumlah laktase yang terjadi setelah masa kanak-kanak dan berlanjut ke masa dewasa, disebut sebagai jenis hypolactasia dewasa, dan hal ini terjadi secara genetis.

Penting untuk menekankan bahwa defisiensi laktase tidak sama seperti intoleransi laktosa. Orang dengan defisiensi laktase yang lebih ringan sering tidak menunjukkan gejala setelah mengonsumsi susu. Untuk alasan yang tidak jelas, seorang dengan defisiensi laktase sedang tidak memiliki gejala. Diagnosa defisiensi dibuat saat jumlah laktase dalam usus berkurang, tetapi diagnosis intoleransi laktosa dibuat hanya apabila penurunan jumlah laktase menyebabkan timbulnya gejala-gejala

images (1)Gejala-Gejala Alergi Laktosa

Laktosa yang tidak tercerna akan menumpuk di usus besar dan terfermentasi, menyebabkan gangguan pada usus seperti nyeri perut, keram, kembung dan bergas, serta diare, sekitar setengah jam sampai dua jam setelah mengonsumsi produk laktosa. Gejala-gejala ini terkadang disalahartikan sebagai gangguan saluran pencernaan. Tingkat keparahan gejala-gejala tersebut bergantung pada seberapa banyak laktosa yang dapat ditoleransi oleh masing-masing tubuh. Gejala-gejala ini mirip dengan reaksi alergi susu, namun pada kasus alergi, gejala-gejala ini timbul lebih cepat, kadangkala hanya dalam hitungan menit.

Jika seseorang yang menderita defisiensi laktase dan tidak menghindari produk-produk yang mengandung laktosa, lama kelamaan orang tersebut dapat kehilangan berat badan dan menderita malnutrisi. Untuk itu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami intoleransi laktosa ataukah tidak.

Jenis Tumor Otak

kanker-otak1

Sumber : Tim Sehatku Media 

Otak adalah salah satu organ vital manusia yang memiliki peran sangat penting sebagai pengatur fungsi tubuh. Oleh karena itu sangat penting bagi kita dalam menjaga kesehatan otak. Otak sebagai organ tubuh yang mudah cedera terutama pada saat kepala terbentur. Selain itu otak juga rawan terhadap terjadinya penyakit Tumor Otak atau kanker otak.

Ada 2 jenis penyakit tumor otak yang ada tumor otak primer dan tumor otak sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang berasal dari otak, sedangkan tumor otak sekunder merupakan tumor yang berasal dari luar otak atau bagian tubuh lainnya. Untuk tumor primer terdiri dari beberapa jenis, diantaranya.

  • tumor-otak-dalam-thinkstockAstrocytoma, kanker otak yang terdapat pada sel-sel neuroglia astrosit dan memiliki bentuk bintang.
  • Glioma, kanker otak yang terdapat pada sel-sel glia atau neuroglia, tisu yang mengelilingi dan mendukung neuron atau sel-sel saraf otak. Glioma adalah kanker otak yang paling banyak dimana meliputi 50% tumor otak primer.
  • Medulloblastoma, tumor otak yang terdapat pada otak kecil dan menyebar dengan cepat ke jaringan sekitarnya, terutama di cairan serebrospinal dan batang otak. Medulloblastoma adalah tumor ganas yang sering terjangkit pada anak.
  • Ependymoma, kanker otak yang terdapat pada ependyma atau membran epitel yang melapisi ventrikel otak dan kanal tulang belakang.
  • Glioma batang otak, kanker otak yang terdapat pada bagian otak yang berisi medula oblongata, pons varolii, dan otak tengah,  bagian otak yang menghubungkan sumsum tulang belakang ke otak.
  • Meningioma, tumor otak yang terdapat pada meninges atau membran otak dan sumsum tulang belakang. Jenis tumor meningioma biasanya jinak dan tumbuh dengan lambat sehingga terlambat untuk dideteksi.
  • Adenoma hipofisis, tumor otak yang terjadi pada kelenjar hipofisis dan dasar otak dan ini termasuk dalam tumor jinak.
  • Neurinoma, tumor otak yang terdapat pada fosa posterior. Saraf kranial kedelapan, yang menyampaikan indera pendengaran dan keseimbangan.
  • Limfoma, tumor otak yang terjadi pada limfosit (sel yang memiliki tugas untuk pertahanan tubuh). Tumor ini  termasuk tumor ganas yang berasal dari jaringan limfoid. Tumor ini sering terjadi pada pasien dengan AIDS dan pasien imunosupresi.

Sayangi HATImu lakukan Deteksi Dini

Human-liver-e1371158573317

Sumber : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Hepatitis B adalah suatu penyakit yang menyerang hati disebabkan virus hepatitis B, bersifat akut dan kronik serta dapat mengakibatkan sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.

Penularan

Terjadi melalui darah, produk darah dan cairan tubuh lainnya. Setiap orang bisa tertukar hepatitis B, tetapi beberapa kelompok berisiko tinggi tertilar hepatitis B antara lain :

  • male-symbolPetugas kesehatan yang terhubung dengan darah dan produk darah
  • Bayi dari ibu penderita hepatitis B
  • Pengguna jarum suntik tidak steril/bergantian
  • Pengguna tatto, tindik, pisau cukur, jarum perawatan wajah, menicure/pedicure tidak steril
  • Pengguna sikat gigi bergantian dengan penderita
  • Pasangan homosex
  • Sering berganti-ganti pasangan

Untuk mengetahui seseorang pernah tertular Hepatistis B diperlukan pemeriksaan darah (HBsAg)

Gejala

penderita hepatitis B biasanya tanpa gejala atau hanya gejala ringan berupa :

  • Cepat lelah
  • Mual, nyeri perut
  • Demam
  • Nafsu makan kurang
  • Kencing seperti air teh

Sebagian besar orang tidak mengetahui telah tertular virus hepatitis B oleh karena itu hepatitis B sering terlambat diketahui.

Pencegahan

Pemberian kekebalan melalui Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi aktif

  • HB 0 diberikan segera setelah bayi lahir ( kurang dari 24 jam). Sesudah itu lanjutkan 3 dosis pada usia 2,3 dan 4 bulan (sesuai dengan program imunisasi nasional)
  • Imunisasi pada remaja dan dewasa dilakukan setelah tes laboratorium

Imunisasi Pasif (imunoglobulin) diberikan bila terkontaminasi darah penderita, seperti kecelakaan kerja (tertusuk jarum suntik), dan pada bayi baru lahir dari ibu yang menderita hepatitis B.

Lakukan pemeriksaan hepatitis B bagi ibu hamil untuk mencegah penularan terhadap bayi yang dikandung

Hepatitis B dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko yaitu :

  • sikat-gigiTidak menggunakan alat-alat pribadi (sikat gigi, pisau cukur pemotong kuku) secara bergantian
  • Tidak melakukan tatto, tindik dengan alat yang tidak steril
  • Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian bagi pengguna narkoba suntik
  • Tidak menggunakan alat pengobatan tradisional yang tidak steril (akupuntur, alat-alat bekam)

Hepatitis C

Hepatitis C adalah suatu penyakit yang menyerang hati disebabkan oleh virus hepatitis C, bersifat akut dan kronik serta dapat mengakibatkan sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.

Penularan

Dapat ditularkan melalui cairan tubuh menderita seperti darah dan produk darah lainnya. Setiap orang bisa tertular Hepatitis C, tetapibeberapa kelompok lebih beresiko (risiko tinggi) terkena Hepatitis C antara lain :

  • Petugas kesehatan yang terhubung dengan darah dan produk darah
  • Bayi dari ibu penderita hepatitis B
  • Pengguna jarum suntik tidak steril/bergantian
  • Pengguna tatto, tindik, pisau cukur, jarum perawatan wajah, menicure/pedicure tidak steril
  • Pengguna sikat gigi bergantian dengan penderita
  • Pasangan homosex
  • Sering berganti-ganti pasangan

n__32Sebagian besar orang tidak mengetahui telah tertular virus Hepatitis c, oleh karena itu hepatitis C sering terlambat diketahui untuk itu perlu deteksi dini.

Pencegahan

Hepatitis C, dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko yaitu :

  • Tidak menggunakan alat-alat pribadi (sikat gigi, pisau cukur pemotong kuku) secara bergantian
  • Tidak melakukan tatto, tindik dengan alat yang tidak steril
  • Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian bagi pengguna narkoba suntik
  • Tidak menggunakan alat pengobatan tradisional yang tidak steril (akupuntur, alat-alat bekam)

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah Hepatitis C sehingga pencegahan yang utama adalah menghindari faktor resiko.


 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Sub Direktorat Diare dan ISP

No. Tel (021) 42870659 Email : subdit_diare06@yahoo.com


 

 

 

DETEKSI DINI KANKER DARI GEJALANYA

images (1)Sumber : FKUI

Kanker yang ditemukan secara dini berpeluang besar dapat disembuhkan. Sebaliknya, semakin lanjut kanker ditemukan dan diobati, semakin kecil peluang dapat disembuhkan, semakin mahal pula biaya yang dibutuhkan, semakin kecil pula peluang untuk dapat bertahan hidup lebih lama. Oleh sebab itu, deteksi dini kanker sangatlah penting.

Kanker banyak jenisnya, pada dasarnya semua sel tubuh dapat terkena kanker, oleh karena itu gejala yang mungkin timbul dari adanya kanker dalam tubuh juga berlainan. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin menunjukkan adanya kanker, tapi bukan pasti menunjukkan adanya kanker, karena penyakit lain dapat juga menimbulkan gejala yang sama. Oleh karena itu, bila timbul gejala berikut ini dan ada dugaan kanker, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

NO Gejala Kemungkinan kanker atau penyakit lain
1 Perubahan pola buang air besar (missal, diare atau sembelit menetap) atau pola buang air kecil (nyeri, sering); terutama bila disertai darah Kanker: usus besar, saluran kemih, dll.Mungkin juga stress, radang usus besar (biasanya tak berdarah kecuali wasir), radang atau infeksi saluran kemih, dll.
2 Luka yang tidak kunjung sembuh: di kulit ataupun di rongga mulut (lidah, gusi). Kanker: kulit, lidah, selaput lender mulut, dll.Mungkin juga: rudapaksa, jamur, dll
3 Perubahan pada andenng-andeng (tahi lalat): membesar, sekitarnya menjadi merah, gatal, timbul luka tak kunjung sembuh, mudah berdarah, dll. Kanker kulit.Mungkin juga: rudapaksa, radang, infeksi.
4 Keputihan atau perdarahan di luar haid, haid nyeri, atau haid berlebihan dari biasanya. Kanker leher rahim, kanker rahim, dll.Mungkin juga: infeksi, radang, terapi hormon, dll.
5 Benjolan di payudara, apalagi disertai perdarahan dari atau luka di puting susu, penebalan atau luka di kulit di atas benjolan. Kanker payudara,Mungkin juga: tumor jinak, infeksi, rudapaksa, radang payudara.
6 Benjolan abnormal di bagian tubuh lain, missal di leher, ketiak, selangkang, dll. Limfoma (kanker kelenjar getah bening), anak sebar kanker di kelenjar getah bening leher, ketiak, selangkangan, dll.Mungkin juga: infeksi, radangdi mulut, paru payudara, kemaluan, dll. 
7 Kesulitan atau rasa terganjal waktu menelan, atau gangguan lambung membandel. Kanker kerongkongan, kanker lambung, kanker lain mengenai saluran pencernaan, tukak lambung, infeksi atau radang saluran pencernaan.
8 Sesak napas, batuk, dada sesak/nyeri, terutama bila dahak mengandung darah. Kanker tiroid, atau saluran pernapasan (paru-paru), anak sebar kanker (kelenjar getah bening) mendesak saluran pernapasan, dll.Mungkin juga: tumor jinak tiroid, infeksi kronis paru-paru/tbc, dll. 
9 Suara berubah; menjadi parau atau hilang, lebih dari 2 bulan. Kanker pita suara.Mungkin juga: radang, infeksi pita suara. 
10 Dahak dari hisapan lendir dari hidung berdarah (terutama pagi hari), telinga tuli sebelah; terlebih jika disertai benjolan di leher, pandangan jadi dobel. Waspadai kemungkinan kanker nasofaring.Mungkin juga infeksi,iritasi, rudapaksa saluran pernapasan atas.
11 Berat badan menurun atau bertambah drastic (10% atau lebih dalam 6 bulan) tanpa sebab nyata. Kanker saluran pencernaan (pankreas, kerongkongan, dll) yang mengurangi makan, leukemia, hormone dari tumor (karsinoid, paru, hipofisis, dll).Mungkin juga: diet terlalu ketat, pencahar, kurang aktivitas, stress, terapi hormon

 

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mempopulerkan singkatan/akronim : ‘Waspada’ agar mudah diingat yakni:

Waktu buang air besar ada darah atau lender: hati-hati adanya kanker usus besar.

Adanya benjolan di payudara atau bagian tubuh lain.

Suara serak yang tidak sembuh-sembuh: hati-hati adanya kanker pita suara atau tenggorokan.

Pada saat bersenggama timbul pendarahan: hati-hati adanya kanker mulut rahim.

Andeng-andeng yang makin besar, tambah hitam dan gatal: hati-hati kanker tahi lalat.

Darah dalam dahak, dada terasa nyeri dan batuk yang tak sembuh-sembuh: hati-hati kanker paru-paru.

Adanya penurunan berat badan yang banyak, tanpa disengaja: hati-hati kanker pancreas/lambung.

Selain mengetahui gejala yang mungkin menunjukkan adanya kanker dalam tubuh anda, mungkin perlu juga anda ketahui gejala yang mungkin muncul bila terdapat kanker tertentu.

Tabel berikut ini dapat membantu jika anda kuatir anda mengidap kanker tertentu, misalkan karena ada anggota keluarga anda mengidap kanker tersebut.

No Jenis Kanker Gejala yang mungkin muncul dan pemeriksaan penapis* (sebaiknya berkonsultasi ke dokter) 
1 Kanker Payudara (karsinoma mamae) Muncul benjolan abnormal di payudara, atau di ketiak. Puting susu dapat tertarik ke dalam, atau kemerahan, berkerak, luka, atau mungkin mengeluarkan cairan berdarah. Semakin lama benjolan bertambah besar atau kulit di atasnya atau sekitarnya menebal, kemerahan, lalu luka tak kunjung sembuh. Kian lanjut, penyebaran kanker tidak hanya ke kulit, tapi juga ke kelenjar getah bening ketiak (teraba benjolan di ketiak), paru-paru (batuk-batuk, sesak), hati, tulang, dll.Pemeriksaan penapis: mamografi, USG payudara. 
2 Kanker paru-paru (karsinoma bronkopulmonal) Batuk menetap, dahak mengandung darah, dada terasa penuh, napas sesak, atau nyeri dada. Dapat disertai demam, ujung jari-jari tangan membesar, muka dan leher membengkak (sindrom vena kava superior), suara parau, dll.Pemeriksaan penapis: CT Toraks. 
3 Kanker usus besar (karsinoma kolorektal) Perubahan pola buang air besar seperti frekuensi buang air bertambah sering, diare ataupun sembelit, rasa berat di anus, nyeri samar perut bawah. Dapat pula buang air besar berdarah, berlendir, atau seperti selai; lalu berat badan menurun drastic, pucat, demam, lesu, dll.Pemeriksaan penapis: darah samar feses. 
4 Kanker leher rahim (karsinoma serviks uteri) Perdarahan di antara dua siklus haid, keputihan bertambah (encer, amis, atau berbau busuk, bernanah), perdarahan haid berlebihan, terjadi perdarahan setelah melakukan senggama: lebih lanjut timbul nyeri perut/pinggang bawah, kencing terganggu (sering, nyeri, berdarah), dll.Pemeriksaan penapis: Pap smear, kolposkopi. 
5 Kanker rahim (karsinoma uterus) Keluar cairan encer atau berdarah atau bernanah dari vagina; perdarahan abnormal dari vagina. Nyeri, kembung di perut bawah. Bila sudah menyebar, dapat timbul sesuai organ terkena (batuk, nyeri perut atas, nyeri tulang, kepala, dll).Pemeriksaan penapis: USG abdomen, kuret sitologi. 
6 Kanker kelenjar getah bening (limfoma malignum) Benjolan (kelenjar getah bening yang membesar) di ketiak, lipat paha, leher, perut, dll. Yang makin membesar, dapat disertai keringat malam, demam tak jelas sebabnya, nyeri tulang, berat badan menurun, kulit gatal, kemerahan, dll. Limfoma dapat juga timbul di dada (mediastinum) menimbulkan sesak napas menetap, dll.Pemeriksaan penapis: CT area tersebut. 
7 Kanker nasofaring (karsinoma nasofaring) Mimisan, dahak hisapan lendir dari hidung berdarah, satu lubang hidung terasa tersumbat menetap dan makin berat, satu telinga berdenging dan pendengaran menurun, sakit kepala menetap, penglihatan terganggu, dapat timbul benjolan di leher (anak sebarnya), dll.Pemeriksaan penapis: CT atau MRI nasofaring. 
8 Leukemia (kanker dara) Pucat yang kian bertambah erat, lesu, berat badan menurun drastic, demam berkelanjutan, takut dingin, mimisan, bercak kebiruan karena perdarahan bawah kulit (hematom) di berbagai bagian tubuh, infeksi berulang, nyeri tulang atau sendi, sakit kepala, dll.Pemeriksaan penapis: darah rutin dan gambaran darah tepi. 
9 Kanker indung telur (karsinoma ovarium) Pada awalnya umumnya hampir tak ada gejala. Bila sudah cukup besar perut bawah terasa penuh, nyeri samar, teraba masa.Dapat juga timbul perdarahan abnormal dari vagina, dll.Pemeriksaan penapis: USG atau CT abdomen.

 

10 Karsinoma hepatoselular (HCC) / kanker hati (hepatoma) Rasa penuh, tegang atau nyeri samar di perut kanan atas, teraba massa di perut bagian atas, perut membuncit, lesu, berat badan menurun drastic, demam, kuning, dll.Pemeriksaan penapis: AFP, USG atau CT abdomen. 
11 Kanker tulang (osteosarkoma) Pada mulanya nyeri di bagian tulang tertentu yang hilang timbul, kemudian semakin sering dan menetap dan hebat, terutama di malam hari. Lalu bagian tersebut membesar; badan lesu, mengurus, demam, pucat, dll.Pemeriksaan penapis: ronsen atau CT bagian tersebut. 
12 Sarkoma (kanker jaringan lunak, seperti kanker jaringan lemak/ liposarkoma, kanker jaringan ikat / fibrosarkoma, dll) Pada mulanya berupa benjolan atau pembengkakan. Biasanya tidak nyeri, tapi bila massa menekan saraf atau tulang atau terkena infeksi, dapat timbul nyeri. Dapat timbul luka, berdarah, dll.Pemeriksaan penapis: USG dopler, ronsen, dll.
13 Kanker saluran kemih (kanker ginjal, kandung kemih) Air seni berdarah, bila bekuan darah banyak dapat timbul buang air kecil sakit, sering kencing, sakit perut atau pinggang, bahkan sulit kencing; badan lesu,mengurus, dll.Pemeriksaan penapis: urinalisis, USG abdomen. 
14 Kanker prostat (karsinoma prostat) Gejala seperti hipertrofi (pembesaran) prostat, yaitu buang air kecil sering, aliran tidak lancar, bila sudah menyebar (ke tulang) dapat timbul nyeri tulang, dll.Pemeriksaan: PSA (darah), USG/ CT abdomen, colok dubur. 

 

15 Kanker rongga mulut (ldah, gusi) Mula-mula benjolan menetap, lalu timbul luka (sariawan) di rongga mulut (lidah, gusi) yang tak kunjung sembuh, luka terinfeksi hingga timbul bengkak, nyeri, sakit hingga ke telinga, sulit membuka mulut, dll.Pemeriksaan penapis: biopsi jarum. 
16 Kanker kulit (melanoma, karsinoma sel skuamosa, dll) Perubahan pada andeng-andeng (tahi lalat) seperti berubah warna, bertambah lebar, kemerahan, gatal, rambut di atasnya lepas, timbul luka yang tak kunjung sembuh, mudah berdarah, dll; benjolan mirip kutil dibawah kulit atau penebalan kulit, luka di kulit yang tak kunjung sembuh.Pemeriksaan penapis: biopsi jarum. 
17 Kanker pankreas Pada awalnya sering kali tak ada gejala; dapat timbul nyeri samar di dalam perut sekitar pusar terutama sehabis makan; lalu nyeri pinggang, khususnya bila berbaring terlentang, berkurang bila tengkurap. Berat badan turun (mengurus). Dapat timbul kuning (ikterus) di mata dan kulit, dll.Pemeriksaan penapis: CT abdomen. 
18 Kanker tenggorokan (karsinoma laring) Suara parau, terasa ada benda asing di tenggorokan, batuk nenetap, dahak berdarah. Lebih lanjut napas menjadi sesak, menelan terganggu, timbul benjolan (anak sebar) di leher, dll.Pemeriksaan penapis: laringoskopi. 
19 Kanker tiroid Timbul benjolan di leher yang bergerak naik turun bila menelan sesuatu, lebih lanjut dapat timbul sesak napas, gangguan menelan, suara parau, benjolan baru (kelenjar getah bening) di leher, dll.
20 Kanker lambung Rasa penuh atau sakit samar di ulu hati yang semakin hebat sehabis makan, mual, muntah (berdarah), berak hitam (melena), berat badan terus menurun, dll.Pemeriksaan penapis: endoskopi, ronsen menelan barium, darah samar feses. 
21 Kanker kerongkongan (karsinoma esophagus) Pada mulanya terasa tidak nyaman, rasa ada ganjalan atau nyeri tumpul di tengah dada waktu menelan makanan. Keluhan itu makin lama makin sering dan hebat.Pada mulanya masih dapat menelan makanan padat, lalu makanan padat tak dapat ditelan, hanya makanan cair, pada akhirnya tak dapat menelan makanan apapun, bahkan ludahpun tak tertelan, berat badan menurun drastic.Pemeriksan penapis: endoskopi, ronsen menelan barium.

 

22 Tumor otak Karena otak terbungkus oleh tengkorak, sehingga adanya tumor yang tumbuh membesar membuat tekanan otak bertambah, menimbulkan gejala : sakit kepala menetap, muntah memancar, gangguan saraf otak (penglihatan, pendengaran, dll), kelumpuhan, gangguan keseimbangan, kesulitan bicara (afasia), dll.Pemeriksaan penapis: CT atau MRI kepala. 
23 Kanker buah zakar (karsinoma testes) Satu buah zakar membesar menetap dan tidak nyeri, atau satu buah zakar terasa berat, nyeri tumpul, perut kembung. Bila sudah menyebar ke paru dapat timbul batuk darah, ke tulang timbul nyeri tulang, dll.Pemeriksaan penapis: AFP, HCG (darah), CT abdomen, dopler buah zakar, dll. 
24 Kanker (jenis apapun) stadium lanjut Pada stadium lanjut, kanker sudah menyebar ke berbagai organ, maka dapat timbul keluhan terkait dengan organ yang terkena.Misalnya bila anak sebar (metastasis) ke paru-paru, maka gejalanya seperti kanker paru-paru(batuk, batuk darah, sesak napas), menyebar ke hati, mirip gejala kanker hati (sakit perut kanan atas, dll), dsb.

Catatan:

  • Kepastian diagnosis kanker atau bukan memerlukan tindakan biopsy dan pemeriksaan PA (Patologi Anatomi).
  • Pada umumnya pada stadium dini kanker tak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, untuk keperluan deteksi dini kanker, sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala (dianjurkan setidaknya setiap tahun sekali). Jenis pemeriksaan penapis untuk jenis kanker tertentu mungkin tidak tercakup  dalam pemeriksaan kesehatan standar (check-up), bila demikian maka perlu dimintakan secara khusus.

Bila ada kecurigaan kanker tertentu dari gejala di atas, sebaiknya secepatnya dipastikan apakah kanker atau bukan, antara lain dengan pemeriksaan penapis, dan berkonsultasi ke dokter. Karena semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang sembuh, dan semakin kecil pengorbanan (waktu, uang, upaya) yang perlu anda keluarkan untuk terapi.

                  Biopsi adalah mengambil sedikit jaringan tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop. Yang paling sederhana adalah dengan biopsy jarum halus (FNAB = fine needle aspiration biopsy), yaitu dokter ahli menusukkan jarum halus ke tumor untuk dihisap sedikit jaringan tumor tersebut. Tindakan biopsy yang dilakukan dokter ahli tidak menyebabkan tumor menyebar. Sebaliknya lebih menguntungkan, karena secepatnya kepastian kanker atau bukan dapat diketahui, sehingga terapi dapat segera dimulai secara terarah.

Tanda-Tanda Awal Pria Terserang Kanker

1-185359378

Sumber : Tim Sehatku Media

PENYAKIT kanker dapat menyerang siapa saja, baik wanita maupun pada pria. Namun, gejala-gejala awal kanker pada pria berbeda dengan wanita.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit kanker, ada baiknya mengenali gejala-gejala awalnya. Berikut gejela-gejala awal seorang pria terserang kanker, seperti dilansir Boldsky.
Nyeri tulang rusuk

085906_sekaratPria dua kali mungkin untuk menderita kanker paru-paru dibandingkan wanita. Apa tandanya? Jika Anda seorang perokok dan merasa nyeri yang tajam di bawah tulang rusuk saat bernapas atau bergerak, maka sebaiknya periksa ke dokter.

Kelelahan

Kelelahan bisa menjadi pertanda impotensi dan masalah kesehatan seksual lainnya. Namun pada kenyataannya, kelelahan bisa menjadi salah satu tanda-tanda awal dari kanker darah.

Darah dalam urin

Kanker prostat adalah salah satu pembunuh terbesar pada pria. Penyakit ini bisa menjadi pembunuh yang mematikan, oleh karena itu bila terdapat darah dalam urin Anda, maka segera periksa ke dokter.

Gangguan pencernaan dan sakit perut

Gangguan pencernaan kronis dapat menjadi tanda-tanda awal dari kanker pankreas. Ini bisa ditandai dengan nyeri atau sakit pada satu titik perut, oleh karena itu waspadai gejala dari kanker pankreas ini.

Bedah Jantung

1139394620X310

Sumber :  HealthFirst

Diagnostik dan Operatif

Rajin olahraga, sibuk, dan terlihat sehat bukan berarti keadaan diri seseorang pasti sehat.

Serangan jantung saat ini tidak mengenal usia, tempat, dan kejadiannya pun bisa di mana saja, seperti saat jalan-jalan di mall, habis main futsal, tenis, dan terkadang sehabis jalan pagi atau di sebuah pesta. Saat ini, usia penderita penyakit jantung koroner semakin hari semakin muda. Penyakit ini juga tidak memandang status sosial, pendidikan, serta jabatan seseorang.

images (2)Gejala serangan jantung juga sering tidak memberikan keluhan-keluhan sebelumnya.  Inilah yang menyebabkan penyakit jantung koroner disebut sebagai “The Silent Killer Deseases” atau sering disebut “Sudden Cardiac Death”.  Terbukti, dari sebuah penelitian, pada saat serangan jantung hanya 49% yang menimbulkan keluhan nyeri dada, 24% tanpa keluhan sebelumnya langsung menyebabkan kematian mendadak (sudden death), dan sisanya terkadang mirip dengan gejala-gejala seperti penyakit maag atau lambung serta masuk angin (tidak enak badan).

Jika terbiasa memeriksakan kesehatan, seperti rutin cek up laboratorium (kadar gula darah, kadar kolesterol, kekentalan darah), cek kesehatan jantung dengan pengukuran tekanan darah (tensi darah), EKG dan treadmill test, atau CT scanning jantung, baru dapat dipastikan kesehatan diri Anda, khususnya keadaan jantung. Penyakit jantung koroner  (PJK) adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah jantung koroner.

Faktor risiko PJK adalah keadaan atau penyakit yang dapat meningkatkan potensi penyakit jantung koroner. Keadaan atau penyakit tersebut adalah kebiasaan merokok, tingginya kadar kolesterol darah, adanya tekanan darah tinggi, dan penyakit kencing manis  (Diabetes Melitus), serta adanya faktor famili yang juga menderita penyakit jantung dan pembuluh darah.  Penderita kencing manis atau Diabetes Melitus memiliki risiko 3-4 kali lebih besar menderita penyakit jantung koroner.

111842_penyakit-jantung_663_382Gejala atau keluhan pada penderita PJK adalah rasa nyeri di dada yang timbul, baik pada istirahat maupun pada saat aktivitas (saat berolahraga).  Dapat juga adanya keluhan dalam bentuk sesak napas atau seperti dada terbebani  (tertindih/tertimpa) sesuatu.  Biasanya, sakit dada bersifat menjalar ke arah leher seperti tercekik, ke lengan kiri, atau ke punggung. Jika disertai keringat dingin, bisa dipastikan hal ini adalah gejala serangan jantung atau tersumbatnya pembuluh darah jantung koroner.

Saat terjadinya serangan jantung, sangat penting dilakukan pertolongan segera untuk menghindari akibat fatal seperti kematian atau kerusakan otot jantung yang permanen.  Istilah “Time is Muscle” merupakan keadaan yang harus segera dilakukan pengobatan atau tindakan untuk menyelamatkan otot jantung dan nyawa seseorang saat terjadi serangan jantung.

Untuk mengetahui dan mendeteksi secara dini apakah kita menderita atau punya kecenderungan menderita PJK, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan di RS Pondok Indah secara lengkap dan komprehensif, mulai dari cek darah risiko PJK, treadmill test, MS CT scanning angiography, hingga menggunakan alat yang sangat mutakhir, yakni Cardiac Angiography atau Kateterisasi Jantung Koroner.

 downloadRS Pondok Indah telah sangat mampu melakukan tindakan PTCA/pemasangan stent (cincin) koroner primer, yaitu dipasang segera setelah diketahui seseorang mengalami serangan jantung.  Terbukti dalam penelitian, tindakan PTCA Primer akan sangat menurunkan kemungkinan kematian seseorang yang mengalami serangan jantung, baik kematian jangka pendek maupun kematian jangka panjang.

Berkat perkembangan teknologi angiography (alat kateterisasi) dan jenis-jenis stent (cincin) koroner, nyawa seseorang yang terancam akibat serangan jantung bisa terselamatkan. Jika hasil kateterisasi jantung koroner menunjukkan banyaknya (mungkin lebih dari 4 atau 5 tempat) pembuluh darah yang menyempit, pilihan operasi bedah pintas koroner (CABG) juga sudah banyak.

Ubah Gaya Hidup Untuk Cegah Serangan Kanker Pankreas

Gejala-Kanker-Pankreas2

Sumber: L. Denny Santoso, S.Kom., SAC. Dip., CSN., CHt.

duniafitnes.com

Steve Jobs, pendiri sekaligus mantan CEO Apple Inc, meninggal di usianya yang ke 56 pada Rabu, 5 Oktober 2011, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker dan sejumlah komplikasi penyakit lainnya. Kabar meninggalnya Jobs ini diumumkan oleh Apple pada Rabu malam.

Jobs telah berjuang melawan kanker pankreas langka yang sudah dideritanya sejak beberapa tahun yang lalu. Ia pun telah melakukan serangkaian pengobatan termasuk transplantasi liver pada tahun 2009 silam. Jobs mengalami pancreatic neuroendocrine tumor, di mana hanya sekitar 5% dari 43.000 orang penderita kanker pankreas yang menderita kanker jenis ini. Sebenarnya apa kanker pankreas itu dan bagaimana cara mencegahnya?

images (10)Gejala Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan salah satu penyakit yang mematikan, karena sulit dideteksi sejak dini dan pertumbuhannya pun cukup cepat. Biasanya penderita akan mengalami gejala seperti sakit perut atau mual. Hal ini terjadi karena tumor semakin membesar dan menekan organ di sekitarnya. Rasa sakit ini akan bertambah setelah makan atau saat berbaring. Selain itu, berat badan penderita akan turun drastis karena sel-sel kanker mengalahkan sel-sel yang sehat.

Kanker pankreas juga dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan. Gejala lainnya adalah menguningnya kulit dan bola mata karena tingginya kandungan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam liver. Pada tahap selanjutnya, penderita akan merasakan gatal-gatal, mual, dan muntah hingga depresi yang parah. Gejala yang nampak ini merupakan tanda bahwa penyakit ini sudah mencapai tingkatan yang parah dan sulit untuk diobati.

Yuk Kenali Tanda Diabetes pada Perempuan

diabetes-insulin

Sumber : TEMPO.COM

Penyakit gaya hidup, diabetes bisa menunjukan gejala yang sama antara pria dan wanita. Meski begitu, ada juga gejala-gejala diabetes yang hanya dialami perempuan. Sayangnya, gejala ini tidak banyak diketahui dan mungkin dianggap tidak berbahaya.

Berikut adalah gejala diabetes yang khusus terjadi pada perempuan, sebagaimana dilansir Times of India, Selasa, 28 Mei 2013.

  1. download (20)Terjadinya inveksi vagina
  2. Terganggunya fungsi hormonal
  3. Berkembangnya sindrom ovarium polikistik
  4. Depresi
  5. Tingginya kadar kolesterol lipoprotein dibanding pria.

Tanda-tanda diabetes pada perempuan seringkali tidak banyak disadari. Karena itu pemeriksaan medis bisa menentukan apakah tanda-tanda diabetes itu adalah kondisi yang bisa disembuhkan, atau tanda-tanda diabetes itu bisa benar-benar menyebabkan diabetes.

Sementara tanda-tanda diabetes yang umum terjadi pada pria maupun wanita adalah:

  1. images (19)Sering merasa haus
  2. Meningkatnya nafsu makan
  3. Sering buang air besar.
  4. Kelelahan
  5. Kehilangan berat badan dan bertambahnya berat badan
  6. Mual atau muntah
  7. Mulut kering
  8. Pandangan kabur
  9. Kulit gatal
  10. Penyembuhan yang lambat dari penyakit

Gejala Kanker Lidah

images (42)

Sumber : Modern Cancer Hospital Guangzhou

Kanker lidah adalah jenis kanker oral yang paling umum, membuat sekitar 31-39% dari kanker oral, dan insidennya bertambah perlahan-lahan. Pengertian tentang gejala kanker lidah dapat membantu untuk pendiagnosaan dini dan pengobatan lebih awal.

PENYEBAB KANKER LIDAH

  1. images (43)Faktor fisik – gesekan lidah jangka panjang dapat menyebabkan sariawan berkepanjangan yang nantinya dapat menyebabkan kanker lidah. Faktor higinis mulut yang buruk dapat menyebabkan peradangan kronis yang dapat menjadi salah satu penyebab kanker lidah. Radiasi juga dapat menjadi faktor penyebab kanker lidah, seperti terapi radioterapi.
  2. Faktor kimia – tembakau dan alkohol; kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol dapat memicu terjadinya kanker lidah. Rokok mengandung nikotin yang mengandung zat karsinogenik. Alkohol memang tidak mengandung zat karsinogenik tetapi mengandung etanol yang dapat ‘membantu’ penyerapan zat karsinogenik.
  3. Faktor biologi – ada beberapa laporan penelitian bahwa papillomavirus dapat menyebabkan kanker lidah
  4. Faktor lain – gangguan nutrisi dan metabolisme
  5. precancerous lesions/lesions – kanker lidah dapat berkoeksistensi dengan precancerous lesion.

GEJALA DINI KANKER LIDAH

images (44)Sebagian besar dari kanker lidah, terjadi di bagian mukosa. Gejala dini kanker lidah adalah ketidaknyamanan dilidah, nyeri, adanya lesi di lidah dengan ukuran 1-2cm. Gejala kanker lidah dibagi 3, yaitu, sariawan, eksogen dan infiltrasi. Gejala eksogen adalah seperti bisul berbentuk seperti kembang kol, disertai nyeri, dan nyeri di daerah telinga dan temporal. Lesi juga berkomplikasi bila terinfeksi; mungkin pendarahan, berbau busuk, keterbatasan penggunaan fungsi lidah, kesulitan makan, kesulitan berbicara, airliur sulit di kontrol.

GEJALA KANKER LIDAH LANJUT

Pada stadium ini, kankernya sudah berkembang melampaui bagian tengah lidah, dan sudah terjadinya penyebaran ke kelenjar getah bening. Biasanya rute penyebarannya adalah ke kelenjar getah bening servikal, yang lalu diikuti ke kelenjar getah bening submental dan sekelompok getah bening dalam lainnya. Tingkat penyebarannya cukup cepat, jadi sebaiknya segera menjalani pengobatan sebelum parah.

Ahli di Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, bila sudah merasa ada gejala, segera periksakan diri ke dokter supaya tidak menunda pengobatan.

Gejala Kanker Adrenal

images (29)

Sumber : Modern Cancer Hospital Guangzhou

Kehidupan kerja yang cepat, diet yang tidak sehat, tekanan psikologis yang berat dan lain-lain. Di bawah tekanan dari serangkaian faktor, semakin banyak orang yang terganggu oleh tekanan darah tinggi. Namun, ada sebagian dari pasien hipertensi klinis, bahkan jika diresepkan oleh dokter obat untuk tekanan darah tinggi, tekanan darah masih saja tinggi. Apa alasannya?

images (30)Bahkan, hipertensi dengan kanker adrenal memiliki hubungan erat, pasien tidak bisa lalai. Selain tekanan darah tinggi, apa saja gejala dari kanker adrenal?Kanker adrenal terjadi pada tumor ganas kelenjar adrenal, dibagi menjadi kanker adrenocortical dan tumor medula adrenal. Dapatkah tumor dari korteks adrenal dan medula, menyebabkan fungsi variasi endokrin disebut tumor fungsional, tidak menyebabkan perubahan fungsi endokrin yang disebut non-berfungsi tumor.

Gejala Kanker Adrenal Kanker adrenocortical sebagian besar fungsional, sering menunjukkan virilisasi dan hyperfunction adrenal, dan rentan terhadap invasi lokal dan metastasis, limfatik dan penyebaran hematogen, umum kelangsungan hidup jangka waktu rata-rata 2 tahun.

Kanker adrenokortikal, volume tumor umumnya lebih besar, seringkali di lebih dari 100g, bahkan sampai 1000g, pertumbuhan ke segala arah, permukaan pleochroism kuning kecoklatan, agak lembut, seringkali nekrosis hemoragik dan cystic berubah.

Kortisol penyakit dan lebih oleh hiperplasia korteks adrenal atau tumor, menunjukkan wajah bulan, punuk kerbau, obesitas sentral, dan anggota badan, garis-garis tipis, optimis dan ungu, kelelahan, kelelahan, nyeri punggung bawah, hipertensi, hirsutisme, alopecia, jerawat, disfungsi seksual, amenore, atau mengurangi menstruasi. Kelainan Gonad disebabkan oleh tumor kortikal, dibagi menjadi pubertas prekoks, pseudohermafroditisme perempuan, wanita maskulin.

download (12)80% -90% dari pheochromocytomas di medula adrenal, gejala utamany adalah tekanan darah tinggi dan perubahan metabolik. Peningkatan paroksismal hipertensi, jantung berdebar, sesak napas, sakit kepala, berkeringat, tremor gugup, merasa dingin yang ekstrem. Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan anda bahwa saat tubuh mengeluarkan tanda-tanda, anda harus pergi memeriksakan diri ke rumah sakit, gejala tubuh yang kecil tidak boleh diabaikan.