Aterosklerosis Dapat Terjadi Akibat Suka Makan Kuning Telur

104039_kuningtelur

Sumber : DuniaFitnes.com

Tak diragukan lagi bahwa telur memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh agar tetap berfungsi optimal. Putih telur dikenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi untuk membantu pembentukan otot dan pemulihan tubuh. Tapi sayangnya kuning telur memiliki kandungan kolesterol tinggi yang hampir memiliki tingkat bahaya yang sama dengan nikotin rokok terhadap pembuluh darah.

Tim peneliti dari Western University of Canada menyebutkan bahwa diet kaya kuning telur secara berlebihan dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan mengembangkan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan kondisi medis berupa penumpukan plak sepanjang dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

arteriosclerosisSurvei juga dilakukan terhadap pasien aterosklerosis tentang bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Mulai dari konsumsi obat-obatan, riwayat merokok dan konsumsi kuning telur secara berlebihan. Dari hasil ini diketahui bahwa pengaruh kuning telur terhadap penumpukan plak di pembuluh darah hampir dua per tiga dari pengaruh rokok.

Merokok secara langsung dapat mempengaruhi pembuluh darah dan pengembangan plak, sedangkan konsumsi kuning telur memiliki efek yang tidak langsung, yaitu dengan mempengaruhi kolesterol darah secara keseluruhan.

Selain mengonsumsi kuning telur secara berlebihan, ada faktor lain yang juga mempengaruhi kadar kolesterol darah seperti, mengonsumsi makanan berlemak dan kurangnya aktivitas fisik (berolahraga).

Para peneliti menyarankan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi kuning telur, terutama bagi individu yang berisiko terhadap penyakit kardiovaskuler. Menjalankan diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan langkah yang tepat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus menyehatkan jantung Anda.

MITOS KANKER

mythsSumber : Parkway Cancer Centre

images (4)MITOS 1

Jangan gunakan ponsel Anda terlalu sering – bisa mengakibatkan kanker.

Hal ini dipicu oleh studi awal tentang kekhawatiran akibat penggunaan handphone. Walaupun retrospektif awal dan kelompok studi menemukan bahwa ponsel dapat diasosiasikan sebagai penyebab kanker, hal ini telah disangkal oleh banyak hasil studi yang lebih ekstensif.

4-double-up-sun-protection-mainMITOS 2

Selalu gunakan tabir surya sebelum bepergian. Ini akan mencegah kanker kulit.

Tabir surya dapat mencegah kanker, namun penggunaannya tidak dapat menjamin Anda tidak akan terkena kanker. Perlindungan terhadap sinar matahari memerlukan penggunaan peneduh dan pakaian.

Akan tetapi beberapa studi sepertinya mengusulkan bahwa penggunaan tabir surya hanya melindungi untuk satu jenis kanker saja. Hal ini masih dalam penelitian.

sate-serbakMITOS 3

Saya sering melihat dokter makan daging yang di bakar. Saya kira hal itu tidak akan meningkatkan resiko kanker

Hal ini agak sulit untuk disangkal maupun dibuktikan. Ini tergantung seberapa sering, definisi “sering” itu sendiri, seperti dalam 6 bulan sekali. Yang terpenting adalah frekuensi konsumsinya: sangat sering, tidak terlalu sering, terkadang, atau sesekali. Studi gizi sangat sulit untuk dilakukan karena kita harus bergantung pada ingatan masing-masing individu.

Sebagai tambahan, memasak dengan teknik bakar menggunakan arang tergantung pada hasil akhir dari proses tersebut, misal, apakah terlalu matang hingga gosong, atau setengah mentah. Tetapi heterocyclic aromatic amines (HAA) dari daging bakar diketahui sebagai penyebab kanker hati, usus, dada/payudara, kulit, prostat dan paru-paru pada percobaan tikus.

Kemudian, polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dari daging bakar juga diasosiasikan dengan mutasi onkogen seperti terlihat pada binatang. Karenanya sangat penting untuk mengingat hasil-hasil penelitian ini saat mengkonsumsi daging bakar.

MamadanAnak-www.bellyitchblog.com(2)MITOS 4

Bila nenek atau ibu Anda pernah terkena kanker payudara, maka Anda pasti terkena kanker payudara.

Memang benar apabila baik nenek maupun ibu terkena kanker payudara, khususnya mereka terkena kanker sebelum berusia 50 tahun. Resiko seorang perempuan terkena kanker payudara menjadi lebih besar. Bila tidak kedua-duanya, atau hanya satu saja yang terkena kanker payudara, resiko terkena kanker tidaklah tinggi, namun tetap lebih tinggi dibanding wanita yang keluarganya tidak memiliki sejarah terkena kanker.

Akan tetapi, hal ini tidak memastikan si wanita pasti akan terkena kanker. Misalnya, seorang wanita dengan tingkatan pertama (kakak atau ibu) dari sejarah keluarga yang terkena kanker maka dirinya akan terkena resiko kanker sebesar 1.5 hingga 3 kali lebih besar.

Adalah bijaksana bagi seorang wanita dengan sejarah keluarga dekat terkena kanker payudara untuk mengkonfirmasikan secara medis dan melakukan skrining untuk mendeteksi kanker payudara. Untuk wanita di atas 40 tahun, maka ia memerlukan mammogram.

 

Penderita Asma Tetap Bisa Puasa

2a4350e6-4cbb-8dca-42b2-8980c359620a

Sumber : Kompas

Penderita asma tak perlu khawatir berpuasa. Kini tersedia obat bersifat long acting (berdaya kerja lama). Selain itu, kekambuhan asma bisa diprediksi sehingga bisa dilakukan tindak pencegahan. Hal itu dikemukakan dr Tjandra Yoga Aditama SpP.

Asma adalah gangguan kronis pada paru yang ditandai dengan sesak napas. Penderita asma memiliki saluran napas yang sangat sensitif.

20131104fluSaluran napas bereaksi dengan cara menyempit atau mengerut jika teriritasi sehingga menyulitkan keluar-masuknya udara. Gejala asma bisa berupa bersin-bersin, batuk, napas pendek, serta dada sesak.

Pemicu serangan asma antara lain udara dingin, debu, asap termasuk asap rokok, serta gejolak emosi maupun keletihan. Adapun penyebab asma bisa alergi (terhadap serbuk sari, kotor binatang, tungau, dan jamur) atau infeksi saluran napas.

“Para penderita asma sering menyatakan kekhawatirannya untuk berpuasa karena khawatir jika sewaktu-waktu kambuh dan perlu menggunakan inhaler (obat semprot) yang dianggap bisa membatalkan puasa,” ujar Tjandra.

Namun, kekhawatiran itu tak perlu. Bahkan, penderita asma yang perlu minum obat tiap hari pun tetap bisa berpuasa karena ada obat berdaya kerja lama, yaitu 12 jam sampai 24 jam, sehingga cukup dipakai sekali atau dua kali sehari.

Kekambuhan asma bisa diprediksi menggunakan peak flow meter. Seyogianya penderita memiliki alat ini di rumah. Alat yang ditiup ini mengukur arus puncak ekspirasi (embusan napas). Jika kemampuan tiup menurun, pertanda asma akan kambuh sehingga penderita bisa mencegah dengan menggunakan obat.

Obat asma, lanjut Tjandra, ada dua macam. Pelega yang digunakan jika seseorang kambuh asmanya. Obat ini bisa berbentuk semprotan maupun tablet. Juga ada obat pengontrol yang digunakan dalam jangka waktu tertentu agar tak terjadi serangan asma atau untuk mencegah kekambuhan. Umumnya, obat jenis ini berbentuk semprotan.

Penyakit-AsmaMenurut Tjandra, penting bagi para penderita asma untuk mengenali penyakitnya serta memahami jenis dan daya kerja obat asma. Dengan demikian, penderita mampu mengenali gejala kambuh serta meningkatkan dosis obat jika dosis biasa sudah tidak mempan.

Jika ada keraguan, sebaiknya menjelang puasa, penderita berkonsultasi dengan dokter dan menanyakan semua hal yang ingin diketahuinya.

Hal yang penting juga adalah kecukupan makan dan gizi seimbang sehingga puasa tidak menimbulkan kekambuhan serta tidak menurunkan daya tahan tubuh.

Gejala Penyakit HIV Pada Anak- Anak

india-kids_1124257i

Sumber : Vemale.com 

Penyakit HIV juga mudah menular pada anak- anak. Proses penularannya bisa dikarenakan ibu hamil yang terinfeksi virus HIV dan bisa melalui darah. Ladies, jangan sampai anak Anda menjadi korban penyakit ini. Makanya, penting sekali untuk mengetahui ciri dan gejala penyakit HIV pada anak kecil.

HIV-and-kidsSeperti yang Anda ketahui Ladies, penyakit HIV tidak memilih siapa saja. Baik orang dewasa, anak- anak, bahkan bayi yang baru lahir.

Menurut langsiran dari http://www.webmd.com, gejala HIV yang sering muncul pada anak- anak dapat diketahui sebagai berikut ini:

- Anak tersebut gagal dalam pertumbuhan seperti susah sekali untuk bertambah berat badan atau pertumbuhan tinggi badannya jika dilihat dari standar seharusnya

- Adanya gangguan pada sistem saraf terutama pada saraf di otak, sehingga anak tidak mampu untuk berkembang. Misalnya saja tidak bisa menunjukkan performa bagus di sekolah untuk anak- anak atau anak cenderung sangat pendiam.

- Zimbabwe_34932_Susah mengembangkan memori serta daya ingat menjadi lemah sehingga anak tersebut tidak dapat mengingat terlebih lagi dalam hal pelajaran

- Seringnya muncul penyakit yang banyak diderita anak- anak seperti demand an panas tinggi yang tak kunjung berhenti, infeksi pada telinga, masalah dengan perut dan sistem pencernaan, serta diare

Nah Ladies, penting sekali untuk selalu mengontrol kesehatan anak Anda terutama pada usianya yang masih terlalu kecil atau masih bayi.

5 Penyakit Menakutkan Bagi Pria dan Cara Mencegahnya

4-Penyakit-yang-Mengancam-Kaum-Pria-1

Sumber : DuniaFitnes.com

Coba tanyakan pada para pria (atau setidaknya pada diri Anda sendiri), ancaman penyakit apa yang paling membuat Anda khawatir.

Mungkin akan banyak jawaban yang Anda sampaikan, namun yang menjadi permasalahan adalah, apakah Anda berisiko mengalaminya?

Anda mungkin sudah pernah mendengar atau membaca berbagai ulasan tentang penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa, bahkan mungkin sudah pernah membacanya di Duniafitnes.com.

Kali ini kita akan kupas lebih dalam tentang penyakit-penyakit apa saja yang diam-diam mengancam kesehatan Anda, khususnya para pria, sekaligus mengetahui bagaimana cara mencegah penyakit-penyakit tersebut.

e221f1ce0a_p-4f680621eddf8Kanker Testis

Meski kanker testis menjadi salah satu penyakit yang ditakuti para pria, namun National Institutes of Health di Amerika memasukkannya sebagai penyakit yang jarang ditemui. Uniknya penyakit ini sering terjadi pada pria berusia 20-30 tahun.

Untuk mengobati penyakit ini biasanya dilakukan kemoterapi, terapi radiasi hingga pembedahan. Pengobatan kanker testis rata-rata memiliki tingkat keberhasilan 90 persen dan merupakan salah satu pengobatan dengan tingkat keberhasilan tertinggi di antara penyakit kanker lainnya.

Kanker Prostat

Kanker testis memang menakutkan, tapi ada kanker lain yang tidak kalah menakutkan bagi pria yakni kanker prostat. Sebagian besar pria yagn terdiagnosa kanker prostat adalah pria berusia di atas 50 tahun, kondisi ini terjadi lebih dari 50 persen.
Tapi bukan berarti usia di bawah 50 tahun aman dari ancaman penyakit ini. Risiko kanker prostat akan meningkat jika tidak diimbangi pola makan sehat dan olahraga teratur.

Lakukan pengecekan pada testis Anda secara berkala setelah selesai mandi. Temui dokter jika Anda menemukan gumpalan-gumpalan atau tonjolan yang terasa mengganggu dan abnormal. Susah buang air kecil dan terasa sakit ketika buang air kecil juga bisa menjadi gejala penyakit di atas. Deteksi dini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan kanker testis dan prostat.

Terbakar Sinar Matahari

Kulit yang terbakar api memang bukan penyakit umum. Bahkan Anda mungkin pernah berpikir tidak akan mengalaminya. Risiko pria mengalami kasus kulit terbakar api hanya terjadi 1 banding 9.000. Tapi kulit terbakar sinar matahari adalah kasus yang cukup banyak dijumpai. Beberapa di antaranya justru meningkat menjadi kanker kulit akibat paparan sinar UV.

Untuk mencegahnya, gunakan sunblock (tabir surya) yang mengandung SPF 30 atau lebih, terutama bagi Anda yang beraktivitas di bawah terik matahari langsung.

SPF adalah kependekan dari Sun Protection FactorAngka-angka yang tertera pada krim tabir surya itu bukan menyatakan berapa banyak radiasi yang mereka tahan melainkan berapa lama kita dapat bertahan di bawah terik matahari sampai kulit kita menjadi kemerahan (erythema).

Apabila kita mengolesi tubuh dengan tabir surya ber-SPF 15, kita dapat bertahan di bawah terik matahari lima belas kali lebih lama dibanding jika tidak memakainya. Dengan SPF 30, kita dapat tinggal tiga puluh lebih lama dibanding jika tidak memakainya. Itu dua kali lebih lama dibandingkan SPF 15. Akan tetapi tabir surya ber-SPF 30 hanya menahan radiasi berbahaya 3% lebih banyak dibanding tabir surya dengan SPF 15.

Pastikan seluruh permukaan kulit Anda terlindungi. Bila perlu usapkan sunblock kembali setelah beberapa jam berada di luar ruangan.

pria-kolesterol-131021bKanker Paru

Kanker paru adalah penyebab kematian terbesar setelah penyakit jantung. Bahkan kanker paru merupakan kanker paling mematikan di antara kanker lainnya seperti, kanker usus besar, prostat, pankreas dan leukimia). Kanker paru banyak diderita pria yang memiliki kebiasaan merokok. Bahkan orang yang tidak merokok pun berisiko terkena kanker paru jika sering berada dalam ruangan yang penuh asap rokok.

Tidak hanya pria, wanita yang aktif merokok pun memiliki risiko besar terserang kanker paru. Hingga pertengahan dekade ini, angka kematian wanita di Eropa akibat kanker paru-paru meningkat lebih tinggi daripada akibat kanker payudara.

Itulah pernyataan resmi dari hasil penelitian bersama dari Department of Epidemiology, University of Milan, Italia dan Cancer Epidemiology Unit, University of Lausanne, Swiss. Bahkan kondisi tersebut sudah terjadi di Inggris dan Polandia.

Kanker paru tidak hanya dipicu oleh asap rokok, polusi udara juga turut meningkatkan risiko penyakit ini. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengutarakan bahwa pada tahun 2010, sekitar 223.000 kasus kematian diseluruh dunia disebabkan oleh kanker paru-paru akibat polusi udara, bahkan ada bukti yang meyakinkan polusi udara juga meningkatkan risiko kanker kantung kemih.

Mengonsumsi makanan organik seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu mengurangi risiko kanker paru-paru. Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer menunjukkan penurunan besar kejadian kanker paru-paru di antara mereka yang rajin mengonsumsi buah apel dan pir.

ejakulasi-diniImpotensi

“Kemampuan untuk mencapai dan menjaga ereksi merupakan proses psikologis yang kompleks,” terang Elizabeth Selvin, Ph.D asisten profesor di sekolah kesehatan John Hopkins. Saat ini impotensi atau disfungsi ereksi tidak hanya terjadi pada usia paruh baya, di usia muda pun impotensi bisa terjadi.

Tim peneliti dari Universitas Vita-Salute San Raffaele, di Milan, Italia, menemukan setengah dari para pria yang mengeluhkan impotensi adalah dampak dari bertambahnya usia. Uniknya, peneliti juga menemukan faktor risiko lain yang dapat memperburuk kondisi impotensi bahkan di usia muda, yaitu kebiasaan merokok dan mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Kenaikan risiko impotensi di usia muda merangkak naik dari 2 persen hingga 4 persen akibat gaya hidup tidak sehat tersebut. Peneliti menambahkan bahwa menghabiskan waktu lebih dari 20 jam selama seminggu did epan komputer memiliki risiko tinggi mengalami impotensi.

Peneliti mendata lebih dari 400.000 pria yang mengaku mengalami impotensi di sebuah klinik kesehatan. Sebanyak 26 persen dari jumlah tersebut diketahui berusia di bawah 40 tahun.

Untuk mencegahnya sebaiknya lakukan aktivitas fisik (olahraga) secara teratur, terapkan pola makan sehat, dan jauhi stres sedini mungkin

Rokok dan Kanker Paru

ini-yang-dilakukan-rokok-pada-jantung-anda

Sumber : Tim Sehatku Media

Rokok di Dunia
Rokok telah lama dikenal oleh masyarakat dunia. Ditemukan di Amerika sejak 600 tahun SM. Di dunia diperkirakan ada 1,26 milyar perokok. 800 juta diantaranya berada di Negara berkembang.
Ternyata merokok menimbulkan masalah kesehatan. Banyak penyakit berkembang yang berhubungan dengan rokok sebagai penyebab.  4 juta orang meninggal akibat rokok. Tahun 2020 diperkirakan 10 juta orang meninggal karena rokok dan 70 % diantaranya terjadi di negara berkembang. Pada tahun 1990 di Asia terdapat 1,1 juta kematian akibat rokok dan tahun 2020 diperkirakan naik menjadi 4,2 juta kematian.
Peringkat lima besar konsumsi rokok terbanyak di dunia yaitu Cina, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Indonesia.

Rokok di Indonesia
Konsumsi rokok di Indonesia mencapai 215 milyar batang rokok per tahunnya.  Di Indonesia ada 60 % perokok, 59 % diantaranya adalah  laki-laki dan 37 % nya perempuan.

12919524281490416420Larangan Merokok
Larangan untuk berhenti merokok telah dimulai sejak tahun 600 Fang Yizhi ( tahun Cina ). Penelitian mengenai bahaya  merokok dimulai pada tahun 1726 oleh Jophn Hill.

Kandungan Rokok
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan dalam 1 batang rokok adalah 4000 bahan kimia, 400 diantaranya adalah racun dan 40 diantaranya adalah karsinogenik ( zat penyebab kanker ). Beberapa zat kimia dan racun yang terkandung dalam rokok adalah :
1.    Karbon monoksida –> gas yang dikeluarkan knalpot
2.    Benzena –> zat dalam kapur barus
3.    Toluena –> pengawet urine
4.    Metanol –> bahan bakar roket
5.    Arsen –> racun semut
6.    Pyrene
7.    Cadmium –> bahan kimia baterai
8.    Benzopyrene
9.    Vinyll Chloride –>bahan pralon PVC
10.    Butan –>  bahan korek api
11.    Tar –>menyebabkan kanker
12.    Hidrogen Sianida –> untuk hukuman mati
13.    Aceton –> penghapus cat
14.    Nitrosamin –> penyebab kanker nasofaring
15.    Nikel –> logam berat
16.    Nikotin –> penyebab ketagihan
17.    Dll

Tumor dan Kanker Paru
Kanker paru merupakan penyebab kematian yang utama karena kanker. 85-95 % kanker paru berhubungan dengan kebiasaan merokok. Para penderita biasanya datang ke pelayanan kesehatan dalam kondisi stadium lanjut.

kanker-paru-paruGejala dan tanda Kanker Paru

Gejala lokal :
–    Batuk yang tidak sembuh-sembuh
–    Suara parau
–    Batuk berdarah

Gejala regional :
–    Leher bengkak
–    Suara parau / serak
–    Sesak
–    Nyeri dada
–    Pelebaran pembuluh darah

Penyebab
85-95 % penyebab kanker paru adalah rokok.

Faktor Risiko
Terdapat beberapa hal yang memungkinkan seseorang terkena kanker paru. Faktor risiko ini terbagi :

Faktor Risiko ringan
–    Usia > 50 tahun atau
–    Merokok > 20 tahun

Faktor risiko sedang
–    Usia > 50 tahun
–    > 30 tahun merokok atau perokok pasif
–    Tidak ada faktor risiko tambahan

Faktor risiko Berat
Kategori 1 :
–    Usia 50-74 tahun
–    >30 tahun riwayat metrokok
–    Berhenti merokok < 15 tahun
Kategori 2 :
–    Usia > 50 tahun
–    > 30 tahun riwayat merokok
–    Terdapat faktor risiko tambahan

images (5)Pencegahan dan Deteksi Dini
Kanker paru-paru stadium dini biasanya tisdak menunjukkan tanda dan gejala. Oleh karena itu deteksi dini diperlukan agar kanker dapat ditemukan dalam kondisi stadium yang masih dini agar mempunyai keberhasilan terapi yang optimal. Jika terdapat faktor-faktor risiko kanker paru, maka lebih baik melakukan deteksi dini kanker paru. Deteksi dini yang paling mudah adalah dengan melakukan foto rontgen paru. Namun saat ini telah ada pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang lebih akurat dengan metode MSCT Low Dose ( Multi Slice CT Low Dose ).

Penyakit Tidak Menular Meningkat

153254_penyebab

 Sumber : Kompas

Masih Fokus pada Kuratif

Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan akibat buruknya gaya hidup masyarakat. Jika tidak ada langkah pencegahan, Jaminan Kesehatan Nasional yang mulai diberlakukan awal tahun 2014 akan terbebani.

images (6)Prastuti Soewondo, Ketua Kelompok Kerja Bantuan Sosial Kesehatan untuk Masyarakat Miskin di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Jumat (20/9), di Jakarta, mengatakan, meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM) kini terjadi pada kelompok masyarakat tidak mampu.

Hal ini merujuk pada riset tahun 2010-2011 terhadap klaim asuransi kesehatan. Riset menunjukkan, PTM mendominasi klaim Jamkesmas bagi warga tak mampu. Dari daftar 10 penyakit terbanyak, enam diantaranya seperti gangguan jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes, tergolong penyakit tidak menular.

Kondisi serupa terjadi pada klaim Askes. Setiap tahun, klaim akibat PTM rata-rata mencapai 125.000 kasus di mana 84.000 di antaranya diabetes. Menurut Prastuti, biaya klaim asuransi pada PTM rata-rata dua kali lipat dibandingkan penyakit menular.

images (7)“Pertumbuhan kasus PTM semakin mengkhawatirkan. Itu terjadi pada mereka yang kaya ataupun miskin. Yang lebih mengkhawatirkan, umumnya pasien miskin masuk rumah sakit ketika kondisi sudah parah,” ujar prastuti dalam International Symposium of Physiology and Exercise Physiology 2013.

Di Indonesia, sejak 1995, kasus PTM mulai menyalip penyakit menular sebagai jenis penyakit yang paling banyak menjangkiti masyarakat. Perbandingannya kini 60:40.

Meningkatnya PTM diyakini dipicu gaya hidup tidak sehat. “Orang semakin malas bergerak. Segala sesuatu serba praktis,” kata pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Masih kuratif

Yang disayangkan, kata Prastuti, penanganan PTM masih lebih banyak menggunakan pendekatan kuratif (mengobati). Porsi anggarang untuk pengobatan rat-rata 40 persen, sedangkan alokasi dana untuk upaya promotif dan preventif hanya 22 persen. Sisanya untuk kegiatan lain.

Padahal, anggaran kesehatan di Indonesia termasuk rendah di Asia, yaitu hanya 2 persen dari produk domestic bruto (PDB). Negara lain seperti Thailand 7 persen, bahkan Timor leste mengalokasikan  12 persen PDB.

Untuk menekan PTM, Prastuti menyarankan dilakukan peningkatan porsi anggaran untuk kegiatan promotif dan preventif. “Kedua hal ini dianggap tidak seksi karena hasilnya tidak langsung terlihat, beda dengan kuratif. Padahal, itu adalah investasi jangka panjang,” katanya.

57ptmJoeMeanJuiceDirektur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng mengatakan, kegiatan promosi dan pencegahan akan lebih di kedepankan, terutama di tingkat layanan kesehatan primer. Secara parallel, pola gaya hidup sehat dengan berolahraga rutin perlu degencarkan ke masyarakat.

Kemenkes telah menerbitkan Permenkes No 30/2013 yang mewajibkan restoran siap saji dan produk makanan mencatumkan label kandungan gula, garam, dan lemak. Aturan ini untuk mencegah konsumsi berlebih makanan pemicu kegemukandan tekanan darah tinggi. Namun, ketentuan tersebut belum bisa diimplementasikan. “Itu efektif berjalan tiga tahun lagi. Sebab, industry minta waktu untuk penyesuaian,” ujarnya.

Widjaja Lukito, Guru Besar Gizi Klinik dari UI, menambahkan, angka prevalensi PTM bisa ditekan dengan mengonsumsi gizi seimbang. “Aktivitas fisik dan nutrisi seimbang itu ibarat dua sisi koin yang menentukan pola hidup sehat,” katanya.

Di luar negeri, seperti di AS, ujar Lukito, dibuat pedoman gizi seimbang yang dijadikan rujukan dalam mencegah PTM jadi kronis. Pedoman ini memuat detail nilai gizi dan nutrisi ideal beserta variasinya. “Indonesia belum punya pedoman ini. Baru ada 13 pedoman gizi seimbang yang umum, ucap lukito.

DIABETES 4,4 Juta Pengidap Belum Terdiagnosis dan Tertangani

images (9)

Sumber : KOMPAS

Diabetes masih menjadi ancaman serius bagi penduduk di Indonesia karena penanganannya belum optimal. Hanya 0,7 persen dari total kasus diabetes di Indonesia terobati secara tuntas.

Hal ini terungkap dalam laporan Program Blueprint for Change yang disampaikan ke publik, Selasa (3/9), di Jakarta. Laporan ini merupakan hasil riset induktif-empirik yang dilaksanakan Novo Nordisk, perusahaan kesehatan global.

Conversations maps picVice President Global Public Affairs Novo Nordisk Niels Lund memaparkan, diperkirakan ada 7,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Jumlah ini merupakan yang terbanyak ke tujuh di dunia. Namun, hanya 41 persen penduduk yang sadar menderita penyakit itu dan mendapatkan pengobatan.

Artinya, masih terdapat 4,4 juta pengidap diabetes di Indonesia yang belum terdiagnosis dan mendapat pengobatan. “Jumlah (pengidap diabetes) yang tertangani masih sangat kecil. Kurang dari 1 persen (dari 7,6 juta penderita) yang mencapai target pengobatan,” ujar Lund.

Karena terlambat dideteksi dan ditangani, demikian Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof Sidartawan Soegondo, sebagian besar kasus diabetes berkembang menjadi komplikasi parah, seperti kebutaan, gagal ginjal, gangguan fungsi jantung, dan stroke. Resiko kematian menjadi sangat tinggi. Diabetes merupakan penyebab kematian nomor enam di Indonesia.

“Jika sudah mengalami komplikasi dan tidak bias dikendalikan, beban pasien semakin bertambah. Biaya untuk pengobatan bias membengkak menjadi 20 kali lipat. Untuk itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi sangat penting,” ujar Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Achmad Rudijanto.

Di dalam Laporan Blueprint for Change disebutkan, jika tidak ada pencegahan, jumlah penderita diabetes di Indonesia akan meningkat menjadi 11,8 juta orang, yakni meningkat 6 persen per tahun. Angka ini melebihi pertumbuhan populasi di Indonesia.

Gaya Hidup

diabetes--zFactor gaya hidup dan pola makan ditengarai menjadi penyebab utama tingginya peningkatan kasus diabetes  di Indonesia. “Diabetes sebetulnya merupakan penyakit perilaku. Tingginya konsumsi beras, makanan siap saji, dan kebiasaan makan enak jadi pemicu,” ujar Hasbullah Thabrany, Guru Besar Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

 Menurut Lund, belum optimalnya penanganan diabetes di Indonesia disebabkan, antara lain, rendahnya kesadaran masyarakat dan pengambil kebijakan, serta terbatasnya jumlah dokter yang mampu menangani diabetes dan obat-obatan. “Satu ahli endokrin di Indonesia melayani 118.000 penderita diabetes. Selain itu, 7 dari 8 penderita tidak bias mendapat insulin,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pemerintah mengoptimalkan fungsi pos pembinaan terpadu (posbindu) untuk memantau dan melakukan deteksi dini penyakit diabetes.

150512_SOLO_POSBINDU_BUR1“Kami sudah melatih 600 petugas di puskesmas dan melengkapi peralatan untuk menanggulangi diabetes. Kami mengingatkan pentingnya pola makan seimbang karbohidrat dan lemak. Juga perlunya pemeriksaan berkala kadar gula darah,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kemampuan para dokter Indonesia dalam mendiagnosis dan menanganin diabetes dilakukan pelatihan. “Kami telah melatih lebih dari 5.000 dokter untuk membantu penanganan diabetes di Indonesia,” ujar Direktur Novo Nordisk Indonesia Sandeep Sur. (JON)

Waspadai “Pembunuh Diam-diam”

images (3)

Sumber : Kompas 

Pada stadium awal, penyakit hepatitis biasanya tidak menunjukan gejala. Itu sebabnya orang yang terinfeksi virus hepatitis kerap enggan memeriksakan kesehatannya secara berkala. Yang kurang disadari, hepatitis akan berkembang menjadi sirosis dan berakhir menjadi kanker hati.

Virus hepatitis B menginfeksi 2 miliar penduduk dunia. Sekitar  1 juta penduduk meninggal disebabkan infeksi VHB per tahun. Adapun  pengidap hepatitis C di dunia diperkirakan  170 juta orang.

Hepatitis adalah peradangan sel-sel hati yang disebabkan oleh infeksi (virus , bakteri, atau parasit). Obat-obatan, konsumsi alcohol, lemak berlebihan, dan penyakit autoimun.

Virus hepatitis B disebut sebagai penyakit yang 50-100 kali lebih menginfeksi dibandingkan HIV sehingga dikenal the silent killer (pembunuh diam-diam), yang kapan saja bisa merenggut nyawa seseorang. Terdapat beberapa jenis virus hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, hepatitis itu, virus hepatitis B dan C yang berbahaya dab banyak menimbulkan komplikasi.

download (1)Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan hati masih rendah. Umumnya, orang baru berobat setelah virus hepatitis menyebabkan sirosis (pengerasan) hati.

Pemeriksaan kesehatan hati sangat dianjurkan terutama bagi tenaga kesehatan laboratorium, keluarga yang memiliki riwayat hepatitis, penerima transfuse darah, dan pengguna narkoba suntik sebagai kelompok yang paling berisiko.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Laurentius A Lesmana mengatakan, jika hasil pemerksaan ternyata bebas hepatitis, sebaiknya dilakukan vaksinasi. Jika positif hepatitis harus secara berkala memeriksakan diri untuk memantau aktivitas dan kadar virus, perkembangan, dan tingkat kerusakan hati.

Saat ini banyak orang belum divaksin hepatitis karena minimnya pengetahuan dan kesadaran. “Orang yang terinfeksi hepatitis juga masih merasa dirinya baik-baik saja. Baru datang ke dokter setelah terjadi sirosis,” kata Lesmana.

Situasi Indonesia

20110624obat-generikHepatitis menjadi masalah kesehatan dunia. Indonesia mempunyai jumlah pengidap hepatitis B nomor tiga terbesar di Asia Pasifik. Sekitar 13 juta penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis B dan 4 juta terinfeksi virus hepatitis C.

 Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi hepatitis B di Indonesia 9,4 %. Jika konversi dengan jumlah penduduk Indonesia, jumlah pengidap hepatitis B di Indonesia 23 juta orang.

Karena itu, kata Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan kementrian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, bersama Brasil dan Kolombia, Indonesaia menjadi pemakarsa  Resolusi 63.18 tentang hepatitis dalam siding ke 63 Majelis Kesehatan Dunia (WHA) tahun 2010. Isi resolusi menyatakan, virus hepatitis menjadi salah satu agenda prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan demikian, diharapkan Negara dan masyarakat di dunia menaruh perhatian lebih serius untuk mengendalikan hepatitis.

 Meski berbahaya, hepatitis B dapat dicegah dan diobati. Salah satu cara dengan imunisasi. Pengndalian ibi hamil yang mengidap hepatitis B disertai pemberian imunisasi pada bayi yang dilahirkan untuk memutus mata rantai penularan hepatitis.

Ketua Perhimpunan Peneliti hati Indonesia Rino A Gani mengatakan, deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil sanagt penting sebab dapat ditularkan dari ibu kebayinya.

 Imunisasi hepatitis B telah dilakukan dalam dua dasawarsa terakhir, diawali dengan percontohan imunisasi pada bayi di Lombok tahun 1987-1997. Pada April 1997, imunisasi hepatitis B masuk dalam program imunisasi nasional.

 Donor Darah

images (4)Penapisan darah donor oleh Palang Merah Indonesia menjadi penting agar tidak terjadi penularan virus hepatitis melalui trasnfusi darah.

 Hepatitis A dan C juga perlu mendapat perhatian. Hepatitis A sering muncul sebagai kejadian luar biasa dan bisa dieliminasi dengan antivirus. Adapun hepatitis C sampai kini belum tersedia vaksinnya. Untuk itu, upaya pencegahan melalui promosi Perilaku Hidup Bersih dan sehat, menghindari perilaku berisiko, serta penapisan darah donor menjadi penting.

 Deteksi dini menjadi sangat penting, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga ekonomi. Mencegah, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga ekonomi. Mencegah, setidaknya mengetahui infeksi virus dari awal akan memudahkan tindakan pengobatan. Deteksi dini jauh lebih murah daripada mengobati, apa lagi transplantasi hati.

 Rinomenyebabkan, pasien dengan sirosis hati di tahap awal perlu biaya pengobatan sekitar Rp 2,5 juta seminggu. Artinya dalam setahun perlu Rp 120 juta. Apabila sirosis hati makin parah, pasien memerlukan transplantasi hati yang biayanya paling sedikit Rp 850 juta.

 PrintSelain menjadikan hepatitis sebagai perhatian, hasil Resolusi WHA 63.18 lain adalah menetapkan 28 Juli sebagai Hari Hepatitis sedunia. Tanggal itu merupakan tanggal lahir Baruch Blumberg yang menentukan Virus hepatitis tahun 1965.

 Tema Hari Hepatitis Sedunia yang dipilih World Hepatitis Alliace adalah “This is Hepatitis. Know it. Confront it. See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil”. Mengadopsi tema itu, tema peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2013 di Indonesia adalah “Saatnya peduli Hepatitis, Ketahui, Cegah dan Obati”.

 Bertepatan dengan peringatan Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli 2013, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi virus hepatitis. Caranya, berupaya mengetahui adanya virus hepatitis dalam tubuh, mencegah, dan mengobati jika terinfeksi.

Tes Massal untuk Deteksi Penyakit

images (3)

Hepatitis B Jadi Masalah Kesehatan Global

Jakarta, KOMPAS – Kementerian Kesehatan akan menggelar penapisan massal untuk mendeteksi virus hepatitis B pada 6.000 orang di Jakarta bulan Oktober-Desember 2013. Tes merupakan bagian dari penanggulangan hepatitis B yang diperkirakan menjangkiti 22 juta penduduk Indonesia.

“Penapisan massal ini baru pertama kali kami lakukan. Nantinya akan kami perluas,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam temu media menjelang Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati pada 28 Juli, Jumat (12/7), di Jakarta.

images (4)Hepatitis B merupakan peradangan sel-sel hati karena virus yang bisa mengakibatkan kanker hati. Penularan penyakit ini bisa terjadi dari ibu ke bayi saat melahirkan atau melalui hubungan seksual dan transfusi darah.  Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, virus hepatitis B menjangkiti  9,4 persen penduduk Indonesia (sekitar 22 juta orang).

Menurut Tjandra, target penapisan massal di Jakarta adalah 5.000 ibu hamil dan 1.000 petugas kesehatan. Tes pada ibu hamil penting supaya penularan virus hepatitis B dari ibu ke anak bisa dicegah. Adapun tes pada petugas kesehatan penting karena mereka rentan terkena virus hepatitis B akibat sering bersentuhan dengan darah pasien.

Pelaksanaan tes dengan anggaran Rp 3 miliar itu dilakukan bertahap di 44 puskemas di Jakarta secara gratis. Ibu hamil yang menjadi peserta adalah mereka yang memeriksakan diri ke 44 puskesmas selama Oktober-Desember 2013 dan bersedia mengikuti tes.

Tes dilakukan dengan memeriksa contoh darah peserta di laboratorium. Mereka yang positif terkena infeksi akan difasilitasi melakukan tes lanjutan untuk mengetahui seberapa parah penyakit hepatitis B yang diderita. Bayi dari ibu yang positif terinfeksi akan diberi imunisasi hepatitis B.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Rino A Gani memaparkan, tes penapisan penting karena sekitar 80 persen penderita hepatitis B tidak merasa dan tidak tahu terjangkit virus. Akibatnya, penyakit mereka sudah parah saat diketahui. “Mereka yang berisiko terkena hepatitis B sebaiknya mengikuti tes penapisan,”ujarnya.

Selain ibu hamil dan petugas kesehatan,mereka yang berisiko menderita hepatitis B adalah pengguna narkoba suntik, pelaku hubungan seks tidak aman, pasien yang menjalani cuci darah, dan pasien yang menjalani transplantasi organ. “Seseorang yang memiliki keluarga penderita hepatitis B juga berisiko terkena virus itu,” ujar Rino.

Biaya penapisan menggunakan alat tes diagnostik cepat sekitar Rp 50.000 er tes. Sesudah diketahui positif terjangkit virus hepatitis B, penderita harus melakukan sejumlah tes lanjuta dengan biaya Rp 2 juta per tes  (Kompas, 21/7/2012).

hepb_logoMasalah global

Rino mengatakan, hepatitis B merupakan masalah kesehatan global karena banyaknya jumlah penderita penyakit itu. Setiap tahun diperkirakan 1 juta orang meninggal karena hepatitis.

Tjandra memaparkan, untuk mengurangi hepatitis B, pemerintah memberlakukan program vaksinasi gratis hepatitis B untuk bayi baru dilahirkan sejak tahun 1997. Pencegahan juga dilakukan lewat penapisan terhadap darah yang hendak ditransfusikan di unit transfusi darah Palang Merah Indonesia.

  DATA  HEPATITIS  B

  • Jumlah orang terinfeksi hepatitis B di seluruh dunia: 2 miliar orang
  • Jumlah pengidap hepatitis B menahun di seluruh dunia: 240 juta orang
  • Jumlah orang meninggal karena hepatitis B di seluruh dunia: 1 juta orang pertahun

Sumber: Pusat Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia