Rokok dan Kanker Paru

ini-yang-dilakukan-rokok-pada-jantung-anda

Sumber : Tim Sehatku Media

Rokok di Dunia
Rokok telah lama dikenal oleh masyarakat dunia. Ditemukan di Amerika sejak 600 tahun SM. Di dunia diperkirakan ada 1,26 milyar perokok. 800 juta diantaranya berada di Negara berkembang.
Ternyata merokok menimbulkan masalah kesehatan. Banyak penyakit berkembang yang berhubungan dengan rokok sebagai penyebab.  4 juta orang meninggal akibat rokok. Tahun 2020 diperkirakan 10 juta orang meninggal karena rokok dan 70 % diantaranya terjadi di negara berkembang. Pada tahun 1990 di Asia terdapat 1,1 juta kematian akibat rokok dan tahun 2020 diperkirakan naik menjadi 4,2 juta kematian.
Peringkat lima besar konsumsi rokok terbanyak di dunia yaitu Cina, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Indonesia.

Rokok di Indonesia
Konsumsi rokok di Indonesia mencapai 215 milyar batang rokok per tahunnya.  Di Indonesia ada 60 % perokok, 59 % diantaranya adalah  laki-laki dan 37 % nya perempuan.

12919524281490416420Larangan Merokok
Larangan untuk berhenti merokok telah dimulai sejak tahun 600 Fang Yizhi ( tahun Cina ). Penelitian mengenai bahaya  merokok dimulai pada tahun 1726 oleh Jophn Hill.

Kandungan Rokok
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan dalam 1 batang rokok adalah 4000 bahan kimia, 400 diantaranya adalah racun dan 40 diantaranya adalah karsinogenik ( zat penyebab kanker ). Beberapa zat kimia dan racun yang terkandung dalam rokok adalah :
1.    Karbon monoksida –> gas yang dikeluarkan knalpot
2.    Benzena –> zat dalam kapur barus
3.    Toluena –> pengawet urine
4.    Metanol –> bahan bakar roket
5.    Arsen –> racun semut
6.    Pyrene
7.    Cadmium –> bahan kimia baterai
8.    Benzopyrene
9.    Vinyll Chloride –>bahan pralon PVC
10.    Butan –>  bahan korek api
11.    Tar –>menyebabkan kanker
12.    Hidrogen Sianida –> untuk hukuman mati
13.    Aceton –> penghapus cat
14.    Nitrosamin –> penyebab kanker nasofaring
15.    Nikel –> logam berat
16.    Nikotin –> penyebab ketagihan
17.    Dll

Tumor dan Kanker Paru
Kanker paru merupakan penyebab kematian yang utama karena kanker. 85-95 % kanker paru berhubungan dengan kebiasaan merokok. Para penderita biasanya datang ke pelayanan kesehatan dalam kondisi stadium lanjut.

kanker-paru-paruGejala dan tanda Kanker Paru

Gejala lokal :
-    Batuk yang tidak sembuh-sembuh
-    Suara parau
-    Batuk berdarah

Gejala regional :
-    Leher bengkak
-    Suara parau / serak
-    Sesak
-    Nyeri dada
-    Pelebaran pembuluh darah

Penyebab
85-95 % penyebab kanker paru adalah rokok.

Faktor Risiko
Terdapat beberapa hal yang memungkinkan seseorang terkena kanker paru. Faktor risiko ini terbagi :

Faktor Risiko ringan
-    Usia > 50 tahun atau
-    Merokok > 20 tahun

Faktor risiko sedang
-    Usia > 50 tahun
-    > 30 tahun merokok atau perokok pasif
-    Tidak ada faktor risiko tambahan

Faktor risiko Berat
Kategori 1 :
-    Usia 50-74 tahun
-    >30 tahun riwayat metrokok
-    Berhenti merokok < 15 tahun
Kategori 2 :
-    Usia > 50 tahun
-    > 30 tahun riwayat merokok
-    Terdapat faktor risiko tambahan

images (5)Pencegahan dan Deteksi Dini
Kanker paru-paru stadium dini biasanya tisdak menunjukkan tanda dan gejala. Oleh karena itu deteksi dini diperlukan agar kanker dapat ditemukan dalam kondisi stadium yang masih dini agar mempunyai keberhasilan terapi yang optimal. Jika terdapat faktor-faktor risiko kanker paru, maka lebih baik melakukan deteksi dini kanker paru. Deteksi dini yang paling mudah adalah dengan melakukan foto rontgen paru. Namun saat ini telah ada pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang lebih akurat dengan metode MSCT Low Dose ( Multi Slice CT Low Dose ).

Penyakit Tidak Menular Meningkat

153254_penyebab

 Sumber : Kompas

Masih Fokus pada Kuratif

Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan akibat buruknya gaya hidup masyarakat. Jika tidak ada langkah pencegahan, Jaminan Kesehatan Nasional yang mulai diberlakukan awal tahun 2014 akan terbebani.

images (6)Prastuti Soewondo, Ketua Kelompok Kerja Bantuan Sosial Kesehatan untuk Masyarakat Miskin di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Jumat (20/9), di Jakarta, mengatakan, meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM) kini terjadi pada kelompok masyarakat tidak mampu.

Hal ini merujuk pada riset tahun 2010-2011 terhadap klaim asuransi kesehatan. Riset menunjukkan, PTM mendominasi klaim Jamkesmas bagi warga tak mampu. Dari daftar 10 penyakit terbanyak, enam diantaranya seperti gangguan jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes, tergolong penyakit tidak menular.

Kondisi serupa terjadi pada klaim Askes. Setiap tahun, klaim akibat PTM rata-rata mencapai 125.000 kasus di mana 84.000 di antaranya diabetes. Menurut Prastuti, biaya klaim asuransi pada PTM rata-rata dua kali lipat dibandingkan penyakit menular.

images (7)“Pertumbuhan kasus PTM semakin mengkhawatirkan. Itu terjadi pada mereka yang kaya ataupun miskin. Yang lebih mengkhawatirkan, umumnya pasien miskin masuk rumah sakit ketika kondisi sudah parah,” ujar prastuti dalam International Symposium of Physiology and Exercise Physiology 2013.

Di Indonesia, sejak 1995, kasus PTM mulai menyalip penyakit menular sebagai jenis penyakit yang paling banyak menjangkiti masyarakat. Perbandingannya kini 60:40.

Meningkatnya PTM diyakini dipicu gaya hidup tidak sehat. “Orang semakin malas bergerak. Segala sesuatu serba praktis,” kata pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Masih kuratif

Yang disayangkan, kata Prastuti, penanganan PTM masih lebih banyak menggunakan pendekatan kuratif (mengobati). Porsi anggarang untuk pengobatan rat-rata 40 persen, sedangkan alokasi dana untuk upaya promotif dan preventif hanya 22 persen. Sisanya untuk kegiatan lain.

Padahal, anggaran kesehatan di Indonesia termasuk rendah di Asia, yaitu hanya 2 persen dari produk domestic bruto (PDB). Negara lain seperti Thailand 7 persen, bahkan Timor leste mengalokasikan  12 persen PDB.

Untuk menekan PTM, Prastuti menyarankan dilakukan peningkatan porsi anggaran untuk kegiatan promotif dan preventif. “Kedua hal ini dianggap tidak seksi karena hasilnya tidak langsung terlihat, beda dengan kuratif. Padahal, itu adalah investasi jangka panjang,” katanya.

57ptmJoeMeanJuiceDirektur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng mengatakan, kegiatan promosi dan pencegahan akan lebih di kedepankan, terutama di tingkat layanan kesehatan primer. Secara parallel, pola gaya hidup sehat dengan berolahraga rutin perlu degencarkan ke masyarakat.

Kemenkes telah menerbitkan Permenkes No 30/2013 yang mewajibkan restoran siap saji dan produk makanan mencatumkan label kandungan gula, garam, dan lemak. Aturan ini untuk mencegah konsumsi berlebih makanan pemicu kegemukandan tekanan darah tinggi. Namun, ketentuan tersebut belum bisa diimplementasikan. “Itu efektif berjalan tiga tahun lagi. Sebab, industry minta waktu untuk penyesuaian,” ujarnya.

Widjaja Lukito, Guru Besar Gizi Klinik dari UI, menambahkan, angka prevalensi PTM bisa ditekan dengan mengonsumsi gizi seimbang. “Aktivitas fisik dan nutrisi seimbang itu ibarat dua sisi koin yang menentukan pola hidup sehat,” katanya.

Di luar negeri, seperti di AS, ujar Lukito, dibuat pedoman gizi seimbang yang dijadikan rujukan dalam mencegah PTM jadi kronis. Pedoman ini memuat detail nilai gizi dan nutrisi ideal beserta variasinya. “Indonesia belum punya pedoman ini. Baru ada 13 pedoman gizi seimbang yang umum, ucap lukito.

DIABETES 4,4 Juta Pengidap Belum Terdiagnosis dan Tertangani

images (9)

Sumber : KOMPAS

Diabetes masih menjadi ancaman serius bagi penduduk di Indonesia karena penanganannya belum optimal. Hanya 0,7 persen dari total kasus diabetes di Indonesia terobati secara tuntas.

Hal ini terungkap dalam laporan Program Blueprint for Change yang disampaikan ke publik, Selasa (3/9), di Jakarta. Laporan ini merupakan hasil riset induktif-empirik yang dilaksanakan Novo Nordisk, perusahaan kesehatan global.

Conversations maps picVice President Global Public Affairs Novo Nordisk Niels Lund memaparkan, diperkirakan ada 7,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Jumlah ini merupakan yang terbanyak ke tujuh di dunia. Namun, hanya 41 persen penduduk yang sadar menderita penyakit itu dan mendapatkan pengobatan.

Artinya, masih terdapat 4,4 juta pengidap diabetes di Indonesia yang belum terdiagnosis dan mendapat pengobatan. “Jumlah (pengidap diabetes) yang tertangani masih sangat kecil. Kurang dari 1 persen (dari 7,6 juta penderita) yang mencapai target pengobatan,” ujar Lund.

Karena terlambat dideteksi dan ditangani, demikian Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof Sidartawan Soegondo, sebagian besar kasus diabetes berkembang menjadi komplikasi parah, seperti kebutaan, gagal ginjal, gangguan fungsi jantung, dan stroke. Resiko kematian menjadi sangat tinggi. Diabetes merupakan penyebab kematian nomor enam di Indonesia.

“Jika sudah mengalami komplikasi dan tidak bias dikendalikan, beban pasien semakin bertambah. Biaya untuk pengobatan bias membengkak menjadi 20 kali lipat. Untuk itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi sangat penting,” ujar Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Achmad Rudijanto.

Di dalam Laporan Blueprint for Change disebutkan, jika tidak ada pencegahan, jumlah penderita diabetes di Indonesia akan meningkat menjadi 11,8 juta orang, yakni meningkat 6 persen per tahun. Angka ini melebihi pertumbuhan populasi di Indonesia.

Gaya Hidup

diabetes--zFactor gaya hidup dan pola makan ditengarai menjadi penyebab utama tingginya peningkatan kasus diabetes  di Indonesia. “Diabetes sebetulnya merupakan penyakit perilaku. Tingginya konsumsi beras, makanan siap saji, dan kebiasaan makan enak jadi pemicu,” ujar Hasbullah Thabrany, Guru Besar Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

 Menurut Lund, belum optimalnya penanganan diabetes di Indonesia disebabkan, antara lain, rendahnya kesadaran masyarakat dan pengambil kebijakan, serta terbatasnya jumlah dokter yang mampu menangani diabetes dan obat-obatan. “Satu ahli endokrin di Indonesia melayani 118.000 penderita diabetes. Selain itu, 7 dari 8 penderita tidak bias mendapat insulin,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pemerintah mengoptimalkan fungsi pos pembinaan terpadu (posbindu) untuk memantau dan melakukan deteksi dini penyakit diabetes.

150512_SOLO_POSBINDU_BUR1“Kami sudah melatih 600 petugas di puskesmas dan melengkapi peralatan untuk menanggulangi diabetes. Kami mengingatkan pentingnya pola makan seimbang karbohidrat dan lemak. Juga perlunya pemeriksaan berkala kadar gula darah,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kemampuan para dokter Indonesia dalam mendiagnosis dan menanganin diabetes dilakukan pelatihan. “Kami telah melatih lebih dari 5.000 dokter untuk membantu penanganan diabetes di Indonesia,” ujar Direktur Novo Nordisk Indonesia Sandeep Sur. (JON)

Waspadai “Pembunuh Diam-diam”

images (3)

Sumber : Kompas 

Pada stadium awal, penyakit hepatitis biasanya tidak menunjukan gejala. Itu sebabnya orang yang terinfeksi virus hepatitis kerap enggan memeriksakan kesehatannya secara berkala. Yang kurang disadari, hepatitis akan berkembang menjadi sirosis dan berakhir menjadi kanker hati.

Virus hepatitis B menginfeksi 2 miliar penduduk dunia. Sekitar  1 juta penduduk meninggal disebabkan infeksi VHB per tahun. Adapun  pengidap hepatitis C di dunia diperkirakan  170 juta orang.

Hepatitis adalah peradangan sel-sel hati yang disebabkan oleh infeksi (virus , bakteri, atau parasit). Obat-obatan, konsumsi alcohol, lemak berlebihan, dan penyakit autoimun.

Virus hepatitis B disebut sebagai penyakit yang 50-100 kali lebih menginfeksi dibandingkan HIV sehingga dikenal the silent killer (pembunuh diam-diam), yang kapan saja bisa merenggut nyawa seseorang. Terdapat beberapa jenis virus hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, hepatitis itu, virus hepatitis B dan C yang berbahaya dab banyak menimbulkan komplikasi.

download (1)Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan hati masih rendah. Umumnya, orang baru berobat setelah virus hepatitis menyebabkan sirosis (pengerasan) hati.

Pemeriksaan kesehatan hati sangat dianjurkan terutama bagi tenaga kesehatan laboratorium, keluarga yang memiliki riwayat hepatitis, penerima transfuse darah, dan pengguna narkoba suntik sebagai kelompok yang paling berisiko.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Laurentius A Lesmana mengatakan, jika hasil pemerksaan ternyata bebas hepatitis, sebaiknya dilakukan vaksinasi. Jika positif hepatitis harus secara berkala memeriksakan diri untuk memantau aktivitas dan kadar virus, perkembangan, dan tingkat kerusakan hati.

Saat ini banyak orang belum divaksin hepatitis karena minimnya pengetahuan dan kesadaran. “Orang yang terinfeksi hepatitis juga masih merasa dirinya baik-baik saja. Baru datang ke dokter setelah terjadi sirosis,” kata Lesmana.

Situasi Indonesia

20110624obat-generikHepatitis menjadi masalah kesehatan dunia. Indonesia mempunyai jumlah pengidap hepatitis B nomor tiga terbesar di Asia Pasifik. Sekitar 13 juta penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis B dan 4 juta terinfeksi virus hepatitis C.

 Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi hepatitis B di Indonesia 9,4 %. Jika konversi dengan jumlah penduduk Indonesia, jumlah pengidap hepatitis B di Indonesia 23 juta orang.

Karena itu, kata Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan kementrian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, bersama Brasil dan Kolombia, Indonesaia menjadi pemakarsa  Resolusi 63.18 tentang hepatitis dalam siding ke 63 Majelis Kesehatan Dunia (WHA) tahun 2010. Isi resolusi menyatakan, virus hepatitis menjadi salah satu agenda prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan demikian, diharapkan Negara dan masyarakat di dunia menaruh perhatian lebih serius untuk mengendalikan hepatitis.

 Meski berbahaya, hepatitis B dapat dicegah dan diobati. Salah satu cara dengan imunisasi. Pengndalian ibi hamil yang mengidap hepatitis B disertai pemberian imunisasi pada bayi yang dilahirkan untuk memutus mata rantai penularan hepatitis.

Ketua Perhimpunan Peneliti hati Indonesia Rino A Gani mengatakan, deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil sanagt penting sebab dapat ditularkan dari ibu kebayinya.

 Imunisasi hepatitis B telah dilakukan dalam dua dasawarsa terakhir, diawali dengan percontohan imunisasi pada bayi di Lombok tahun 1987-1997. Pada April 1997, imunisasi hepatitis B masuk dalam program imunisasi nasional.

 Donor Darah

images (4)Penapisan darah donor oleh Palang Merah Indonesia menjadi penting agar tidak terjadi penularan virus hepatitis melalui trasnfusi darah.

 Hepatitis A dan C juga perlu mendapat perhatian. Hepatitis A sering muncul sebagai kejadian luar biasa dan bisa dieliminasi dengan antivirus. Adapun hepatitis C sampai kini belum tersedia vaksinnya. Untuk itu, upaya pencegahan melalui promosi Perilaku Hidup Bersih dan sehat, menghindari perilaku berisiko, serta penapisan darah donor menjadi penting.

 Deteksi dini menjadi sangat penting, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga ekonomi. Mencegah, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga ekonomi. Mencegah, setidaknya mengetahui infeksi virus dari awal akan memudahkan tindakan pengobatan. Deteksi dini jauh lebih murah daripada mengobati, apa lagi transplantasi hati.

 Rinomenyebabkan, pasien dengan sirosis hati di tahap awal perlu biaya pengobatan sekitar Rp 2,5 juta seminggu. Artinya dalam setahun perlu Rp 120 juta. Apabila sirosis hati makin parah, pasien memerlukan transplantasi hati yang biayanya paling sedikit Rp 850 juta.

 PrintSelain menjadikan hepatitis sebagai perhatian, hasil Resolusi WHA 63.18 lain adalah menetapkan 28 Juli sebagai Hari Hepatitis sedunia. Tanggal itu merupakan tanggal lahir Baruch Blumberg yang menentukan Virus hepatitis tahun 1965.

 Tema Hari Hepatitis Sedunia yang dipilih World Hepatitis Alliace adalah “This is Hepatitis. Know it. Confront it. See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil”. Mengadopsi tema itu, tema peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2013 di Indonesia adalah “Saatnya peduli Hepatitis, Ketahui, Cegah dan Obati”.

 Bertepatan dengan peringatan Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli 2013, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi virus hepatitis. Caranya, berupaya mengetahui adanya virus hepatitis dalam tubuh, mencegah, dan mengobati jika terinfeksi.

Tes Massal untuk Deteksi Penyakit

images (3)

Hepatitis B Jadi Masalah Kesehatan Global

Jakarta, KOMPAS – Kementerian Kesehatan akan menggelar penapisan massal untuk mendeteksi virus hepatitis B pada 6.000 orang di Jakarta bulan Oktober-Desember 2013. Tes merupakan bagian dari penanggulangan hepatitis B yang diperkirakan menjangkiti 22 juta penduduk Indonesia.

“Penapisan massal ini baru pertama kali kami lakukan. Nantinya akan kami perluas,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam temu media menjelang Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati pada 28 Juli, Jumat (12/7), di Jakarta.

images (4)Hepatitis B merupakan peradangan sel-sel hati karena virus yang bisa mengakibatkan kanker hati. Penularan penyakit ini bisa terjadi dari ibu ke bayi saat melahirkan atau melalui hubungan seksual dan transfusi darah.  Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, virus hepatitis B menjangkiti  9,4 persen penduduk Indonesia (sekitar 22 juta orang).

Menurut Tjandra, target penapisan massal di Jakarta adalah 5.000 ibu hamil dan 1.000 petugas kesehatan. Tes pada ibu hamil penting supaya penularan virus hepatitis B dari ibu ke anak bisa dicegah. Adapun tes pada petugas kesehatan penting karena mereka rentan terkena virus hepatitis B akibat sering bersentuhan dengan darah pasien.

Pelaksanaan tes dengan anggaran Rp 3 miliar itu dilakukan bertahap di 44 puskemas di Jakarta secara gratis. Ibu hamil yang menjadi peserta adalah mereka yang memeriksakan diri ke 44 puskesmas selama Oktober-Desember 2013 dan bersedia mengikuti tes.

Tes dilakukan dengan memeriksa contoh darah peserta di laboratorium. Mereka yang positif terkena infeksi akan difasilitasi melakukan tes lanjutan untuk mengetahui seberapa parah penyakit hepatitis B yang diderita. Bayi dari ibu yang positif terinfeksi akan diberi imunisasi hepatitis B.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Rino A Gani memaparkan, tes penapisan penting karena sekitar 80 persen penderita hepatitis B tidak merasa dan tidak tahu terjangkit virus. Akibatnya, penyakit mereka sudah parah saat diketahui. “Mereka yang berisiko terkena hepatitis B sebaiknya mengikuti tes penapisan,”ujarnya.

Selain ibu hamil dan petugas kesehatan,mereka yang berisiko menderita hepatitis B adalah pengguna narkoba suntik, pelaku hubungan seks tidak aman, pasien yang menjalani cuci darah, dan pasien yang menjalani transplantasi organ. “Seseorang yang memiliki keluarga penderita hepatitis B juga berisiko terkena virus itu,” ujar Rino.

Biaya penapisan menggunakan alat tes diagnostik cepat sekitar Rp 50.000 er tes. Sesudah diketahui positif terjangkit virus hepatitis B, penderita harus melakukan sejumlah tes lanjuta dengan biaya Rp 2 juta per tes  (Kompas, 21/7/2012).

hepb_logoMasalah global

Rino mengatakan, hepatitis B merupakan masalah kesehatan global karena banyaknya jumlah penderita penyakit itu. Setiap tahun diperkirakan 1 juta orang meninggal karena hepatitis.

Tjandra memaparkan, untuk mengurangi hepatitis B, pemerintah memberlakukan program vaksinasi gratis hepatitis B untuk bayi baru dilahirkan sejak tahun 1997. Pencegahan juga dilakukan lewat penapisan terhadap darah yang hendak ditransfusikan di unit transfusi darah Palang Merah Indonesia.

  DATA  HEPATITIS  B

  • Jumlah orang terinfeksi hepatitis B di seluruh dunia: 2 miliar orang
  • Jumlah pengidap hepatitis B menahun di seluruh dunia: 240 juta orang
  • Jumlah orang meninggal karena hepatitis B di seluruh dunia: 1 juta orang pertahun

Sumber: Pusat Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia

Apa itu Psoriaris?

images (1)

Sumber : HealthFirst

Kenali bentuk klinis dan gejalanya

Psoriaris adalah penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronis dan hilang timbul. Pada penyakit autoimun ini. T sell (sel kekebalan tubuh) menjadi teraktivasi dan menghasilkan zat-zat mediator yang menyababkan peradangan, proliferasi, dan diferensiasi abnormal sel-sel kulit. Psoriaris berasal dari bahasa Yunani, psora yang berarti “gatal”.

images (2)Psoriaris tidak menular dan telah dikenal sejal lama Insidensi terbesar pada orang kulit putih Amerika dan Eropa. Di Indonesaia akhir-akhir ini, semakin sering ditemui . Penyebabnya belum diketahui denagn jelas. Banayak faktor yang berperan, terutama faktor genetik dan immunologik, serta interaksi denagn faktor lingkungan sebagai pencetus. Paparan stumuli, seperti infeksi Streptokokus di leher , alkohol, beberapa macam obat seperti obat antimalari, lokal iritasi atau keruasakan kulit biasa menimbulkan proriasis pada penderita yang mempuanyai predisposisi genetik. Hampir semua penderita psoriaris bermasalah dengan gangguan kosmetik dan jarang menghadapi kendala pada aktivitas sehari-hari. Dahulu psoriaris dianggap/dinyatakan sebagai penyakit kulit yang tidak mempunyai dampak serius.

Bila berlangsung lama dan tidak diobati, psoriaris dapat menimbulkan sindrom metabolik yang dapat mengancam jiwa. Gangguan kolesterol, jagung, kenaiakan tekanan darah, dan diabetesa merupakan beberapa penyakitpenyerta psoriaris. Dengan keluhuhan sedikit gatal, panas, perih, kulit serasa tertarik. Pertama, gejala ini timbul di tempat-tempat yang mudah terkena trauma seperti siku, lutut, bokong, dan kulit kepala. Kelainan kulit kebanyakan simetris dengan bercak merah yang meninggi dengan sisik berlapis -lapis di atasnya dan kasar putih seperti mika (transparan)

Pitting Nail

Bila sisik diangkat/dilepas, dibawahnya tempat bintik-bintik pendarahan itu disebut tanda auspitz. Kelainan pada kuku. Kelainan yang lain dapat berupa oil spots, onychodystophy, dan hyperkeratosis subungual. Kelaianan kuku pada Psoriasis akan meningkat dengan bertambahnya usia, lama dan luasnya penyakit, serta arthritis psoriatika. Psoriasis dapat pula mengenal sendi-sendi terutama di jari kaki dan tangan.

Bererapa bentuk klinis

downloadYang pertama adalah psoriaris Guttata ini merupakan psoriasis yang berdiameter kurang dari 1 cm, biasanya terjadi setelah infeksi steptokous. Bentuk ini dapat sembuh secara spontan atau meluas menjadi psoriasi Vlugaris. Pada Psoriasis Vulgaris yang ditemukan pada 90% penderita, kelainan timbul berbentuk plakat dengan diameter lebih dari 1 cm. Jenis ini memiliki tempat predeleksi seperti siku, lutut, genitelia, dan kulit kepala. Psoriasis Pustulosa adalah jenis psoriasis yang berupa lenting kulit yang berisi nanah. Tipe ini dapat terlokalisasi ataupun menyebar (generalisata). Psoriasis Erytrodemi merupakan bentuk psoriasis yang luas dan merah. Merah disebabkan oleh vasodilatasi gangguan regulasi suhu tubuh. Terakhir adalah Psoriasis Artritis, yaitu psoriasis yang mengenai sendi. Bentuk psoriasis ini perlu ditangani karena dapat menyebabkan kecacatan.

Pengobatan

Mengingat psoriasis termasuk penyakit kronis, penting untuk kita mengetahui keamanan pengobatan dibatasi oleh jangka waktu pemberian karena toksisitas kumulatif atau efektivitas yang berkurang (taksifilikasi). Pengobatan psoriasis juga bergantung pada bentuk klinis, luas, lokasi dan keparahan penyakit. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan psoriasis. Jika ada, sifatnya hanya sementara. Psoriasis dapat kambuh kembali. Obat hanya menghilangkan gejala sehingga diperlukan terapipemelihataan. Untuk mengatisipasi sindrom metabolik, dianjurkan medical check-up secara teratur.

1504102pMoisturisers

Faktor pentung untuk psoriasis yang ringan untuk mengurangi kekeringan, pecah-pecah, dan sisik.

Pengobatan Topical

Spesifik terapi dengan cream atau salep yang mengandung coaltar, dithranol, analog vit. D3 (calpotriol), katikosteroid, retinoid topical. Fototerapi (UVB) dan fotokemoterapi (PUVA). Dapat juga dengan sinar matahari.

Pengobatan Sistemik

Dengan menggunakan pengobatan ciclosporin, methotrexate, golongan retinoid, glukortikosteroid sistemik, dan terapi biologi (etranecept, infilximab

PEKERJAAN YANG MENINGKATKAN RISIKO KANKER

images (2)Sumber : Xavier Quentin Pranata

Masa sih ada pekerjaan yang bisa memicu timbulnya kanker? CarePages.com memaparkan beberapa jenis pekerjaan yang kemungkinan meningkatkan peluang perkembangan kanker yang disebabkan oleh zat-zat kimia atau obat-obatan yang digunakan dalam bekerja ataupun oleh penyebab lain. Mungkin pekerjaan Anda tidak termasuk di dalamnya, namun tak ada salahnya bila hal ini menambah pengetahuan Anda.

  • Pramugari. Perawat , dan pekerjaan wanita lain yang memiliki pengaturan shift. Sebuah studi yang dilakukan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) melaporkan bahwa wanita yang bekerja berdasarkan shift memiliki peluang lebih besar menderita kanker payudara. Studi lebih lanjut sedang digelar untuk mengamati bagaimana perubahan pola tidur alami dapat mempengaruhi produksi melatonin dan mendorong pertumbuhan tumor.
  • imagesHair stylist, colorists, dan pekerja salon. Sadarkah Anda bahwa setiap kali menikmati acara nyalon, ada bau-bauan yang terpaksa Anda hirup dari produk perawatan rambut di sekitar Anda? Misalnya, semprotan hairspray atau pewarna rambut. Bau-bauan ini berasal dari bahan kimia yang tentunya memberikan pengaruh pada orang-orang yang setiap hari harus bekerja menggunakannya.  Namun apakah bahan pewarna atau bahan kimia lain yang ada di salon secara serius menyebabkan kanker? IARC mengatakan bahwa bahan-bahan kimia yang digunakan tersebut kemungkinan bersifat karsinogenik untuk manusia. Berita baiknya, mengenakan kaus tangan akan mengurangi paparannya. Selain itu, banyak produk sudah tidak lagi menggunakan bahan baku yang bisa memberikan risiko bagi pekerja salon.
  • Body builder dan atlet yang menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan performa. Sungguh menyedihkan dan mengejutkan melihat kenyataan bahwa beberapa atlet menggunakan anabolic steroids, hormon-hormon buatan manusia, untuk membangun massa otot. Steroid terbukti memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap fisik atlet. Namun demikian, penggunaan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker hati.
  • Pelukis dan seniman yang terekspos bahan-bahan kimia dan zat warna. Para peneliti belum mengetahui perantara manakah yang memicu pertumbuhan kanker. Namun, mereka mengetahui dengan pasti bahwa para pelukis memiliki kemungkinan meningkatkan kanker paru-paru dan kandung kemih. Paparan terhadap silica, asbes, dan bahan karsinogenik lainnya juga dapat memberikan risiko lebih tinggi bagi para seniman.

Potasium Kurangi Tekanan Darah Tinggi

images

Sumber : Kompas

Konsumsi potassium 3-4 gram per hari menurunkan tekanan darah tinggi pada orang dewasa. Konsumsi potasium juga menurunkan risiko stroke pada orang dewasa hingga 24 persen. Demikian penelitian para ilmuwan do Program Pangan Dunia PBB (WFP), Imperial College London , dan Warwick edical School. Hasil penelitian yang melibatkan 128.000 orang itu dipulikasikan di british Medical Journal.

images (1)Potasium adalah mineral penting untuk mengontrol keseimbangan cairan darah dan membantu menurunkan tekanan darah. Sumber potasium adalah pisang, sayuram, kacang-kacangan, susu ikan, daging ayam, dan roti. Potasium juga mampu mengendalikan tekanan darah pada anak-anak. Adapun penelitian terkait asupan garam dilakukan ilmuwan dari Wolfson Institute of Preventive Medicine, Queen Mary, Universitas London, menunjukan, mengurangi asupan garam selama empat minggu atau lebih dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.

Tekanan darah lebih rendah mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung. Dokter ahli jantung dari Queen Mary, Graham MaeGregor, yang memimpin penelitian mengatakan, di Inggris rata-rata asupan garam 9,5 gram per hari. “ kami ingin menekan jadi 5 gram, tapi tidak mudah karena garam sudah ada di makanan yang kita beli, “ujarnya.

Seks Saat Haid Picu Kematian Mendadak

pms

Sumber: L. Denny Santoso, S.Kom., SAC. Dip., CSN., CHt.

duniafitnes.com.

Tak bisa dipungkiri bahwa bercinta atau berhubungan seks adalah aktivitas yang paling menyenangkan bagi banyak orang. Selain meningkatkan keharmonisan rumah tangga, hubungan seks juga meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

129_6-female-libido-killers_flash

Penelitian juga menyebutkan bahwa berhubungan seks dapat membakar kalori lebih banyak sekaligus meningkatkan kesehatan jantung, sehingga cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Meski berhubungan seks adalah aktivitas yang menyehatkan, Anda perlu mengetahui kapan waktu yang tepat dan sehat untuk melakukannya. Tidak sedikit pasangan yang melakukan aktivitas seksual saat si wanita sedang mengalami menstruasi / haid. Padahal pada masa ini berhubungan seks bisa sangat berbahaya. Mengapa?

Laura Berman, PhD, seorang pakar seks dan terapis dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago mengatakan, berhubungan seks saat haid dapat merugikan kesehatan kedua pasangan. Beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat melakukan seks saat haid antara lain:

Penyakit Menular Seksual

Saat wanita mengalami menstruasi leher rahim akan terbuka. Terbukanya leher rahim tersebut dapat mempermudah kuman dan bakteri masuk bahkan menyebar hingga ke rongga panggul. Wanita juga berpotensi tertular virus HIV dan hepatitis jika melakukan hubungan seks saat menstruasi.

symptoms-of-endometriosisRisiko Infeksi

Saat menstruasi, dinding vagina akan mengalami inflamasi atau pembengkakan sebagai proses alami tubuh. Saat inflamasi terjadi, lapisan dinding rahim akan mengalami peluruhan berbarengan dengan keluarnya darah haid. Darah tersebut merupakan media yang berpotensi mengembangkan kuman dan bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi saluran kencing, sperma, dan prostat pada pria.

Endometriosis

Istilah tersebut pasti masih asing di telinga Anda. Endometriosis mengacu pada pertumbuhan sel-sel di luar endometrium (dinding rahim) atau di tempat lain. Dalam tingkat lanjut pertumbuhan sel-sel tersebut akan memicu rasa nyeri saat haid, atau biasa disebut dengan dismenore.

Salah satu faktor penyebab endometriosis adalah regurgitasi atau aliran balik darah haid dari dalam rahim ke saluran indung telur dan masuk ke dinding perut. Ini dapat terjadi jika Anda melakukan hubungan seks saat haid.

rest-in-peace-womanTak hanya itu, risiko infeksi juga semakin meningkat baik pada pria maupun wanita. Tingkat keasaman dan kemampuan lendir vagina untuk melawan bakteri saat berhubungan seks akan mengalami penurunan, sehingga berpotensi mengembangkan bakteri dan kuman yang membahayakan kesehatan.

Sudden Death

Gerakan penis pada saat berhubungan seks di masa haid juga bisa menjadi pemicu terjadinya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka. Para ahli medis mengkhawatirkan, jika emboli atau gelembung udara tersebut masuk ke dalam pembuluh darah maka akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan bisa mengakibatkan “sudden death” atau mati mendadak.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari berhubungan seks saat haid. Jika Ada tidak bisa menahan hasrat seksual, temukan teknik bercinta lain yang lebih aman dan sehat untuk dilakukan. Selalu komunikasikan permasalahan seksual Anda bersama pasangan dan temukan jalan keluar terbaik demi keharmonisan hubungan Anda.

Menkes Himbau Orangtua Imunisasi Anaknya

RI-30-2012-224x300

Sumber : Kemenkes ( Kementrian Kesehatan RI )

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengingatkan kepada masyarakat luas, khsususnya para orangtua untuk memberikan imunisasi bagi bayi mereka agar terhindar dari wabah, kematian, maupun kecacatan. Selama sepekan ini, 22 – 27 April 2013, berlangsung Pekan Imunisasi Dunia (PID) serentak di seluruh dunia. Tema PID tahun ini adalah “Protect Your World – Get Vaccinate”. Indonesia dengan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) mengambil tema “Imunisasi Lindungi Anak Indonesia dari Wabah Kematian atau Kecacatan”. Caranya, menggelar imunisasi di puskesmas, rumah sakit dan seluruh unit pelayanan kesehatan lainnya. 

download (2)“Dengan Pekan Imunisasi Dunia, kita harapkan mampu menggerakkan seluruh unsur masyarakat, tenaga kesehatan, bahkan seluruh pemerintah daerah, sampai ke tingkat desa dan kelurahan untuk mendukung kelancaran imunisasi,” kata Menkes Nafsiah Mboi dalam wawancara khusus dengan Metrotv, Rabu (24/4). 

“Selain itu, akan dilakukan kegiatan Drop Out Follow Up (DOFU). DOFU ini, pelayanan imunisasi dengan mengunjungi rumah warga untuk memeriksa apakah ada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Jika belum, akan langsung diberikan di tempat,” kata Menkes.

Vaksin Pentavalent 

Menkes Nafsiah Mboi menambahkan, ada lima vaksin yang diberikan secara gratis di Posyandu yaitu vaksin Hepatitis B, BCG untuk mencegah TBC, vaksin polio, DPT/HB untuk mencegah difteri, batuk rejan, tetanus serta Hepatitis B lanjutan, dan vaksin campak. 

Bahkan untuk lebih mempermudah pemberian vaksin, kata Menkes, mulai Juli mendatang Kementerian Kesehatan juga akan memperkenalkan dan mulai menggunakan vaksin pentavalent (DPT/HB/Hib) menggantikan vaksin DPT-HB. Vaksin pentavalen adalah vaksin dasar gratis yang mampu mencegah lima penyakit, seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta Hib (Haemophylus Influenza Type B). 

“Pengenalan vaksin baru ini juga dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian bayi dan angka kematian ibu untuk pencapaian MDG,” kata Menkes Nafsiah Mboi. 

Saat ini, cakupan imunisasi dasar di Indonesia telah mencapai 87 persen di mana pencapaian cakupan yang lebih besar masih terkendala oleh kondisi geografis Indonesia yang sangat luas. Sebelum disatukan dalam vaksin pentavalen, vaksin DPT, Hib dan hepatitis B, masing-masing diberikan empat kali sehingga bayi menerima suntikan 12 kali. Pemberian vaksin baru ini diharapkan akan mempermudah pemberian vaksin sehingga perlindungan terhadap penyakit menular pada bayi akan meningkat.

download (3)“Pengenalan vaksin baru ini juga dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian bayi dan angka kematian ibu untuk pencapaian MDG,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. 

Dikatakannya pemberian vaksin pentavalen produksi Biofarma tersebut akan dimulai dalam Pekan Imunisasi Nasional di empat provinsi, yakni Jawa Barat, Bali, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Vaksin pentavalen berupa cairan dan diberikan dalam bentuk suntikan intramuskuler. Vaksin pentavalent diperuntukkan bagi bayi berusia dua bulan dan diberikan tiga dosis sehingga bayi hanya disuntik tiga kali dengan interval waktu minimal satu bulan.

“Untuk bayi yang sudah lengkap mendapat imunisasi dasar kecuali vaksin Hib, maka bisa menunggu 1,5 tahun sebelum ditambahkan vaksin Hib,” kata Menkes. 

Infeksi kuman Hib sangat berbahaya karena menimbulkan obstruksi saluran napas, septic arthritis, nyeri sendi. Selain itu, menyebabkan infeksi kulit yang biasanya terdapat pada wajah, kepala atau leher, pneumonia, demam, serta sesak napas. Penambahan vaksin Hib juga bertujuan untuk menekan jumlah anak yang menderita pneumonia (radang paru) yang merupakan penyebab kematian balita kedua di Indonesia. Pneumonia menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan sehingga bisa mengakibatkan kematian karena paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendapatkan oksigen bagi tubuh.