Kanker pada anak

Written By: Dr. Edi Setiawan Tehuteru SpA(K) MHA IBCLC, Pediatrician di Rumah Sakit Kanker Dharmais

Suatu kali seorang ibu mendatangi saya dan bertanya,”Kenapa anak saya bisa terkena kanker? Padahal saya sudah menjaganya sedemikian ketat. Tidak memperbolehkannya menyantap makanan yang mengandung pengawet dan lain sebagainya. Pertanyaan serupa ternyata tidak dilontarkan oleh ibu ini saja, tetapi juga oleh ibu-ibu lain yang anaknya terkena kanker.

Lantas, apakah kanker pada anak dapat dicegah ?

Kanker pada anak memang berbeda dari kanker yang dijumpai pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak tidak.
Mengomentari pertanyaan ini, ibu-ibu biasanya akan lanjut bertanya, “Kalau memang tidak dapat dicegah, apa gunanya orangtua mengajarkan pola hidup dan makan yang sehat sejak masa kanak-kanak?”

Perlu diketahui bahwa pola hidup dan makan yang sehat tetap harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya memang bukan untuk mencegah kanker yang dapat timbul pada usia kanak-kanak, namun untuk mencegah agar pada saat mereka menginjak usia dewasa, mereka dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasanya menyerang orang dewasa.

The International Union Against Cancer, atau lebih dikenal dengan UICC, menganjurkan kepada orangtua agar mereka mengajarkan anak-anak, antara lain untuk tidak merokok, makan dengan pola gizi seimbang, dan mengikuti program imunisasi yang berlaku di Negara masing-masing.

Himbauan tersebut bertujuan agar anak-anak pada saat menginjak usia dewasa dapat terhindar dari Kanker Paru, Kanker Usus Besar, Kanker Hati, Kanker Leher Rahim, dan Jenis Kanker lain yang hanya dapat terjadi pada usia dewasa. Banyak orangtua mempersalahkan diri mereka sendiri karena anaknya terkena kanker. Mereka beranggapan bahwa merekalah penyebab dari semua permasalahan yang terjadi pada anaknya.

Diharapkan setelah membaca keterangan di atas, orangtua bisa semakin menyadari bahwa anggapan tersebut tidak benar. Kiranya penjelasan ini akan memperjelas pengetahuan orangtua tentang kanker pada anak.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada pertengahan tahun 2012.