Opong Jangan di Biarkan

gigi-ompong

Sumber : INTISARI

Selain mengganggu penampilan, ompong juga tidak baik buat kesehatan gigi. Namun mengapa gigi kita bisa ompong, ternyata ada banyak jalur penyebabnya. Sebaliknya, mengapa tak boleh dibiarkan ompong, juga ada latar belakangnya.

Ketika dua buah gigi depannya tiba-tiba terasa goyang, Andi kelihatan risau. Pria setengah baya ini yakin, tak lama lagi kedua giginya pasti copot, dan omponglah dia. Bukan apa-apa, selain “siulan maut” -nya tak lagi merdu, gigi ompong jelas akan merusak penampilannya. Mengapa giginya mendadak goyang, ia tidak tahu sebabnya. Apa lagi sejauh ini ia merasa sudah lumayan rajin merawat giginya baik-baik.

Malas tambal dan gosok gigi
ladokgi-tni-140212bIhwal gigi tanggal, ada beberapa penyebabnya . Drg. Undu kusbandono dari  bilang, yang alami Andi mungkin karena faktor pembentukan kantung gusi. Kebiasaan sering mencungkil-cungkil sisa makanan di sela-sela gigi membuat sisa makanan dengan mudah masuk ke dalam. Sisa makanan yang tersembunyi akan gampang membusuk sehingga menimbulkan radang mendalam. Lama kelamaan kekuatan jaringan pendukung gigi makin lemah, gigi mudah goyang dan akhirnya copot. Kantung gusi juga bisa terbentuk kalau teknik gosok gigi yang salah dilakukan secara teratur atau yang bersangkukutan malas gosok gigi.

Menggosok gigi, saran Undu, Idealnya harus dilakukan sedikitnya tiga kali sehari. Pagi setelah bangun tidur, sore sehabis makan, dan malam sebelum tidur. “Menggosok gigi sebelum tidur penting sekali,” tegas Undu, Sebab, selama tidur. tidak ada aktivas sehingga proses pembusukan akan lebih cepat terjadi.

Cara menggosok pun perlu dicermati. Untuk gigi bagian bawah gerakan menyikat diarah ke atas, sebaliknya gigi bagian atas diarahkan ke bawah. Tujuannya supaya sisa makanan yang nyelip di sela-sela gigi akan terbuang bersih, “Karena itu perlu dibiasakan menggosok gigi secara benar sejak kecil agar saat dewasa nanti gigi akan terawat dengan baik,” pesannya.

6848b0597ac9f612b274faf7f7b5b1b0Copotnya gigi juga bisa karena yang bersangkutan ceroboh, karena misalnya tidak segera menambal sewaktu gigi mulai berlubang. Bila didiamkan tetap berlubang, akan mudah membusuk, dan ketika infeksi sudah demikian parah, mau tak mau gigi harus dicabut. “Sayang kalaukejadiannya demikian,” tutur Undu. Padahal gigi berlubang mudah diobati kalau saja penderita cepat mampir ke dokter gigi.

Sayangnya, Justru berkunjung ke dokter gigi ini yang sering tidak dilakukan. Cara ngelesnya bisa macam-macam. Malas, tidak tahu, antrenya panjang, takut, bukan takut ongkosnya yang relatif mahal, melainkan ngeri membayangkan tindakan dokter dan efek kerja alat-alatnya itu! padahal, kata mereka yang rajin ke dokter gigi, kenyataannya tidak demikian.

Undu juga menyarankan, setelah gigi yang berlubang mendapat perawatan, usahakan jangan sampai bolak-balik ditambal lagi. Soalnya, kekuatan gigi lama-kelamaan akan menurun, menjadi rapuh, dan mudah pecah. “Untuk mencegah hal ituterjadi lagi, sebaiknya gigi “dibungkus” dengan pelindung, diberi crown,” jelasnya.

Masalah gigi akan semakin bertambah pada orang tua atau kakek kita (di atas 60 tahun). terutama karena jaringan gusi mereka menyusut. akibatnya, badan gigi akan tampak lebih panjang dan mudah tanggal. Namun, sebenarnya hal itu bisa dicegah kalau saja sejak muda kita rajin merawat gigi.

Sementara itu copotnya gigi lebih sulit dicegah pada penderita diabetes atau kencing manis. Gusi mereka mudah bengkak dan berdarah, mulut mudah berbau, serta gigi gampang goyang dan tanggal. Selain itu terlalu lama mengkonsumsi obat diabetes yang tidak terkontrol juga mengakibatkan jaringan gusi membesar.

Tumbuhnya tumor pada gusi juga memudah copotnya gigi. Penyebab lain yang acap bikin senewen, karena sifatnya mendadak, ialah trauma pada gigi, seperti tertonjok, kecelakaan, jatuh, dan sebagainya.

Gigi copot juga bisa bermula dari terbentuknya plak gigi. Plak berupa lapisan tipis transparan itu selalu melekat erat pada permukaan gigi, jaringan gusi, permukaan tambalan, atau gigi tiruan yanh kasar. Repotnya, lapisan plak tidak terlihat dengan mata telanjang. ia baru akan tampak bila dibubuhi cairan atau tablet pewarna khusus.

59300_gigi_anak_663_382Kalau kebersihan mulut dan gigi kurang diperhatikan, plak bisa terbentuk pada permukaan gigi dengan mudah. Plak memudahkan gigi berlubang (karies) karena disana akan berdiammikroorganisme pengubah gula menjadi asam yang merusak gigi. Lapisan plak juga bisa menyebabkan radang gusi (gingivitis) yang ditandai tepi jaringan gusi merah dan mudah berdarah. Kejahatan plak lainnya, ringan gusi merah dan mudah berdarah. Kejahatan plak lainnya, mengakibatkan proses pengapuran dan menimbulkan karang gigi. Karang gigi akan melekat erat pada gigi, dan akan menjadi tempat berkumpulnya bakteri penghasil racun yang akan merusak jaringan gusi sekaligus tulang di bawahnya.

Kalau keadaanya sudah demikian, maka jaringan gusi akan menjadi lunak, mudah membengkak, berdarah, bahkan bernanah sehingga membuat bau mulut tak sedap. Dalam keadaan akut kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit berdenyut-denyut. Bila terlambat diatasi, gigi pasti akan mudah goyang dan tidak dapat dijamin bisa tetap berada pada tempatnya.

Mau gigi palsu yang mana?
Kalau sampai gigi kita akhirnya tanggal juga, saran drg. Undu, sebaiknya jangan dibiarkan tetap ompong. “Usahakan untuk diisi dengan gigi palsu, “katanya. Selain merusak penampilan, ompongnya gigi juga akan menyulitkan ketika kita makan. Kecuali itu gigi depan, di belakang , atau disampingnya akan cenderung miring untuk mengisi daerah yang ompong itu. “Gigi yang tepat berada di bawah atau atasnya juga cenderung modot (memanjang) tambah undu.

full-dentureAda tiga macam gigi tiruan yang bisa digunakan untuk mengisi ruang ompong. Pertama, gigi palsu yang dapat dilepas, terbuat dari akrilik atau metal. Namunada beberapa kelemahan pada gigi palsu akrilik, yaitu antara lain mudah berbau, berubah warna, dan mudah pecah.
Sebaliknya, yang metal tidak berbau, tidak bisa berubah warna serta tahan banting. “Memang harganya bisa dua kali lipat yang akrilik, tetapi itu pun masih murah,” tambah Undu lagi. Kalau harga sebuah gigi akrilik sekitar Rp 50.000,- gigi metal bisa Rp 100.000,- dengan daya tahan 5-10 tahun. kalau terasa kurang nyaman dipakai (mudah terlepas misalnya), sebaiknya gigi palsu itu diganti.

Jenis gigi palsu kedua adalah gigi palsu cekat. Yang ini tentu saja lebih awet dan bersifat permanen. Setelah dua gigi di sebelahnya diasah, gigi palsuitu disemen (dibuat bridge, jembatan) ke gigi-gigi sebelahnya. Sebuah gigi cekat yang harganya Rp 750 ribu – Rp 1 juta ini terbuat dari porselen atau perselen berlapis metal.

Jenis ketiga, gigi palsu yang di tanam di atas gusi. Bagi mereka yang “kehilangan” banyak gigi, disarankan memilih tiruan jenis ini. Cara pemasangannya melalui proses pembedahan. Setelah gigi dibuka, tulang di dalamnya di bor untuk dipasangi pen yang berfungsi sebagai pegangan gigi palsu. Setelah pen dipasang, Anda boleh memilih mau gigi palsu lepas atau permanen untuk dipasangkan di situ. Tindakan ini memang butuh ongkos jauh lebih mahal, bisa Rp 5-10 juta per gigi namun, apa daya, dari pada pipi dan daerah sekitar mulut kempot gara-gara ompong!?

Bagaimanapun mencegah agar gigi tidak tanggal tetap lebih baik ketimbang harus mengisi dengan gigi palsu setelah ompong. Beberapa petunjuk berikut ini mungkin dapat mengurangi risiko gigi copot :

  • unduhan (1)Hindari terlalu banyak makan makanan manis atau asam yang mudah melekat pada gigi.
  • Kurangi kebiasaan ngemil di antara waktu makan. Sebaliknya, perbanyak mengkonsumsi makanan berserat.
  • Berhenti merokok karena rokok akan memperburuk keadaan dan warna gigi.
  • Hentikan kebiasaan menggunakan tusuk gigi. Gantikan dengan benang gigi (dental floss). Benang gigi lebih efektif membersihkan kotoran atau sisa makanan di sela-sela gigi.
  • Usahakan selalu mengunyah pada kedua sisi rahang agar pemakaian gigi seimbang.
  • Bersihkan mulut dan gigi dengan berkumur. Adakalanya membuang kotoran pada gigi bisa dibantu dengan menggunakan otot lidah, bibir dan pipi.
  • Menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur merupakan kebiasaan naik.
  • Gunakan obat kumur sesuai anjuran dokter.
  • Kunjungi dokter gigi setiap 3-6 bulan untuk kontrol.
  • Minum obat hanya sesuai anjuran bila gigi terasa sakit.

Gangguan pada gigi mungkin tampak ringan dan sepele, namun hal-hal kecil bisa saja menyebabkan gigi copot dan membuat Anda ompong. Sebab itu, merawat gigi sebaik-baiknya merupakan perilaku sehat yang perlu di pelihara.

Dot Bisa Hentikan ASI

Efek-Minum-Susu-Sambil-Tidur-Bahaya-untuk-Bayi_-1

Sumber http://www.info-sehat.com

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menyimpulkan bahwa bayi-bayi yang diberikan dot dan susu formula dalam waktu beberapa hari setelah lahir mempunyai kemungkinan 50% lebih tinggi untuk tidak lagi mendapat ASI eksklusif satu bulan kemudian.

Menurut peneliti dari University of Rochester, New York, masih belum jelas alasan mengapa hal itu terjadi. Apakah karena bayi mengalami “bingung puting” akibat dot dan botol susu ataukah karena ibu dari bayi-bayi tersebut mengalami penurunan dalam jumlah ASI.

Di antara bayi-bayi yang memerlukan susu formula juga terdapat perbedaan antara mereka yang minum melalui botol susu dan gelas. Ternyata, mereka yang mendapat susu melalui gelas lebih kecil kemungkinannya untuk berhenti mendapat ASI. Penyebabnya mungkin karena botol susu bisa memberikan susu formula dengan lebih baik sehingga bayi-bayi itu menjadi kenyang.

72a499efc16c5d578e8b82e97f27a86cDot memang bisa menimbulkan banyak masalah. Pemakaian dot yang berkepanjangan pun ditenggarai dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan gigi yang normal. Selain itu, insiden untuk terjadinya infeksi telinga pun ternyata meningkat.

Walaupun penelitian yang melibatkan lebih dari 700 bayi tersebut belum menjawab secara pasti mengapa hal itu terjadi, mari kita coba hentikan budaya pemberian dot dan susu botol dalam waktu yang terlalu dini.

Masih banyak jalan untuk menghentikan tangis buah hati tercinta selain sekedar “menyumpalnya” dengan dot. Suara dan belaian lembut penuh kasih yang Anda berikan tentu dapat menenangkan hatinya.

Deteksi Gigi Sensitif Dengan Cara Ini

Penyebab-Gigi-Sensitif

Sumber : Tim Sehatku Media

Rasa ngilu yang sering hadir ketika sedang asyik menikmati makanan favorit seringkali membuatmood untuk makan jadi menurun. Meski pendek atau hanya sesaat, tetap saja ada rasa tidak nyaman ketika makan.

Rasa ngilu seperti ini tidak boleh diabaikan karena bisa jadi merupakan gejala gigi sensitif. Penyebab utama gigi sensitif adalah terkikisnyaemail gigi sehingga lapisan di bawahnya yaitudentin gigi yang langsung terhubung dengan syaraf akan lebih terekspos. Untuk mendeteksi apakah rasa ngilu yang Anda rasakan disebabkan oleh gigi sensitif, ikuti beberapa cara berikut:

sensitive-teeth-greenspoint1. Cobalah kumur dengan air dingin

Pertama-tama cobalah rasakan, apakah ada rasa ngilu berdurasi pendek namun menusuk saat Anda berkumur dengan air dingin. Rasa ngilu ini cepat hilang dan berbeda dengan rasa ngilu yang konstan akibat gigi berlubang.

Selain timbul ketika mengkonsumsi makanan dan minuman bersuhu dingin, rasa ngilu yang jadi pertanda utama gigi sensitif juga akan terasa ketika mengkonsumsi makanan dan minuman yang sifatnya panas, manis, asam. Rasa ngilu ini juga datang ketika menggigit makanan yang bertekstur keras.

2. Katupkan gigi dan hirup udara dengan mulut

Gigi sensitif cenderung lebih peka terhadap udara dingin. Udara dingin yang masuk lewat sela-sela gigi akan menimbulkan rasa ngilu singkat pada penderita gigi sensitif. Rasa ngilu dapat dirasakan di beberapa gigi atau bahkan menyebar ke seluruh gigi. Selain lebih sensitif terhadap udara dingin, penderita gigi sensitif juga seringkali merasakan ngilu ketika menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan dental floss.

3. Perhatikan kebiasaan menyikat gigi

Apakah Anda memiliki kebiasaan menyikat gigi menggunakan sikat berbulu kasar dengan tekanan kuat dari kanan ke kiri? Anda yang sering melakukan kebiasaan seperti ini harus waspada pada kemungkinan terkikisnya lapisan luar (email) gigi yang dapat menyebabkan gigi sensitif.

bleaching-pd-gigi-membuat-g4. Ingat-ingat apakah Anda pernah melakukan proses pemutihan gigi

Pemutihan gigi memang sedang tren di kalangan masyarakat. Tetapi apabila terlalu sering, bahan hydrogen peroxide dan carbamide hydroxide yang digunakan dalam proses pemutihan gigi akan berefek samping terkikisnya email gigi sehingga gigi menjadi lebih sensitif.

Gigi sensitif bukanlah suatu penyakit yang menyerang gigi dan dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Untuk mengurangi sensitivitas gigi cobalah ubah kebiasaan menyikat gigi. Sikatlah gigi dengan sikat bertekstur lembut, perlahan-lahan dengan gerakan memutar. Penderita gigi sensitif juga diharapkan mengurangi makanan dan minuman yang tinggi kadar acid karena dapat mengikis enamel gigi.

Pasta gigi yang khusus diformulasikan untuk merawat gigi sensitif dapat juga mengurangi ngilu yang dialami penderita. Sikatlah gigi menggunakan Sensodyne Repair & Protect yang tak hanya melindungi sesaat, tapi juga dapat membentuk kembali lapisan mineral alami gigi yang sudah terkikis dengan teknologi

Cara Menggosok Gigi yang Baik

images (47)

Sumber : Xavier Quentin Pranata

Dulu saya merasa bahwa menggosok gigi dua kali atau tiga kali sehari sudah cukup. Namun setelah periksa ke dokter gigi, ternyata dokter sudah menganjurkan untuk menggosok gigi dengan cara yang benar.

Cara menggosok gigi yang baik :

  • download (19)Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gigi.
  • Gerakkan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat sebagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
  • Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
  • Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Ubah posisi sikat gigi sesering mungkin.
  • Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan keatas dan bawah melewati garis gusi.
  • Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
  • images (48)Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama disekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
  • Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan ditempat yang kering sehingga dapat mengering setelah dipakai.
  • Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.
  • Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini sebenarnya dapat membersihkan dengan lebih baik dibandingkan sikat gigi manual. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya dengan dokter gigi Anda.

Tampilkan Gigi Putih Cemerlang

download

Sumber : Berbagai sumber

Tidak semua orang di ciptakan dengan gigi berwarna putih.

Masing-masing orang memiliki warna dasar gigi yang berbeda. Anda yang memiliki gigi putih dipengaruhi oleh pembentukan tulang yang ada pada dasarnya memiliki genetika yang berbeda. Fakor genetika dan usia, mempunyai pengaruh yang cukup besar untuk ukuran tebal tipis sebuah gigi.

Dinding gigi yang tipis cenderung lebih trnsparan dan kuning. Gigi jenis ini pada umumnya membutuhkan bleaching agar bisa putih. Sedangkan lapisan gigi yang tebal cenderung berwarna terang

images (1)

.

Sebagian besar lapisan enamel yang terdapat pada bagian luar gigi adalah berwarna putih, namun lapisan bagian bawah yang disebut dentin secara alami berwarna kuning. Dalam beberapa kondisi lapisan enamel tidak mengalami mineralisasi secara baik, sehingga, menyebabkan warna email kurang jelas dan akhirnya yang Nampak adalah warna dentin yang kuning. Warna gigi alami yang kuning tidak dapat diputihkan kecuali menggunakan metode secara profesional yang dilakukan oleh ahli bedah dokter gigi.

Nikotin pada rokok jelas musuh bagi gigi Anda. Hampir semua perokok memiliki gigi berwarna kuning pekat atau berwarna kecoklatan, berkerak dan bahkan mulai rontok. Rokok juga menyebabkan karang gigi akibat dari pembakaran perubagan pada mukosa (selaput lendir) sehingga membuat mulut menjadi bau.

Faktor Lain

  • download (1)Teh, kopi, anggur, wortel, jeruk dan soda mempunyai efek “mewarnai” gigi. Terlebih lagi zat asam yang terdapat pada buah-buahan dan makanan lain seperti cika dapat membuat gigi berwarna kuning.
  • Obat juga dapat menjadi penyebab lain dari perubahan warna gigi menjadi kuning atau kehitaman.
  • Penggunaan antibiotic cenderung akan membuat warna gigi menjadi keruh kecoklatan.
  • Pertambahan usia atau penuaan juga dapat member perubahan pada warna gigi. Produktivitas tubuh untuk menyerap nutrisi dan vitamin. Oleh karena itu kalsium yang diserap oleh tubuh semakin lama semakin sedikit.
  • Stress juga mampu menimbulkan penipisan dinding gigi serta peminbunan kerak.
  • Cara Mengatasi Agar Gigi Menjadi Putih Cemerlang
  • imagesRawatlah gigi Anda dengan cara menyikat gigi pada pagi hari dan malam hari. Gunakan pasta gigi formula yang mengandung whitening atau bleaching.
  • Kunjungi Dokter gigi Anda secara berkala sedikitnya 6 bulan sekali untuk membersihkan plak dan karang gigi yang menumpuk.
  • Stroberi ternyata mempunyai efek alami yang dapat memutihkan gigi karena kandungan vitamin c yang sangat tinggi.
  • Berhenti merokok atau sebaiknya gunakan pipa filter saat merokok agar nikotin yang Anda hisap tidak terlalu tebal.
  • Whitening atau bleaching bisa menjadi cara instan memutihkan gigi. Bisa juga dengan teknik laser atau menggunakan tehnik teeth crown. Konsultasikan pada dokter gigi Anda dan memintalah saran yang tepat. Tentunya. Anda tinggal memilih sesuai isi dompet Anda!

Adenotonsilitis/ Tonsilitis Kronis

diet 2Sumber : RSUP SANGLAH

Adenotonsilitis / Tonsilitis Kronis adalah proses peradangan kronik pada adenoid atau tonsil. 

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO

Kuman group A streptokokus β hemolotikus , Pneumokokus, Strepto Kokus Viridan dan Streptokokus Piogenes.

Rangsangan menahun dari rokok, beberapa jenis makanan, hygiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat

TANDA DAN GEJALA

Menghilangkan Bau Mulut, Menghilangkan Bau Mulut, cara Menghilangkan Bau MulutPada pemeriksaan tampak tonsil membesar dengan permukaan yang tidak rata, kripta melebar dan beberapa kripti terisi oleh detritus. Rasa ada yang mengganjal di tenggorokan, dirasakan kering di tenggorokan dan nafas berbau.

Pada pembesaran adenoid akan timbul gejala seperti anak bernafas melalui mulut, gangguan tidur (sleep apnea), tidur ngorok, gangguan menelan, gangguan berbicara, kelainan bentuk wajah muka dan gigi (adenoid face), infeksi telinga tengah yang berulang, retardasi mental dan pertumbuhan fisik yang berkurang.

DETEKSI DINI

Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit, gejala dan tanda klinik.

PENGOBATAN

Terapi local ditujukan pada hygiene mulut dengan berkumur atau obat hisap. Bila terdapat indikasi maka dilakukan adenotonsilektomi atau tensilektomi.

Komplikasi yang dapat terjadi

  1. Komplikasi ke daerah sekitarnya berupa rinitis kronis, sinusitis atau otitis media secara perkontinuitatum.
  2. Komplikasi jauh dapat terjadi secara hematogen atau limfogen dan dapat timbul endokarditis, arthritis, miositis, nefritis, uveitis, iridosiklitis, dermatitis, pruritus, urtikaria dan furunkulosis.


PROGNOSIS

Cenderung baik bila penanganan dilakukan dengan tepat. Tetepi bila terlambat dan sudah terjadi komplikasi, terutama komplikasi jauh, maka prognosis mengarah buruk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan

  1. images (36)Mengetahui tanda & gejala penyakit adenotonsilitis / tonsilitis kronis, segera membawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat.
  2. Menghindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya adenotonsilitis / konsilitis kronis

REFERENSI

  1. Bailey BJ. Head and Neck Surgery-Otolaryngology, Third Edition, Lippincott Wiliams & Wilkins, Philadelphia, 2001
  2. Lore JM Medina JE. An Atlas of Head and Neck Surgery, Fourth Edition, Elsevier Inc, W.B Saunders, Philadelpia, 2005
  3. Kolegium Ilmu Kesehatan THT-KL. Modul Faring & Laring. Jakarta, 2008, Edisi I
  4. Soepardi, E.A., dkk. (Penyunting) , Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT- KL. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007, Edisi VI

ABSES/ INFILTRAT PERITONSILAR

penyakit absesSumber : RSUP SANGLAH

Abses adalah kumpulan nanah yang terakumulasi di sebuah jaringan karena adanya proses infeksi. proses ini merupakan reaksi perlindungan oleh jaringan untuk mencegah penyebaran / perluasan infeksi ke bagian lain dari tubuh.

Abses leher dalam ialah abses yang terbentuk di dalam ruang antara fasia leher dalam sebagai akibat dari penjalaran infeksi seperti gigi, mulut, tenggorokan, sinus paranasal, telinga tengah & leher tergantung ruang mana yang terlibat. (ruang sepanjang leher ruang terbatas di atas & bawah tulang hyoid, ruang viscera anterior / ruang pre trakea).

Penyebab Penyakit Abses/infiltrat peritonsilar

  1. Kuman group A Streptokokus hemolotikus
  2. Pneumokokus
  3. Streptokokus viridan
  4. Streptokokus piogenes

Faktor Risiko Abses/infiltrat peritonsilar

Komplikasi tonsillitis akut atau infeksi yang bersumber dari kelenjar mukus weber di kutub atas tonsil

Tanda dan Gejala Abses/infiltrat peritonsilar

  1. sakit tenggorokanNyeri menelan hebat
  2. Nyeri telinga pada sisi yang sama
  3. Muntah
  4. Mulut berbau
  5. Banyak ludah
  6. Suara menggumam
  7. Kadang-kadang sukar membuka mulut
  8. Pembengkakan kelenjar submanibula dengan nyeri tekan

Karena infeksi terjadi di mulut karena itu tanda-tanda diatas berkaitan dengan fungsi mulut, juga bagian telinga, karena mulut dan telinga mempunyai saraf-saraf yang saling terhubung. Suara menjadi terganggu seperti menggumam karena keluarnya suara dari rongga mulut tidak sempurna akibat infeksi.

Pencegahan Dini Abses/infiltrat peritonsilar

Diagnosis bedasarkan riwayat penyakit, gejala dan tanda klinik.

  1. Pada pemeriksaan tampak platum molle bengkak dan menonjol ke depan dan dapat teraba fluktuasi.
  2. Uvula bengkak dan terdorong ke sisi kontralateral
  3. Tonsil bengkak
  4. Hipermimungkin banyak detritus dan terdorong ke arah depan, tengah serta bawah.

Penanganan Abses/infiltrat peritonsilar

  1. Pada stadium infiltrasi diberikan antibiotika & obat simptomatis. Juga perlu kumur-kumur dengan cairan hangat & kompres dingin pada leher
  2. Bila telah terbentuk abses, kemudian diinsis untuk dikeluarkan nanah
  3. Pasien dirawat dalam posisi trendelenberg.
  4. Pasien dianjurkan untuk operasi tonsilektomi 4 minggu setelah tenang.

images (21)Komplikasi Abses/infiltrat peritonsilar

  1. Abses pecah spontan dapat menyebabkan pendarahan, aspirasi paru atau piemia
  2. Penjalaran infeksi & abses ke daerah parafaring sehingga terjadi abses parafaring. Pada penjalaran selanjutnya masuk ke mediastinum sehingga terjadi mediastinitis
  3. Bila terjadi penjalaran ke daerah intraknial dapat berakibat thrombus sinus kavernosus
  4. Meningitis & abses otak

Prognosis

Mengarah baik bila penanganan dilakukan pada waktu dan dengan teknik yang tepat, tetapi bila terlambat dan sudah terjadi komplikasi maka prognosis mengarah buruk

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

Mengetahui tanda & gejala penyakit abses/ infiltrat peritonsilar, segera membawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat.

Refrensi

  •  Bailey BJ. Head and Neck Surgery – Otolaryngology, Third Edition, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia, 2001
  • Lore JM, Medina JE. AN Atlas of Head and Neck Surgery, Fourth Edition, Elsevier Inc, W.B Saunders, Philadelphia, 2005
  • Kolegium Ilmu Kesehatan THT-KL. Modul Faring & Laring. Jakarta, 2008, Edisi I
  • Soepardi, E.A. dkk. (Penyunting), Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT-KL. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007, Edisi IV

Pentingnya Memilih Sikat Gigi

Sumber: Drg. Kaharuddin SpOrt & Prof Dr Drg Hj Melanie Soedono, MBiomed

Memilih sikat gigi ternyata tak semudah yang Anda kira. Salah memilih sikat gigi bisa membuat Anda tidak mendapatkan hasil yang maksimal, dan malah membuat gigi tambah menderita.

Prof Dr Drg Hj Melanie Soedono, MBiomed, menyayangkan bahwa sampai saat ini masih banyak orang yang belum teredukasi mengenai hal ini, dan cenderung menganggap semua sikat gigi adalah sama. Hal ini membuat orang menilai semua jenis sikat gigi aman digunakan untuk semua orang, dan semua jenis gigi. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat, karena setiap sikat gigi punya fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Untuk membedakan jenis sikat gigi, perhatikan struktur sikat dan tekstur bulunya. Misalnya, struktur batang sikat yang elastis dan ujung kepala yang mengecil diciptakan untuk membantu membersihkan gigi bagian dalam. Tekstur bulu sikat yang lembut ditujukan untuk membantu mengurangi rasa sakit pada penderita gigi sensitif atau gangguan mulut lainnya saat menyikat gigi. Sedangkan tekstur bulu sikat yang agak keras dan bulu sikat yang zig-zag bertujuan untuk membantu menghilangkan kotoran di gigi dengan lebih baik untuk mendapatkan kebersihan gigi maksimal sampai ke sela-sela gigi.

Jika salah memilih sikat gigi, penderita gigi sensitif atau gangguan mulut lainnya akan mengalami rasa sakit pada gigi dan yang lebih parah bisa menyebabkan perdarahan pada gusi. Penderita gigi sensitif harus memilih sikat gigi dengan batang yang lentur, kepala sikat yang lebih kecil, dan bulu sikat yang ekstra lembut. Pilihlah sikat gigi yang tidak merusak gigi dan email gigi, tidak membuat gigi terkikis dan efektif membersihkan semua permukaan gigi. Jangan menyikat gigi terlalu kuat karena akan merusak tepi gusi. Hal terpenting dalam menyikat gigi adalah memiliki banyak pola gerakan sehingga tidak monoton dan tidak memberi efek samping yang merusak.

Bentuk sikat gigi atau tungkai sikat gigi bukanlah pengaruh dalam membersihkan gigi, ujar Drg. Kahar. Hal terpenting adalah pola gerakan tangan dalam membersihkan gigi atau cara menyikat giginya. Tidak menutup kemungkinan bentuk kepala sikat gigi memiliki pengaruh dalam membersihkan gigi, karena jika bentuk kepalanya besar tetapi rongga mulutnya kecil maka akan menyulitkan dalam membersihkan gigi bagian dalam.

Tips memilih sikat gigi: pilihlah sikat gigi yang tidak terlalu kaku dan ujung bulu yang membulat, hindari kepala sikat yang besar dan bulu sikat yang banyak. Jika perlu milikilah 2 sikat gigi (satu sikat gigi yang standar untuk dewasa dan satu sikat gigi untuk anak-anak). Hal itu untuk menyikat bagian yang tidak dapat dijangkau pada sikat gigi dewasa. Gantilah sikat gigi tiap tiga bulan sekali atau ketika sikat terlihat mulai rusak atau mengembang. Sikat gigi elektrik kurang efektif dalam membersihkan gigi, karena gerankannya yang terbatas dan bulu sikatnya sedikit.

Tips memilih pasta gigi: pilihlah pasta gigi sesuai dengan kebutuhan. Jika memiliki gigi yang ngilu dan sensitif, maka gunakanlah pasta gigi yang memang dikhususkan untuk gigi sensitif.

Jaga kebersihan sikat gigi Anda!

Untuk mencegah kuman, selalu simpan sikat gigi di tempat yang jauh dari kloset. “Saat kita menekan tombol flush di kloset, uap dari air akan menempel ke berbagai permukaan di dalam toilet, termasuk ke sikat gigi,” kata Charles Gerba, ahli mikrobiologi. Karena itulah sebaiknya simpan sikat gigi di tempat yang agak jauh dari kloset atau tempat tertutup. Selain itu, sebaiknya sikat gigi tidak berdekatan dengan sikat gigi milik orang lain untuk mencegah kontaminasi. Setiap sikat gigi bisa mengandung 10 juta mikroba, termasuk bakteri penyebab penyakit gusi dan lubang di gigi. Mikroba tersebut bisa bertahan sampai satu hari dalam sikat gigi.

“Sikat gigi adalah tempat yang ideal untuk berbagai kuman dan bakteri karena mengandung air dan juga makanan kuman. Sikat gigi juga merupakan pintu masuk ke tubuh manusia,” kata Dr.Tom Glass, pakar patologi mulut dari Universitas Oklahoma. Selalu bersihkan sikat gigi setelah digunakan dan hindari menyimpannya di tempat kecil, lembab dan tertutup. Untuk mencegah penularan, sebaiknya ganti sikat gigi dengan baru setelah Anda sembuh dari penyakit influenza. Bila Anda menderita penyakit sistem imun, disarankan untuk berkumur dengan obat kumur sebelum Anda menyikat gigi. Cara lain untuk mengurangi tumpukan bakteri di sikat gigi adalah merendamnya dalam cairan obat kumur antibakteri. Para pakar juga tidak menyarankan untuk melakukan sterilisasi sikat gigi dengan menaruhnya dalam microwave atau mesin pencuci piring karena akan merusak plastik.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.