Apakah setiap orang bisa kena penyakit lupus?

lupus1

Sumber : Srikandi Waluyo & dr. Budhi Marhaendra Putra, SAkp, MHA

Bisa. Namun dari hasil penelitian para ahli, lupus lebih banyak menyerang wanita daripada pria, perbandingannya 6 – 10 kali lipat. Di Amerika, Sembilan dari sepuluh pasien lupus adalah wanita. Kemungkinan disebabkan faktor hormonal, karena meningkatnya gejala lupus adalah pada masa setelah menstruasi atau selama kehamilan. Namun penyebab yang lebih pasti kenapa wanita lebih sering diserang penyakit ini dibandingkan pria, masih belum diketahui. Bangsa Asia dan Afrika, juga bansa pribumi Amerika dan Hispanik lebih rentan diserang lupus dibandingkan bangsa kulit putih. Hasil penelitian menyebutkan bahwa wanita kulit berwarna dengan wanita kulit putih. Hasil penelitian lain menyatakan bahwa wanita kulit hitam dan wanita dari Negara-negara Latin/Hispanik telah diserang lupus pada usia muda, dengan gejala yang lebih parah di bandingkan remaja kulit putih. Pasien lupus kulit hitam umumnya mendapat serangan stroke sedangkan pasien lupus Latin umumnya mendapat serangan jantung.

Menurut Dr. Rahmat, timbulnya penyakit lupus disebabkan adanya faktor kepekaan, dan diduga ada hubungannya dengan hormone astrogen. Karena itu, diderita oleh wanita usia produktif 20-40 tahun, meskipun ada juga pria yang mengalaminya.

Jadi sapa saja yang berisiko kena penyakit lupus? Berikut ini faktor-faktor yang memudahkan seseorang diserang lupus.

  • images (33)Gender. Sudah terbukti bahwan 90% penyandang lupus adalah wanita.
  • Usia. Umumnya penderita penyakit lupus berusia remaja sampai 30-an
  • Etnik. Mereka yang berkulit gelap (berasal dari Asia, penduduk asli Amerika, Hispanik) berisiko lebih tinggi diserang lupus dibandingkan mereka yang berkulit putih.

Namun dari hasil banyak penelitian, telah diketahui bahwa penyakit lupus dapat dipicu oleh kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Saat pubertas
  • Setelah kelahiran (ibu maupun bayinya)
  • Selama menopause
  • Setelah infeksi virus
  • Setelah terpapar matahari
  • Setelah mengalami trauma
  • Memakai obat-obatan dalam jangka waktu lama.