Apa Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Kanker Payudarah (Penyebaran, Terapi, Kemoterapi)

images (7)

Sumber : Tim Sehatku Media

Penyebaran kanker payudara

  • Seperti halnya jenis kanker lainnya, kanker payudara memiliki kemampuan untuk menyebar dan tumbuh terpisah dari kanker induknya, Penyebaran dapat melalui pembuluh darah atau kelenjar limfe. Beberapa sel dapat menempel pada organ tubuh lain dan mulai tumbuh, proses ini disebut metastasis. 
  • Terapi kanker berhasil, jika tidak hanya kanker primer yang dapat diambil tetapi sel-sel kanker yang telah bermetastasis harus dapat dihancurkan. 
  • Paling sering sel-sel kanker payudara menyebar melalui salurah getah bening ke kelenjar getah bening ketiak, yaitu dalam rasio 1 : 3 wanita kanker payudara. 
  • 0a08bc0026efa55a2148d15db8bc8712_kenali-kanker-payudaraKanker juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya seperti pada tulang, hati dan paru. Pada wanita yang baru terdiagnosis kanker payudara dengan penyebaran dalam ukuran mikroskopis akan sulit terdeteksi. 
  • Umumnya pemeriksaan scan juga tidak selalu rutin dilakukan untuk menilai adanya penyebaran pada organ tubuh lainnya. 
  • Penyebaran secara mikroskopis dari kanker payudara ke KGB aksila dapat dideteksi oleh seprang ahli patologi, yang akan memeriksa KGB yang diangkat pada saat operasi. Jika kanker telah mennyebar pada KGB aksila diperkirakan telah terjadi penyebaran secara mikroskopis ke organ tubuh lainnya. 
  • Terapi yang umumnya diberikan setelah tindakan operasi ditujukan terutama untuk menyingkirkan kanker yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya secara mikroskopis.

Terapi dengan obat

  • Umumnya pasien kanker payudara akan dinasihati untuk mendapatkan obat-obatan setelah menjalani operasi, disebut dengan terapi ajuvan. Tujuanna adalah akan menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang tidak dapat diangkat dengan operasi, terapi ini bertujuan mengurangi rekurensi kanker. 
  • Dua jenis obat yang dapat digunakan adalah terapi hormonal dan kemoterapi, beberapa wanita dapat menggunakan kedua jenis obat tersebut jika cocok. 
  • Ahlo patologi akan melakukan pemeriksaan (tes hormone atau reseptor estrogen) pada sel kanker yang jika positif dan diberikan terapi hormonal. 
  • Kemoterapi umumnya ditawarkan jika kanker payudara berisiko tingi mengalami penyebaran, khususnya jika telah ditemukan tumor telah menyebar pada KGB aksila atau reseptor estrogen ditemukan negative. 
  • Tidak semua pasien kanker payudara membutuhkan terapi dengan obat-obatan, kanker payudara dengan gambaran patologi dengan sangat baik/tidak ganas, tidak diperlukan terapi obat-obatan yang akan mengurangi efek samping obat-obatan, tetapi jika hasil patologi kurang baik, berisiko terjadi penyebaran atau rekurensi sehingga diperlukan terapi dengan obat-obatan. 
  • Dokter ahli onkologi akan memberikan nasihat mengenai obat yang sesuai yang dapat diberikan kepada setiap individu pasien kanker payudara. 

Faktor Pertumbuhan Kanker dan Reseptor-reseptor

  • downloadSel-sel kanker seringkali sangat tergantung pada zat yang dinamakan faktor pertumbuhan (Growth Factors) yang akan membantu pertumbuhan dari sel-sel kanker. Hal ini dapat menjadi terapi kanker payudara yaitu dengan menghentikan kerja dari faktor pertumbuhan. 
  • Sel-sel payudara normal juga dipengaruhi oleh hormone estrogen dan progesterone yang diproduksi secara alami oleh tubuh kita. Estrogen merupakan salah satu faktor pertumbuhan penting pada kanker payudara. 
  • Padas el kanker payudara yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormone estrogen, hal itu disebabkan karena sel kanker payudara memiliki protein reseptor estrogen/estrogen receptor (ER). ER ini seperti seperti lubang kunci yang akan terbuka dengan adanya kunci yaitu estrogen yang akan menstimulasi sel-sel kanker untuk tumbuh. Seorang ahli patologi dapat memastikan adanya ER dari sampel sel tumor dengan menggunakan pewarnaan, jika ER positif ditemukanm terapi hormonal seperti tamoxifen dapat digunakan untuk menghambat berikatnya estrogen dengan ER. 
  • Cara lain untuk menghentikan pengaruh estrogen pada sel kanker payudara adalah dengan mencegah tubuh untuk memproduksi hormone estrogen tersebut. Pada wanita muda obat-obat yang akan mengganggu fungsi ovarium dapat digunakan sedangkan pada wanita postmenopause, digunakan obat-obat yang menghentikan produksi estrogen dari jaringan lemak, beberapa merek dagang diantaranya adalah Arimidex, Femara dan Aromasin. 
  • Saat ini obat-obat dari kelas baru yang dapat digunakan menghambat reseptor faktor pertumbuhan. Dengan ditemukannya reseptor-reseptor pada permukaan sel. Salah satu contohnya adalah HER2 yang dapat dihambat dengan Trastuzumab (Herceptin), sebagian kecil wanita cukup diuntungkan dengan adanya obat ini karena tadi ditemukannya HER2 positif pada kanker payudara stadium lanjut. 

Terapi Hormonal

  • images (5)Jika seorang ahli patologi menemukan kanker payudara dengan ER positif, dokter anda akan merekomendasikan terapi hormonal, yang bekerja mencegah estrogen menstimulasi pertumbuhan dari sel-sel kanker payudara tersebut. 
  • Meskipun setelah melewati masa menopause, tubuh masih memproduksi estrogen dari jaringan lemak, beberapa obat dapat menghentikan produksi estrogen. 
  • Sejak tahun 1970 terapi hormonal yang paling sering digunakan adalah tamoxifen, tamoxifen bekerja dengan menghambat pertumbuhan dari sel-sel kanker payudara. 
  • Tamoxifen berbentuk tablet yang dimakan setiap hari selama 5 tahun, efek samping yang paling sering ditemukan adalah memburuknya keluhan-keluhan gejala menopause, jarang sekali tamoxifen akan membentuk bekuan darah atau tumbuhnya kanker pada uterus, meskipun sebagian besar tidak mengalami efek samping tersebut dan umumnya keuntungan yang didapat dari menggunakan terapi tamoxifen lebih besar dari risiko serius akibat efek samping tersebut. 
  • Jika seseorang masih dalam periode produktif, terapi untuk menghentikan fungsi ovarium dapat digunakan dengan mengangkat ovarium atau digunakan obat-obatan selama 2 tahun yang akan membuat secara menetap terjadinya menopause. 
  • Kemoterapi juga dapat menyebabkan menopause yang akan memberikan keuntungan bagi wanita kanker payudara yang sensitive terhadap hormonal. 

Kemoterapi

  • Kemoterapi bekerja dengan menghentikan sel-sel yang sedang tumbuh secara cepat, sehingga beberapa sel-sel tubuh normal seperti akar rambut dapat juga mengalami gangguan pertumbuhan selama mendapatkan kemoterapi, tetapi tubuh akan dapat memperbaikinya (itu sebabnya rambut akan kembali tumbuh setelah selesainya kemoterapi). Sel-sel kanker akan lebih sulit untuk dapat memperbaiki setelah mendapatkan kemoterapi, sehingga kemoterapi memang lenih selektif menghancurkan sel-sel kanker. 
  • Wanita muda dan kanker payudara yang telah mengalami penyebaran pada KGB, lebih berisiko tinggi terjadi rekurensi, sehingga kemoterapi akan banyak memberikan manfaat, dokter yang bertanggungjawab akan mendiskusikan potensi-potensi rekurensi tersebut. 
  • Kemoterapi diberikan secarap drip IV biasanya setiap 3 minggu selama 4-6 bulan. 
  • Normalnya 1-3 jenis kemoterapi berbeda digunakan dalam waktu yang sama, dokter anda akan mendiskusikan pilihan-pilihan tersebut. 
  • images (9)Efek samping kemoterapi tergantung jenisnya, umumnya adalah rambut mengalami kerontokan (bersifat sementara) dan perasaan letih yang tidak menyenangkan, obat anti muntah juga rutin diberikan sebelum kemoterapi untuk mencegah mual dan muntah. 
  • Risiko infeksi juga meningkat selama menjalani kemoterapi. Hal itu disebabkan menurunnya jumlah sel darah putih sehingga tidak mampu memberikan perlindungan selama menjalani kemoterapi. 
  • Kemoterapi juga dapat menyebabkan menopause baik sementara atau menetap khususnya pada wanita di atas usia 40 tahun, hal ini akan menguntungkan pasien kanker payudara yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormone estrogen. 
  • Jika masih mengharapkan keturunan, pemberian kemoterapi dapat didiskusikan untuk dapat mempertahankan fertilitas.

Pro-Kontra Kemoterapi dan Terapi Hormon

Sumber: Tim Cancer Helps & WebMD Health News

Semua jenis pengobatan kanker yang akan anda pilih pasti memiliki konsekuensi secara fisik maupun keuangan, dalam jangka panjang atau jangka pendek. Karena itu, Anda harus yakin terhadap pilihan Anda. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyesalan diri atau sikap menylahkan orang lain di kemudian hari.

Kemoterapi merupakan standar terapi untuk pengobatan kanker. Obat-obatan kemoterapi kebanyakan bersifat sitotoksik, yaitu bekerja dengan meracuni sel-sel yang paling cepat membelah diri di dalam tubuh kita. Obat-obatan ini bekerja melalui aliran darah dam mampu bekerja dengan cepat menumpas sel-sel kanker yang telah menyebar melalui aliran darah atau pembuluh getah bening dan organ-organ lain.

Jadi, saat sel-sel kanker Anda sedang menyebar dengan cepat, pengobatan kemoterapi merupakan salah satu cara efektif untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker tersebut. Namaun, anda perlu ingat kemoterapi bukan tanpa efek samping. Biasanya dokter Anda akan menginformasikan potensi efek samping yang mungkin timbul sebelum Anda memutuskan memilih pengobatan ini.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Barron, seorang pakar teknologi pangan dari Harvard dan MIT. Di dalam artikelnya yang berjudul “Chemoterapy, An Interesting Choice”, ia telah menuliskan bahwa kerugian utama kemoterapi adalah obat-obatan ini tidak hanya membunuh sel-sel kanker yang sedang membeleh diri, tetapi semua sel sehat yang sedang membelah diri dengn cepat.

Nah, pasti anda bertanya mengapa akibat dari kemoterapi seringkali memiliki efek negative pada tubuh?

Pertama, proses yang sangat mengkin terjadi saat dilakukan kemoterapi adalah sel-sel kekebalan tubuh-terdiri atas sel darah putuh jenis T dan B limfosit-yang sedang membelah diri dengan cepat akan ikut matiakibat sifat sitotoksik obat kemoterapi. Alhasil, tubuh akan lebih mudah terkena infeksi terutama setelah perawatan. Itulah sebabnya mengapa kemoterapi sering bersifat imunosupresan-menekan daya tahan tubuh.

Kedua, Proses yang sangat memungkinkan terjadi adalah sel-sel sehat lainnya yang sedang tumbuh cepat-seperti sel-sel sumsum tulang yang memproduksi sel-sel darah, sel-sel di dalam perut dan usus, serta sel-sel folikel rambut-juga ikut mati.

Dari kedua kemungkinan di atas , obat-obatan yang sebelumnya bertujuan untuk meracuni sel-sel kanker, justru menciptakan rasa sakit pada pasien. Racun di dalam obat-obatan tersebut akan menyerang sel-sel darah dan menyebabkan keracunan. Tak hanya itu, system pencernaan dapat mengalami syok tek terkontol sehingga menyebabkan pasien mual, diare, tidak nafsu makan, perut kram, dan berangsur-angsur melemah.

Lalu, bagaimana efek negative dari pengobatan terapi hormon?

Terapi hormon adalah terapi kanker yang umum digunakan bagi pasien kanker yang memiliki reseptor hormone positif. Terapi hormon paling umum di gunakan dalam pengobatan kanker payudara dan kanker prostat. Namun, tidak efektif digunakan dalam pengobatan sel-sel kanker yang memiliki resptor hormone negative. Perlu juga anda ketahui bahwa terapi hormin memiliki efek samping. Namaun, akan berhenti saat terapi dihentikan. Jadi, jangan khawatir. Beberapa efek samping dari obat9obat terapi dihentikan. Jadi, jangan khawatir.

Target Terapi Masih Menjadi Perdebatan

Target terapi telah banyak mengubah pandangan medis mengenai pengobatan kankerr dalam waktu 10 tahun terakhir ini. Secara umum, obat-obatan target terapi memiliki toleransi terhadap tubuh yang baik jika dibandingkan dengan obat-obatan kemoterapi. Namun, obat-obatan target terapi pun tak lepas dari kelemahan. Sebagian besar tumor-berbentuk massa padat atau daging –memiliki sifat genetic yang kompleks. Katakan memiliki lebih dari 20 faktor pendukung pertumbuhan. Semakin lanjut (advance) perkembangan tumor, semakin besar pula heterogenitasnya dari sisi molekuler. Karena itu, beberapa ahli masih memperdebatkan efektivitas target terapi dalam mematikan perkembangan tumor dengan hanya menargetkan satu faktor pendukung perkembangan kanker.

Obat-obatan target terapi relatif sangat mahal dan belum terjangkau semua kalangan. Lamanya pasien kanker harus mengonsumsi obat-obatan target terapi juga bukan perkara yang mudah dijawab. Selain itu, onat-obatan ini memiliki beberapa efek samping yang harus diwaspadai, seperti kegagalan jantung, hipertesi, dan penggumpalan darah. Dalam artikelnya yang berjudul “Targeted Therapies: A New Generation of Cancer Treatment”, David E.Gerber, MD dari University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, Texas menuliskan secara ringkas obat-obatan target terapi dan efek samping yang perlu diwaspadai.

Sekarang pasti terbesit sekelumit pertanyaan dalam benak Anda. Seberapa besar keberhasilan pengobatan kemoterapi atau terapi hormone bagi saya?

Sejak saat ini, Anda tidak perlu repot untuk menganalisis jenis-jenis obat kemoterapi karena sudah ada program computer online yang dapat membantu Anda menghitung probabilitisnya. Anda dapat membuka http://www.adjuvantonline.com. Berdasarkan data yang anda masukan program tersebut dapat memberikan jawaban grafis mengenai apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukan jenis pengobatan apa pun setelah operasi pengangkatan tumor, serta perkiraan konstibusi terapi hormon dan atau pengarus kemoterapi terhadap kesembuhan Anda.

Dalam bukunya yang berjudul Breast Cancer:The Herbal Option, Prof Chris K.H. Teo mengutip tulisan dari Gina Colata (The New York Times, 12 April 2006: Studies Challenge Traditional Breast Treatment) menyatakan beberapa kemungkinan sebagai berikut.

- Tiga perempat wanita yang sudah menopause memiliki tumor dengan ER positif. Mereka dapat diobati dengan terapi hormone. Kegunaannya kemoterapi pada kelompok pasien ini sangat minim.
– Wanita sebelum mengalami menopause memiliki tumor dengan ER negatif. Kelompok ini paling membutuhkan kemoterapi, tetapi terapi hormone tidak membantu.
– Sekitar 15-20% wanita memiliki reseptor HER2 positif. Kanker payudara tipe ini sangat efektif di berikan taxol. Namun , taxol tidak efektif untuk pasien dengan reseptor HER2 negatif (80-85% kasus).

Jadi, bukan perkara yang gampang dan mudah untuk memutuskan terapi yang cocok bagi Anda!

Kemoterapi atau obat-obatan terapi hormon seperti halnya pisau bermata dua. Namun, jangan terlampau risau akan hal ini. Dokter tentunya sudah ahli dan akan memberikan rekomendasi pengobatan terbaik bagi kesembuhan Anda. Memang tidak mudah mendapatkan pengobatan kanker yang sepenuhnya berhasil. Ibarat bermain di atas balok keseimbangan, di satu sisi Anda ingin membuang sebanyak-banyaknya sel-sel kanker, tetapi di sisi lain anda tidak ingin menurunkan kualitas kehidupan.

Kemoterapi atau obat-obatan dapat digunakan dengan tujuan baik atau buruk. Semua tergantung bagaimana penggunaannya. Sesungguhnya, kami yakin dan percaya bahwa semua dokter menginginkan Anda sembuh dari segalanya. Apabila anda sembuh berarti dokter telah berhasil manjalankan tugasnya dengn baik. Jika anda melengkapi diri dengan pengetahuan ini, kami berharap Anda dapat menjadi pasien yang cerdas dan krisis serta menjadi rekan diskusi yang andal bagi dokter dengan tujuan akhir sebuah pengobatan yang berhasil. Pada akhirnya, diri sendirilah yang harus memutuskan jenis pengobatan mana yang terbaik buat Anda.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

Pro-Kontra Kemoterapi dan Terapi Hormon

Sumber: Tim CancerHelps

Selamat Pagi Pembaca, Segenap Team Blog Sehat Indonesiaku Mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia dan juga Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 

Semua jenis pengobatan kanker yang akan anda pilih pasti memiliki konsekuensi secara fisik maupun keuangan, dalam jangka panjang atau jangka pendek. Karena itu, Anda harus yakin terhadap pilihan Anda. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyesalan diri atau sikap menylahkan orang lain di kemudian hari.

Bagian ini khusus bagi anda yang sedand dihadapkan pada pilihan pengobatan kemoterapi, terapi hormone, atau target terapi.

Kemoterapi – Suatu Pilihan Menarik dan Membingungkan

Kemoterapi merupakan standar terapi untuk pengobatan kanker. Obat-obatan kemoterapi kebanyakan bersifat sitotoksik, yaitu bekerja dengan meracuni sel-sel yang paling cepat membelah diri di dalam tubuh kita. Obat-obatan ini bekerja melalui aliran darah dam mampu bekerja dengan cepat menumpas sel-sel kanker yang telah menyebar melalui aliran darah atau pembuluh getah bening dan organ-organ lain.

Jadi, saat sel-sel kanker Anda sedang menyebar dengan cepat, pengobatan kemoterapi merupakan salah satu cara efektif untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker tersebut. Namun, anda perlu ingat kemoterapi bukan tanpa efek samping. Biasanya dokter Anda akan menginformasikan potensi efek samping yang mungkin timbul sebelum Anda memutuskan memilih pengobatan ini.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Barron, seorang pakar teknologi pangan dari Harvard dan MIT. Di dalam artikelnya yang berjudul “Chemoterapy, An Interesting Choice”, ia telah menuliskan bahwa kerugian utama kemoterapi adalah obat-obatan ini tidak hanya membunuh sel-sel kanker yang sedang membeleh diri, tetapi semua sel sehat yang sedang membelah diri dengn cepat.

Nah, pasti anda bertanya mengapa akibat dari kemoterapi seringkali memiliki efek negative pada tubuh?

Pertama, proses yang sangat mengkin terjadi saat dilakukan kemoterapi adalah sel-sel kekebalan tubuh-terdiri atas sel darah putuh jenis T dan B limfosit-yang sedang membelah diri dengan cepat akan ikut matiakibat sifat sitotoksik obat kemoterapi. Alhasil, tubuh akan lebih mudah terkena infeksi terutama setelah perawatan. Itulah sebabnya mengapa kemoterapi sering bersifat imunosupresan-menekan daya tahan tubuh.

Kedua, Proses yang sangat memungkinkan terjadi adalah sel-sel sehat lainnya yang sedang tumbuh cepat-seperti sel-sel sumsum tulang yang memproduksi sel-sel darah, sel-sel di dalam perut dan usus, serta sel-sel folikel rambut-juga ikut mati.

Dari kedua kemungkinan di atas , obat-obatan yang sebelumnya bertujuan untuk meracuni sel-sel kanker, justru menciptakan rasa sakit pada pasien. Racun di dalam obat-obatan tersebut akan menyerang sel-sel darah dan menyebabkan keracunan. Tak hanya itu, system pencernaan dapat mengalami syok tek terkontol sehingga menyebabkan pasien mual, diare, tidak nafsu makan, perut kram, dan berangsur-angsur melemah.

Lalu, bagaimana efek negative dari pengobatan terapi hormone?

Terapi hormone-Tak Perlu Dikhawatirkan

Terapi hormon adalah terapi kanker yang umum digunakan bagi pasien kanker yang memiliki reseptor hormone positif. Terapi hormon paling umum di gunakan dalam pengobatan kanker payudara dan kanker prostat. Namun, tidak efektif digunakan dalam pengobatan sel-sel kanker yang memiliki resptor hormone negative. Perlu juga anda ketahui bahwa terapi hormin memiliki efek samping. Namaun, akan berhenti saat terapi dihentikan. Jadi, jangan khawatir. Beberapa efek samping dari obat9obat terapi dihentikan. Jadi, jangan khawatir. Beberapa efek samping dari obat-obat terapi hormon.

C. Target Terapi Masih Menjadi Perdebatan

Target terapi telah banyak mengubah pandangan medis mengenai pengobatan kankerr dalam waktu 10 tahun terakhir ini. Secara umum, obat-obatan target terapi memiliki toleransi terhadap tubuh yang baik jika dibandingkan dengan obat-obatan kemoterapi. Namun, obat-obatan target terapi pun tak lepas dari kelemahan.

Sebagian besar tumor-berbentuk massa padat atau daging –memiliki sifat genetic yang kompleks. Katakan memiliki lebih dari 20 faktor pendukung pertumbuhan. Semakin lanjut (advance) perkembangan tumor, semakin besar pula heterogenitasnya dari sisi molekuler. Karena itu, beberapa ahli masih memperdebatkan efektivitas target terapi dalam mematikan perkembangan tumor dengan hanya menargetkan satu faktor pendukung perkembangan kanker.

Obat-obatan target terapi relatif sangat mahal dan belum terjangkau semua kalangan. Lamanya pasien kanker harus mengonsumsi obat-obatan target terapi juga bukan perkara yang mudah dijawab. Selain itu, onat-obatan ini memiliki beberapa efek samping yang harus diwaspadai, seperti kegagalan jantung, hipertesi, dan penggumpalan darah.

Dalam artikelnya yang berjudul “Targeted Therapies: A New Generation of Cancer Treatment”, David E.Gerber, MD dari University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, Texas menuliskan secara ringkas obat-obatan target terapi dan efek samping yang perlu diwaspadai.

Sekarang pasti terbesit sekelumit pertanyaan dalam benak Anda. Seberapa besar keberhasilan pengobatan kemoterapi atau terapi hormone bagi saya? Sejak saat ini, Anda tidak perlu repot untuk menganalisis jenis-jenis obat kemoterapi karena sudah ada program computer online yang dapat membantu Anda menghitung probabilitisnya. Anda dapat membuka http://www.adjuvantonline.com. Berdasarkan data yang anda masukan program tersebut dapat memberikan jawaban grafis mengenai apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukan jenis pengobatan apa pun setelah operasi pengangkatan tumor, serta perkiraan konstibusi terapi hormon dan atau pengarus kemoterapi terhadap kesembuhan Anda.

Dalam bukunya yang berjudul Breast Cancer:The Herbal Option, Prof Chris K.H. Teo mengutip tulisan dari Gina Colata (The New York Times, 12 April 2006: Studies Challenge Traditional Breast Treatment) menyatakan beberapa kemungkinan sebagai berikut.

  • Tiga perempat wanita yang sudah menopause memiliki tumor dengan ER positif. Mereka dapat diobati dengan terapi hormone. Kegunaannya kemoterapi pada kelompok pasien ini sangat minim.
  • Wanita sebelum mengalami menopause memiliki tumor dengan ER negatif. Kelompok ini paling membutuhkan kemoterapi, tetapi terapi hormone tidak membantu.
  • Sekitar 15-20% wanita memiliki reseptor HER2 positif. Kanker payudara tipe ini sangat efektif di berikan taxol. Namun , taxol tidak efektif untuk pasien dengan reseptor HER2 negatif (80-85% kasus).

Jadi, bukan perkara yang gampang dan mudah untuk memutuskan terapi yang cocok bagi Anda!

Kemoterapi atau obat-obatan terapi hormon seperti halnya pisau bermata dua

Namun, jangan terlampau risau akan hal ini. Dokter tentunya sudah ahli dan akan memberikan rekomendasi pengobatan terbaik bagi kesembuhan Anda. Memang tidak mudah mendapatkan pengobatan kanker yang sepenuhnya berhasil. Ibarat bermain di atas balok keseimbangan, di satu sisi Anda ingin membuang sebanyak-banyaknya sel-sel kanker, tetapi di sisi lain anda tidak ingin menurunkan kualitas kehidupan.

Kemoterapi atau obat-obatan dapat digunakan dengan tujuan baik atau buruk. Semua tergantung bagaimana penggunaannya. Sesungguhnya, kami yakin dan percaya bahwa semua dokter menginginkan Anda sembuh dari segalanya. Apabila anda sembuh berarti dokter telah berhasil manjalankan tugasnya dengn baik.

Jika anda melengkapi diri dengan pengetahuan ini, kami berharap Anda dapat menjadi pasien yang cerdas dan krisis serta menjadi rekan diskusi yang andal bagi dokter dengan tujuan akhir sebuah pengobatan yang berhasil.

Pada akhirnya, diri sendirilah yang harus memutuskan jenis pengobatan mana yang terbaik buat Anda.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.

Pengaruh Hormon dan Efeknya dengan wanita yang menyukai “Bad Boy”

Sumber: dr. Margareta Lyn Prasetya, Siloam Hospitals & Live Science

“Ketika Remaja, apapun bisa menjadi masalah…

Tiba-tiba muncul jerawat yang berlebihan di wajah, atau mulai keluar rambut-rambut kecil di ketiak maupin tangan dan kaki. “ sebenarnya apa, sih, yang sedang terjadi dengan diri saya?” yang terjadi dengan dirimu merupakan pengaruh dari hormon yang pastinya akan dialami oleh setiap anak perempuan juga laki-laki, pada umur 12 tahun. Tapi tidak perlu khawatir akan prosesnya, Berikut ini adalah beberapa tips untuk menyiasatinya”.

1. Tiba-tiba muka jadi penuh jerawat

Solusi: Jangan pernah memencet jerawat karena malah membuatnya bertambah radang. Lebih baik biarkan pecah sendiri dengan mencuci wajah pakai sabun yang mengandung salicylic acid. Lalu sesudahnya oleskan obat jerawat yang oul-free agar tidak menutup pori-pori wajah.

2. Kulit Merah Yang Buntutnya mengelupas

Solusinya: Meski Kulit wajah jadi terasa perih dan sakit, tapi umumnya proses ini hanya berlangsung beberapa hari saja. Sebabnya tubuh sedang mengeluarkan kulit-kulit yang rusak. Gunakan pelembap yang mengandung lidah buaya untuk meringankan rasa perihnya, lalu pakailah tabir surya ketika keluar ruangan wajah tidak terbakar.

3. Kulit Kering, Hingga bersisik

Solusi: Hindari mandi atau mencuci wajah menggunakan air panas, sebab air panas dapat membuat kulit menjadi kering. Ganti dengan penggunaan pelembab yang mengandung lactic acid, sehingga kandungan air tetap terjaga.

4. Mulai keluar rambut-rambut kecil di ketiak, tangan, kaki ,juga di daerah kemaluan

Solusi: kemunculan rambut-rambut kecil ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor genetik. Oleh karena itu coba tanyakan ke ibu atau tante kamu apakah rambut-rambut tersebut akan banyak keluarnya atau tidak. Kalau hanya sedikit lebih baik biarkan. Tapi kalau banyak dan akhirnya malah menggangu penampilan, coba tanyakan ke dokter kulit apakah kamu diperbolehkan menggunakan produk penghilang rambut. Namun pastikan produknya aman untuk kulit agar tidak terjadi iritasi. Dan tidak direkomendasikan mencukurnya karena bisa bertambah banyak dan kasar. Rambut yang keluar didaerah kemaluan pun juga merupakan proses yang wajar terjadi di usia pubertas remaja.

5. Bibir Yang Terkelupas

Solusi: Hentikan kebiasaan suka menarik-narik kulit bibir atau menggigitnya. Gunakan lip balm yang kaya dengan pelembab, dan perbanyak minum air putih.

6. Alis Mata Tumbuh Terlalu Tebal

Solusi: Mencabut alis masih merupakan cara yang mudah dan tepat. Meski rasanya seperti dicubit, namun merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan alis yang lebat atau tumbuh berantakan, daripada mencukurnya. Gunakan piset yang tepat lalu cabut dengan arah menyamping, mulai dari rambut yang tumbuh di atas alis sampai ke dalam.

7. Keringat Yang Terlalu Berlebihan

Solusi: Memang, sih, rasanya malu kalau teman melihat kaos di bawah lengan kamu basah karena keringat, tapi jangan sedih dulu. Bisa kamu akali dengan menggunakan deodoran. Sekarang ini sudah banyak kita temukan produk deodoran yang berfungsi ganda, selain mencegah bau badan juga membuat ketiak tetap kering. Pakailah setiap habis mandi atau saat sedang berkeringat.

8. Munculnya Tahi Lalat Yang Banyak

Solusi: Umumnya setiap orang mempunyai 10-40 tahi lalat di tubuhnya. Kemunculannya wajar-wajar saja, tetapi jika terjadi perubahan warna, lalu timbul rasa gatal atau mudah berdarah, segera konsultasikan kemungkinan keganasan. Dan apabila kamu merasa terganggu dengan letaknya, dokter kulit bisa menghilangkannya.

Hormon Ovulasi membuat Wanita menyukai “Bad Boy”

Betapa hebatnya pengaruh hormon dalam tubuh kita, terutama untuk wanita. Ketika wanita sedang berovulasi (sekitar dua minggu menjelang siklus menstruasi), ada sejumlah perubahan dalam perilaku yang terjadi pada diri wanita. Dari cara dia berjalan, berbicara, hingga cara berbusana untuk memukau para pria.

Sebuah penelitian di Universitas Texas di San Antonio bisa menjawab pertanyaan itu. Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology menjelaskan, hormon Anda adalah penyebab hal tersebut.

“Penelitian sebelumnya menunjukan kalau pekan menjelang ovulasi, wanita jadi tertarik dengan pria tampan, seksi dan pemberontak seperti James Bond,” ujar peneliti Kristina Durante di LiveScience. “Tapi sampai sekarang masih belum jelas kenapa wanita mau menjalin hubungan jangka panjang dengan jenis pria seperti itu.”

Sebagai bagian dari penelitian, sekelompok wanita, yang berada dalam periode kesuburan tinggi dan rendah, diharuskan melihat profil para pria yang “seksi” atau “bertanggungjawab”. Mereka kemudian diminta mendeskripsikan seberapa bisa diandalkan pria itu sebagai ayah bila mereka memliki anak — misalnya berbelanja, memasak dan membersihkan rumah.

Hasilnya mengejutkan. Wanita yang sedang berada di puncak siklus kesuburan lebih optimistis kalau pria tampan dan bandel akan berkontribusi ke kehidupan keluarga, dibandingkan wanita yang tidak sedang ovulasi.

“Di bawah pengaruh hormon ovulasi, wanita menipu diri mereka kalau pria nakal, seksi akan menjadi kekasih yang setia dan ayah yang lebih baik,” jelas Durante. “Ketika melihat pria seksi dalam masa ovulasi, Mr. Wrong terlihat seperti Mr. Right.”

Menurut Jezebel, penemuan itu juga didukung dengan eksperimen kedua dimana wanita dengan tingkat siklus kesuburan berbeda diminta bersosialisasi dengan aktor-aktor yang memerankan ayah yang diandalkan atau pria tampan yang nakal. Sekali lagi, wanita yang tengah berovulasi tertarik kepada si bandel.

Studi yang diterbitkan di jurnal Hormones and Behavior juga menyebutkan, saat subur perempuan mendapat dorongan dari testosteron. Akibatnya, kita jadi cenderung ingin flirting dengan pria yang maskulin, dan bukan tipe “nice guy” yang layak dijadikan pendamping masa depan. Perut yang kotak-kotak atau lengan yang dihiasi tonjolan otot di sana-sini tampak jauh lebih menggoda, ketimbang bayangan akan menjalani kehidupan yang tenang dengan seseorang yang selalu ada di samping kita.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada pertengahan tahun 2012.

Mengapa Wanita lebih sering mengalami Mimpi Buruk?

Sumber: The Sun & Kompas

Dalam studi pada akhir tahun 2011, terungkap bahwa hanya 19 persen pria yang mengalami mimpi buruk lebih sedikit dibanding wanita yang 30 persen. Perbedaan tersebut antara lain disebabkan karena hormon wanita yang memicu perubahan temperatur tubuh. Hormon-hormon yang berpengaruh pada siklus menstruasi ini juga memicu mimpi yang lebih hidup dan tampak luar biasa.

Mimpi pada dasarnya berasal dari sistem limbik, area primitif di otak yang bertanggung jawab pada emosi yang kuat. Ketika kita tidur, area otak ini akan membersihkan hal-hal yang kita alami sepanjang hari. Proses ini menghasilkan mimpi dan mimpi buruk.

Ada berbagai jenis mimpi buruk yang bisa kita alami, tetapi secara umum seseorang akan merasakan gelisah saat tidur saat ia bermimpi dikejar-kejar monster, sosok hantu, atau orang asing yang menakutkan.

Mimpi buruk lainnya antara lain gigi tanggal, mendadak Anda berada di depan orang banyak dengan kondisi telanjang, terjatuh dari gedung tinggi, mimpi meninggal, atau mengejar sesuatu sampai kelelahan. Menurut ahli, seseorang cenderung mengalami mimpi buruk ketika hidup mereka sedang stres, punya masalah dengan orang lain, merasa tidak berdaya, serta merasa pekerjaan yang dijalani tidak pernah sempurna.

Berikut adalah 5 tema mimpi yang paling sering dialami seseorang.

1. Bermimpi terbang atau melayang tinggi

Arti: Anda akan melalui sebuah periode perubahan yang positif. Mimpi ini juga bisa diartikan bahwa Anda harus meningkatkan kemampuan tertentu yang selama ini dirasa masih kurang atau menjadi kelemahan.

2. Berdekatan dengan orang terkenal, rekan kerja, atau kekasih teman

Arti: Mimpi tersebut merupakan simbol dari keinginan tersembunyi yang tidak berani Anda inginkan di dunia nyata.

3. Mendapatkan uang atau perhiasan

Arti: Ini bisa menjadi simbol sesuatu yang baik yang terjadi pada Anda dan tidak selalu berkaitan dengan uang. Bisa saja berupa “kekayaan” emosional, seperti merasa beruntung karena memiliki sahabat atau pasangan yang baik.

4. Berprestasi di sekolah

Arti: Kendati Anda sudah tidak menjadi murid sekolah namun sesekali kita bermimpi berada di sebuah sekolah. Ini bisa menjadi tanda Anda sedang menghadapi seseorang yang harus dipuaskan oleh prestasi, bisa bos di kantor, teman, atau pasangan.

5. Berpenampilan cantik atau tampan

Arti: Mimpi ini bisa diartikan bahwa Anda sebenarnya sangat menginginkan rupa yang sempurna. Atau bisa juga secara tidak sadar Anda yakin bahwa sebenarnya memiliki kualitas kepribadian yang luar biasa.