Mengenal Kubis, si Musuh Utama Tumor

images (6)

Sumber : Berbagai Sumber

Sayuran Kubis dewasa ini kurang popular dan tidak disukai khususnya oleh anak-anak, sebab dianggap tidak memiliki rasa dan membosankan. Berbagai jenis kubis dikenal sebagai crucifera dan termasuk family Cruciferae. Kubis yang dapat dimakan merupakan turunan spesies Brassica oleracea, yaitu kubis hijau dan putih (Brassica oleracea capitata), brokoli (Brassica oleracea italic), kembang kol (Brassica oleracea botrytis), kol brussel (Brassica oleracea gemmifera), dan kubis daun seperti kale dan kolard. Tumbuhan master, selada, dan radis juga tergolong kubis-kubisan.

images (7)KUBIS, HIJAU, PUTIH, MERAH

Kategori ini termasuk jenis kubis biasa, dibedakan dari bentuk dan warna. Ciri-cirinya; hijau dengan daun yang halus berwarna hijau-putih. Merah dengan daun ungu-merah. Dan savoy dengan daun keriting.

BROKOLI

Brokoli adalah salah satu dari bintang makanan sehat saat ini, asalnya dari Italia selatan dan Yunani. Kata broccoli berasal dari kata latin brachium, yang berarti “cabang”, karena bentuknya mirip pohon-pohon kecil yang menyangga gerombol mirip bunga.

KEMBANG KOL

Kembang kol dikenal oleh bangsa Romawi sebagai cauli-fiori, namun bangsa arab abad ke 12 mengenalnya sebagai “kubis Syria”. Tanaman ini masih sepupu kubis kubis, yaitu turunan brokoli yang menyebar ke Timur Tengah.

KOL BRUSSELS

Spesies kubis ini diyakini pertama kali muncul pada abad ke-13, tetapi baru pada awal tahun 1700-an kol Brussels dibudidayakan secara luas di Eropa utara dekat Brussels. Jika mempertimbangkan kandungan dalam senyawa fitokimia antikanker, kol Brussels dengan sendirinya masuk ke dalam kategori tersebut; bila tidak dimasak terlalu lama, kol Brussels adalah makanan ideal dalam upaya pencegahan kanker melalui pola makan.

images (8)KUBIS DAUN

Kubis daun adalah varietas yang dikenal sebagai acephala, makna harifahnya adalah “tanpa kepala”. Ciri-ciri kubis jenis ini adalah daunnya tebal dan “tanpa kepala”. Kubis kolard, daunnya halus rata; dan pada kale, daunnya sangat keriting dan tepinya berjumbai-jumbai. Kubis mengandung sumber zat besi, vitamin A dan C, asam folat, dan senyawa antikanker dalam jumlah luar biasa.

Banyak peradaban mencoba menanam tumbuhan yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti tuli, gangguan pencernaan, bahkan rematik. Kubis diyakini oleh orang-orang Yunani dan Romawi sebagai pangan yang sanagt penting untuk kesehatan. Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa berbagai zat dalam sayuran kelompok kubis memiliki khasiat antikanker yang terkait dengan pola makan kaya buah dan sayur.

Pada kasus kanker payudara, wanita yang mengkonsumsi sayuran kubis lebih sedikit kemungkinan terkena kanker payudara, disbanding wanita yang jarang ataupun tidak mengkonsumsi sayuran kubis. Selain itu memakan kubis dapat menurunkan risiko terkena banyak jenis kanker lain, termasuk kanker paru-paru, kanker gastrointestinal seperti kanker lambung dan kanker usus besar (kolorektal), serta kanker prostat. Tiga porsi atau lebih mengkonsumsi sayuran kubis setiap minggunya lebih efektif daripada tomat dalam mencegah munculnya kanker prostat.

SENYAWA FITOKIMIA DALAM SAYURAN KUBIS

Sayuran kubis-kubisan menunjukan bahwa bahan pangan ini adalah sumber penting senyawa-senyawa fitokimia. Diantara sekian banyak tumbuhan yang dapat dimakan, kubis merupakan tumbuhan yang memiliki varietas terbanyak dari senyawa-senyawa fitokimia yang bersifat antikanker. Sayuran kubis memiliki sekelompok senyawa yang dikenal sebagai glukosinolat dalam konsentrasi tinggi.

GLUKOSINOLAT

images (9)Glukosinolat tidak bekerja langsung mencegah pertembuhan kanker. Molekul ini bekerja dengan cara melepaskan dua golongan senyawa dengan sifat antikanker sangat tinggi: isotiosianat dan indol. Sewaktu seseorang mengunyah brokoli, sel-sel tumbuhan itu pecah, sehingga ruang-ruang terpisah dalam sel-sel itu bercampur. Akibat percampuran tersebut, glukosinolat yang ada di dalam salah satu ruang sel terkena mirosinase, yaitu sebuah enzim dari ruang sel lain.

Mikrosinase berfungsi memecah bagian-bagian molekul glukosinolat. Pada proses mengunyah brokoli, memungkinkan isotiosianat utama dalam molekul ini yakni glukosinolat bereaksi dengan mirosinase. Glukosinolat kemudian diubah menjadi sulforafan, sebuah molekul antikanker yang penting. Molekul antikanker sedang non-aktif ketika masih di dalam sayuran utuh, tetapi ketika sayuran dimakan, terjadilah proses yang membuat senyawa-senyawa itu pun kemudian bereaksi sebagai anti-kanker.

SULFORATAN, BINTANGNYA ISOTIOSIANAT

Struktur isotiosianat mengandung sebuah atom sulfur (belerang), karena itu tidak heran bau khas akan muncul ketika kubis-kubisan terlalu lama dimasak. Dari sudut nutrisi, brokoli sumber sulforatan. Sulforatan mampu mempercepat kemampuan tubuh untuk membersihkan bahan-bahan beracun yang berkaitan dengan tumbuhnya kanker, selain itu juga memiliki sifat-sifat antibiotic dan bakterisidal (membunuh bakteri), terutama dalam melawan Helicobacter pylori. Yaitu bakteri yang menyebabkan tukak lambung.

Sayuran kubis mempunyai banyak manfaat, khususnya sebagai antikanker. Sayuran kubis sebaiknya tidak dimasak lama, selain itu disarankan untuk dikunyah dengan cermat agar memperoleh manfaat antikanker yang sepenuhnya.vns