Mencegah Kanker Melalui Pola Makan

cruciferous-keluarga-anti-kanker-payudara

Sumber : Richard Beliveau, Ph.D.

Tingginya jumlah penderita yang bisa jadi disebabkan oleh pola makan Barat, sebagaimana telah kita lihat, merupakan pertanda merosotnya kebiasaan makan di masyarakat. Acara makan tersebut mulai kehilangan makna dan lebih dianggap sebagai proses isi ulang energi tanpa memikirkan dampaknya pada kesehatan. Bukan niat kami untuk mencoba menafsirkan faktor-faktor historis dan sosioekonomis yang bertanggung jawab atas perubahan-perubahan ini, tetapi kami perlu menekankan bahwa kebiasaan-kebiasaan makan tanpa penghayatan, yang hanya terfokus untuk memenuhi kebutuhan untuk mengisi ulang bahan bakar, sesungguhnya akan merugikan kesehatan tubuh. Ketika kita mulai menilai bahwa kemajuan sama dengan keberuntungan, maka kita harus berhati-hati. Pemikiran tersebut tidak berlaku untuk diet. Bahkan justru sebaliknya yang terjadi, kemajuan industri akan menghancurkan tradisi memasak yang sehat.

                Kita cenderung melupakan bahwa berbagai pengetahuan dan ilmu tentang sifat-sifat hara dan racun sebuah tumbuhan misalnya, atau pemanfaatan bahan pangan tertentu untuk alasan-alasan terapeutik, merupakan usaha panjang manusia.

Selama sekian abad proses evolusinya, manusia terus-menerus memilih serta menentukan nilai dan makanan-makanan di lingkungan sekitarnya. Apa yang sekarang ini kita sebut “buah-buahan” atau “sayur-mayur” sebetulnya merupakan hasil proses seleksi alam yang berlangsung selama sekitar 15 juta tahun. Selama itu nenek moyang manusia harus terus beradaptasi dengan berbagai perubahan, dan mereka sadar akan sumber-sumber makanan baru yang dapat memberi manfaat untuk bertahan hidup. Dengan cara ini, polamakan yang kita kenal sekarang adalah fenomena yang relatif baru. Mari berandai-andai mengubah riwayat 15 juta tahun nutrisi nenek moyang kita kedalam sebuah kalender dengan durasi 365 hari. Yang didapat adalah pertanian, yang baru berumur delapan ribu tahun, belum lagi ditemukan sampai sekitar pukul tujuh petang tanggal 31 Desember, sedangkan industrialisasi pangan –yang muncul belakangan—baru saja berlangsung tiga menit sebelum Tahun Baru

               download Proses seleksi pangan secara evolusioner dapat digambarkan dalam tiga langkah besar. Pada tahap pertama, kami sebut “studi sifat racun,” umat manusia terpaksa melakukan banyak uji coba dan koreksi untuk menentukan apakah bahan pangan yang ada bagi mereka itu layak / aman dikonsumsi atau tidak. Sebuah usaha yang berbahaya, dan tentu saja masa ini banyak ditandai dengan kasus keracunan pangan, bahkan kematian mendadak bila bahan pangan itu mengandung racun. Tentu saja, mereka juga belajar dengan mengamati kebiasaan-kebiasaan makan binatang-binatang dan terbukti hal itu bermanfaat untuk menghindarkan diri dari kecelakaan.

Misalnya, mungkin saja gagasan mengonsumsi kerang-kerangan tak akan pernah muncul di benak manusia seandainya mereka tidak pernah melihat berang-berang laut memakannya. Meski begitu, mereka tetap saja mengujinya dengan cara coba-coba dan koreksi guna mengidentifikasi apakah pangan tersebut tidak menyebabkan penyakit atau bahkan kematian, sehingga akhirnya dapat dianggap tidak beracun. Pengetahuan semacam ini diturunkan kepada keluarga dekat maupun anggota lain dalam kelompok masyarakat yang lebih besar. Tanpa mengomunikasikan hasil-hasil percobaan ini, semua upaya itu akan sia-sia.

                Tahap kedua proses seleksi, dinamai tahap “evaluasi”. Bahan pangan tidak beracun yang berhasil melampaui tahap pertama menjadi makanan pokok. Namun, meski tidak beracun, banyak bahan pangan tersebut tidak memberikan manfaat bagi organisme itu, entah karena memang tidak memiliki kandungan nutrisi positif, atau sebaliknya mengandung racun atau obat yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan manusia. Sebagai contoh, memakan rumput memang tidak membahayakan kesehatan, tetapi itu tidak berarti bahwa rumput adalah pilihan pola makan yang baik bagi umat manusia!

Apa itu Makanan ? Makanan adalah produk tidak beracun dan memberi manfaat jangka panjang yang dimakan secara teratur oleh sebuah masyarakat.

                Tahap ketiga adalah tahap “seleksi”. Pada tahap ini mulai dipilih makanan apa saja yang terbukti benar-benar bermanfaat bagi kesehatan: bahan pangan ini benar-benar memiliki nilai nutrisi atau bila dikonsumsi memberikan manfaat-manfaat tambahan bagi kesehatan. Bagaimanapun, umat manusia tidak hanya makan untuk hidup; mereka ingin memiliki kehidupan yang panjang dan semenyenangkan mungkin. Usaha untuk panjang umur telah membawa manusia untuk menggali lebih jauh manfaat lain dari bahan pangan tertentu lebih daripada nilai nutrisinya saja. Pangan adalah satu-satunya sumber yang dapat memberikan efek-efek positif terhadap kesehatan dan memperpanjang kehidupan. Oleh karena itu, tidaklah heran bila sejarah kedokteran erat terkait dengan sejarah makanan dan pola makan. Makanan, dalam jangka sangat panjang, merupakan satu-satunya obat bagi manusia.

                Ginseng-Facts-Health-BenefitsKebudayaan-kebudayaan kuno yang hebat-hebat- Mesir, India, Cina dan Yunani- merekam denga sangat terperinci pengamatan-pengamatan masyarakat mereka tentang efek-efek positif serta khasiat-khasiat penyembuhan tumbuh-tumbuhan dan makanan terhadap kesehatan.

Pola makan yang baik sebagai faktor penting dalam mempertahankan kesehatan sebenarnya merupakan dasar semua penanganan medis sampai awal abad ke-20. Maka, mengumpulkan banyak pengetahuan tentang apa yang baik, buruk atau netral terhadap kesehatan bukan sekedar upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Hal ini juga upaya menjaga warisan budaya yang sangat bernilai, yang menggambarkan hubungan mendasar antara manusia, pola makan, dan alam.

                Seandainya sekarang ini kami harus mencoba meniru orang-orang kuno dan menulis sebuah buku tentang makanan yang baik bagi kita, maka tak akan ada makanan yang populer dalam masyarakat modern yang pantas dimasukkan.

Putusnya kesinambungan dengan masa lampau ini mampu menjelaskan mengapa serangkaian  penyakit kanker usus besar sangat jarang terjadi pada periode seabad silam, padahal waktu itu ilmu kedokteran masih belum semaju sekarang. Mungkin kita perlu belajar dari kebijaksanaan nenek moyang kita dari peradaban seribu tahun silam yang melakukan pengamatan jarak dekat terhadap alam dan tumbuh-tumbuhan.

Menggabungkan pengetahuan “kuno” dengan ilmu kedokteran modern mungkin akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan manusia, terutama terhadap pencegahan kanker.

                Motivasi kami mengupas akar-akar sejarah manusia dan pola makan mereka tidaklah berarti kami rindu akan masa lampau!  Kami menekankan pentingnya hubungan ini  karena riset terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis bahan pangan yang dipilih oleh manusia selama perjalanan evolusinya tersebut ternyata mengandung molekul-molekul dengan kemampuan antikanker dalam jumlah luar biasa, molekul-molekul yang dapat benar-benar menolong mengurangi insiden penyakit seperti  kanker. Maka, hilangnya minat masyarakat modern terhadap pola makan tertentu bukan hanya tindakan memutuskan hubungan kebiasaan memasak tradisional, melainkan bisa dianggap serius, menjauh dari sumber pemasok molekul-molekul antikanker.

MAKANAN, SUMBER MELIMPAH UNTUK ZAT-ZAT ANTIKANKER

                Riset selama beberapa tahun terakhir telah memperlihatkan bahwa sejumlah besar tumbuhan dan makanan dalam makanan sehari-hari pada budaya tertentu merupakan sumber-sumber luar biasa bagi molekul-molekul yang mampu mengganggu proses-proses perkembangan kanker.

Molekul-molekul ini tampaknya akan berfungsi secara analog dengan banyaknya jenis obat kanker yang digunakan sekarang ini

               0001YVB9E1FF53AD26D7FEoriginalKelas obat apapun, entah untuk melawan kanker atau penyakit tertentu lainnya, sesungguhnya adalah molekul-molekul yang menghambat sebuah tahap penting perkembangan kanker: semacam saklar yang satu kali saja dalam posisi mati sudah mampu mencegah berkembangnya penyakit tersebut.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit-penyakit serupa kanker itu disebabkan oleh tidak berfungsinya kerja golongan protein khusus, yakni enzim-enzim; tentu saja kebanyakan obat itu dirancang untuk memblokir fungsi enzim-enzim ini, guna memulihkan keseimbangan, dan untuk menghentikan langkah maju penyakit tersebut. Misalnya, bila sebuah enzim harus berinteraksi dengan suatu bahan untuk memajukan jalannya penyakit itu, obat pilihannya adalah yang berperan untuk memblokir akses bahan dengan enzim itu, sehingga akanmengurangi fungsi enzim tersebut (Gambar 11). Molekul-molekul jebakan untuk memblokir kegiatan enzim dapat berupa molekul alami maupun buatan; molekul itu dapat ditemukan dalam makanan kita sehari-hari. Genistein misalnya, sejumlah besar molekul ini terdapat pada kedelai (Bab 8), secara struktural mirip estradiol, hormon seks perempuan dari keluarga estrogen. Itu sebabnya genistein disebut “fitoestrogen.” (Gambar 12)

                Karena kemiripan ini, genistein berfungsi sebagai jebakan bagi protein tadi, yang biasanya mengenali estradiol; molekul genistein dapat menempati lokasi yang biasanya diduduki oleh hormon itu sehingga akan mengurangi dampak efek-efek biologis akibat estradiol, termasuk pertumbuhan berlebihan jaringan yang peka terhadap hormon ini, misalnya jaringan-jaringan di payudara. Cara kerja genistein semacam ini bisa dibandingkan dengan cara kerja tamoksifen, obat yang sekarang diresepkan untuk kanker payudara. Contoh ini mengilustrasikan sampai sejauh mana makanan tertentu dapat berisi molekul-molekul dengan struktur dan mekanisme kerja yang serupa dengan struktur dan mekanisme obat-obat sintetis untuk kanker. Sekaligus menggambarkan betapa makanan ini bermanfaat dalam mencegah penyakit-penyakit seperti kanker.

                Perbedaan utama antara molekul-molekul di dalam makanan dan molekul-molekul dari obat sintetis bukanlah pada kemanjurannya, melainkan pada asalnya, bisa dari tumbuhan atau bahan sintetis, dan cara pemanfaatan yang dipilih oleh manusia. Kita telah mengetahui bahwa proses menyeleksi makanan membutuhkan waktu yang sangat lama, sangat berbeda dengan proses seleksi bagi molekul-molekul sintetis yang sangat singkat. Hal ini tentu meningkatkan kesulitan bagi kita untuk meramalkan atau menganalisis dampak yang mungkin terjadi akibat konsumsi bahan pangan.

               images Sebagaimana dilukiskan di atas, seleksi makanan oleh manusia itu dalam segi tertentu bisa disamakan dengan evaluasi atas sifat racun molekul-molekul sintetis, kecuali pada perbedaan lamanya proses evaluasi ini yakni selama ribuan tahun. Suatu periode untuk menentukan jenis racun apa yang perlu disingkirkan dari makanan itu, sehingga molekul antikanker yang ada di dalam bahan pangan itu bebas dari efek-efek yang tidak diinginkan. Sebaliknya, meski telah dilakukan dengan sangat berhati-hati, molekul sintetis itu bisa dianggap unsur asing dan mengalami penolakan oleh organisme tersebut; risiko ini berlangsung lama sehingga akan menimbulkan efek-efek samping yang tidak diinginkan. Hal ini memang sering terjadi. Jadi, seandainya mekanisme-mekanisme kerja molekul sintetis dan molekul dari diet itu serupa, ada perbedaan fundamental antara keduanya yakni tidak ada efek keracunan akibat penyerapan molekul-molekul antikanker dari buah-buahan dan sayur mayur

ZAT-ZAT  ANTIKANKER  YANG  BERASAL  DARI  PANGAN  VS  YANG BERASAL  DARI  FARMASI

Molekul-molekul yang secara alami terdapat dalam pangan

  • Struktur kimiawinya diketahui
  • Sasaran-sasaran seluler dan molekulernya ditentukan dengan baik
  • Alami
  • Diseleksi selama perjalanan evolusi
  • Tanpa efek samping
  • Sinergi atau antagonisme terseleksi selama perjalanan evolusi

Molekul-molekul yang diturunkan secara farmaseutikal

  • Struktur kimiawinya diketahui
  • Sasaran-sasaran seluler dan molekulernya dirumuskan dengan baik
  • Sintetis
  • Diseleksi di laboratorium
  • Terkadang efek-efek sampingnya sangat menonjol
  • Jarang diamati adanya sinergi atau antagonisme, sekadar karena kebetulan

Memang, molekul-molekul makanan itu memiliki kemampuan berinteraksi yang lebih baik dengan sebagian besar reseptor yang juga dibidik obat-obatan dari bahan sintetis yang dikembangkan industri  farmasi. Sekali lagi, ini mampu menggambarkan betapa besar efek positif makanan terhadap kesehatan tubuh (Tabel 5)

SASARAN-SASARAN  FARMAKOLOGIS  NUTRASEUTIKAL

  • Penghambatan terhadap invasi tumor dan metastasis
  • Penghambatan atas reseptor faktor pertumbuhan
  • Penghambatan atas enzim peradangan  (COX-2)
  • Penghambatan faktor-faktor transkripsi
  • Penghambatan atas resistensi obat-obat kemoterapi
  • Penghambatan atas penggumpalan darah
  • Antiestrogen
  • Tindakan antibakteri
  • Modulasi sistem kekebalan
  • Penghambatan munculnya sinyal seluler secara beruntun
  • Peracunan terhadap sel-sel kanker
  • Pengacauan sitoskeleton sel kanker
  • Penghambatan tindakan metabolisme racun melalui Fase I (sitokrom P450)
  • Aktivasi detoksifikasi racun melalui Fase II

Mempromosikan lebih banyak asupan makanan kaya akan molekul-molekul antikanker untuk mencegah kanker berarti memilih kemungkinan baru untuk campur tangan dalam proses penyembuhan.

Kesembuhan ini memanfaatkan seperangkat senyawa yang diciptakan alam hampir 4 miliar tahun lalu, melalui proses coba-coba dan koreksi serupa dengan proses yang digunakan industri farmasi dalam menemukan dan mengembangkan obat-obat baru untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

PENCEGAHAN  DAN  TERAPI:  PERTEMPURAN  YANG  SAMA

Pemanfaatan molekul-molekul dalam makanan sehari-hari sangat penting karena pola makan berperan besar dalam keseimbangan kekuatan-kekuatan vital dalam tubuh, gejala ini dikenal sebagai homeostasis. Kami akan mendefinisikan kesehatan yang baik dengan cara yang sederhana.

images (1)Gangguan kesehatan muncul akibat rapuhnya keseimbangan antara faktor-faktor pemicu penyakit dan faktor-faktor pencegah penyakit, diantaranya faktor-faktor yang berasal dari makanan. Bila tubuh kekurangan bahan-bahan makanan tertentu, seperti buah-buahan dan sayuran, terjadilah ketidakseimbangan yang menyebabkan munculnya penyakit; kalau tubuh mampu memenuhi kembali kecukupan akan zat-zat hara dari makanan, keseimbangan untuk meraih kesehatan akan dipulihkan  (Gambar 13). Maka, kesehatan yang baik adalah bagian dari gejala kompleks ketika berbagai sistem kendali tubuh secara bertahap memperoleh manfaat dari senyawa-senyawa dalam makanan ( atau senyawa-senyawa dari obat-obatan untuk gangguan-gangguan sangat serius). Hal ini akan mempertahankan keselarasan semua kegiatan normal organisme itu

                Bukan saja diperlukan asupan molekul-molekul dari bahan pangan untuk memulihkan keseimbangan demi mencapai kesehatan yang bagus, molekul-molekul yang juga bersifat antikanker ini mampu berfungsi sebagai obat-obat yang mengganggu proses-proses perkembangan berbagai penyakit, seperti kanker.

Terapi kanker ini, kami sarankan disebut nutraterapi, harus ditempatkan sebagai terapi tambahan yang sama penting dan esensialnya dengan sarana-sarana melawan kanker yang ada sekarang, termasuk berbagai metode terapi untuk menangani pasien kanker. Itu karena kemampuannya untuk langsung berfungsi atas sel-sel kanker, serta sifatnya yang mampu menghambat angiogenesis dan merangsang sistem kekebalan tubuh  (Gambar 15)

Konsep Dasar Nutraterapi : Inhibitor alami yang terkandung dalam makanan dapat mengompensasi ketidakberuntungan genetik atau pilihan gaya hidup yang buruk.

Cara pencegahan kanker ini terutama penting apabila kita berisiko terkena tumor pada tahap awal dan memanfaatkan senyawa-senyawa antikanker dari bahan pangan untuk menghentikan tumor-tumor pada tahap tidur (lihat box)

Nutraterapi

Nutraterapi boleh disetarakan dengan semacam kemoterapi yang menggunakan senjata berupa molekul-molekul antikanker dalam bahan pangan untuk melawan sel-sel kanker yang terbentuk secara spontan. Jauh berbeda dengan terapi alternatif, terapi pencegahan kanker melalui pola makan ini sesungguhnya merupakan alat pelengkap yang dapat diterapkan oleh setiap orang untuk memperkaya pola makannya dengan zat-zat antikanker yang berasal dari makanan.

images (2)Asupan teratur buah-buahan dan sayur-mayur bisa diumpamakan sebagai versi kemoterapi pencegahan yang tidak beracun, yang tidak merugikan fisiologi jaringan normal tubuh manusia dan mencegah tumor mikro agar tidak mencapai tahap yang memunculkan gangguan patologis.

Faktor lain yang jelas menunjukkan pentingnya terapi pencegahan kanker melalui pola makan adalah karena adanya perbedaan besar di dalam gen setiap orang. Seluruh manusia memang memiliki gen-gen yang hampir sama (bila tidak demikian halnya, kita tidak akan tergolong spesies yang sama). Namun, bisa saja terdapat banyak variasi dalam berbagai gen-gen itu, variasinya bertanggung jawab atas ciri khas pada masing-masing orang.

                Perbedaan-perbedaan ini bukan saja bertanggung jawab atas perbedaan-perbedaan fisik di antara masing-masing individu, melainkan juga berhubungan dengan kemampuan gen-gen lain. Bila kemampuan kerja itu terganggu, hal itu akan berakibat pada ketidakmampuantubuh seseorang dalam membela diri terhadap berbagai macam serangan, misalnya serangan yang dipicu bahan-bahan karsinogenik.

                Meski hanya dalam persentase kecil dari berbagai kanker itu yang dapat diwariskan secara genetik, tetapi sesungguhnya banyak faktor genetik yang bertanggung jawab dalam membuat orang- orang tertentu lebih mudah terkena  kanker, yakni setelah terkena zat-zat karsinogen yang umum.

Maka, kelompok  orang ini harus membela diri dengan lebih banyak mengonsumsi molekul-molekul antikanker. Konsep ini tergambarkan dengan jelas dari hasil-hasil sebuah studi yang dilakukan di Shanghai, yang melakukan penelitian pada dua kelompok orang yang kekurangan dua enzim penting yang berfungsi untuk mengeliminasi zat-zat beracun. Kelompok pertama ternyata memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk terkena kanker paru-paru karena tidak memasukkan sayuran dari keluarga kubis dalam makanan sehari-hari mereka. Sebaliknya, pada kelompok kedua yang mengikuti pola makanan kaya sayuran tertentu tersebut terbukti memiliki resiko lebih kecil terkena serangan kanker, bahkan bila dibandingkan dengan umumnya manusia.

               yosushisalmontuna-300x278 Pantas diingat kembali: melawan perkembangan kanker melalui pola makan berarti menggunakan molekul-molekul anti kanker dalam bahan pangan tertentu sebagai senjata untuk menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi tumor. Ini akan membuat tumor-tumor mikro ini merasa terus menerus di bom setiap hari dan mencegahnya bertumbuh. Metode ini serupa denga kemoterapi. Kita perlu melihat tubuh sebagai medan perang tempat berlangsungnya pertempuran yang tak pernah berhenti : sel-sel  yang bermutasi berusaha berkembang sebagai satuan mandiri yang akan menjadi yang akan menjadi kanker melawan mekanisme pertahanan tubuh yang berusaha menjaga kondisi terbaiknya. Ini bisa dianalogikan dengan sebuah saklar on/off: seandainya dilakukan pola makan yang terutama berisi makanan-makanan miskin nutrisi, atau bila pola makan itu kurang mengandung makanan-makanan pelindung seperti buah-buahan dan sayuran, tumor-tumor yang tersembunyi akan merasa berada dalam lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan mereka, maka mereka punya kesempatan berubah menjadi kanker dewasa (saklar berada pada posisi on atau menyala).

                Sebaliknya bila pola makan kaya akan makanan yang bersifat melindungi dan hanya berisi sedikit persentase pangan berbahaya, maka tumor-tumor mikro itu akan gagal tumbuh dan kecil resikonya tumbuh menjadi kanker (saklar itu berada dalam posisi off atau mati) (Gambar 16). Orang dapat dengan mudah memahami bahwa bahan pangan yang mengandung sejumlah besar molekul-molekul antikanker itu memiliki peran sangat penting bila kita ingi memaksimalkan peluang melawan kanker.

PROYEK  “NUTRINOM”: MENENTUKAN  PROFIL  ANTIKANKER  BUAH-BUAHAN  DAN  SAYURAN

                Baru-baru ini laboratorium kami memulai prakarsa untuk mencoba mengidentifikasi profil antikanker berbagai buah-buahan dan sayuran. Strategi ini bertujuan bukan saja menentukan jenis buah dan sayuran apa saja yang memiliki potensi antikanker terbesar, melainkan juga varietas-varietas khusus apa saja dari kelompok bahan pangan yang mengandung jumlah zat antikanker yang lebih besar daripada makanan lainnya.

                images (3)Prosedur yang kami tempuh adalah dengan mempersiapkan ekstrak mentah buah-buahan dan sayuran itu, mensterilkan ekstrak tersebut, dan kemudian menggunakannya untuk menentukan kemampuan hambat masing-masing terhadap pertumbuhan berbagai tumor pada manusia, maupun terhadap angiogenesis, dengan menggunakan model-model eksperimental  di laboratorium.

Misalnya, kami dapat melihat bahwa penambahan ekstrak bawang putih, bit, dan beberapa anggota keluarga kubis, misalnya kale yang berwarna hijau, cenderung menghentikan secara keseluruhan sel-sel kanker yang diisolasi dari sebuah meduloblastoma, sejenis tumor otak yang sangat ganas (Gambar 17).

                Diperlukan sejumlah eksperimen lain untuk meneguhkan sejauh mana makanan-makanan ini dapat digunakan sebagai tambahan pada terapi-terapi antikanker yang tersedia sekarang—yang hasilnya belum juga menjanjikan. Bawang putih, terutama, tampaknya luar biasa beracun bagi sel-sel kanker ini; bahkan dalam satu bagian perseribu larutan, ekstrak bawang putih berhasil secara nyata memperlambat pertumbuhan sel kanker  (Gambar 18).

               2-185303953 Pendek kata, kasus terendah kanker pada orang-orang yang banyak makan buah-buahan dan sayuran berkaitan secara langsung dengan asupan kandungan senyawa-senyawa antikanker pada buah-buahan dan sayur mayur tersebut. Adanya senyawa-senyawa ini membatasi perkembangan tumor mikro yang timbul begitu saja di jaringan-jaringan tubuh kita. Asupan terus-menerus bahan-bahan antikanker khusus dari pola makan merupakan landasan bagi strategi untuk mencegah pertumbuhan kanker.

Ringkasan

  • Makanan yang diseleksi selama perjalanan evolusi manusia mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, memperlihatkan sifat-sifat antikanker yang dalam banyak segi mirip dengan sifat-sifat obat-obatan sintetis.
  • Mencantumkan senyawa-senyawa ini dalam perencanaan dan penyusunan diet sehari-hari akan menciptakan kondisi yang mencegah berkembangnya mikrofosi tumor (tumor-tumor mikro) yang secara spontan muncul sepanjang hidup kita. Nutraterapi adalah contoh sempurna jenis terapi metronomik yang memungkinkan dosis-dosis kecil zat-zat antikanker digunakan setiap hari.
  • Mencegah kanker melalui pola makan adalah setara dengan kemoterapi tak beracun sebab diet itu memanfaatkan molekul-molekul antikanker dalam makanan. Molekul-molekul ini secara wajar melawan kanker pada sumbernya, sebelum kanker menjadi dewasa dan mengancam fungsi sel organisme.

Wanita Sulit Hamil jika Ibu Menopause Dini?

images (21)

Sumber: L. Denny Santoso, S.Kom., SAC. Dip., CSN., CHt.

duniafitnes.com 

Gaya hidup, tingkat aktivitas dan pola makan sering dikaitkan dengan tingkat kesuburan wanita. Namun tahukah Anda bahwa selain tiga hal tersebut ada hal lain yang turut berperan penting dalam mempengaruhi tingkat kesuburan wanita?

Sebuah studi yang dilakukan di Denmark mengungkap bahwa tingkat kesuburan wanita dapat diukur dari usia sang ibu, dari wanita yang bersangkutan, ketika memasuki masa menopause.

Menopause LaneSeorang wanita yang memiliki ibu menopause dini memiliki sel telur yang lebih sedikit ketimbang wanita yang memiliki ibu belum menopause. Ini berarti wanita menopause dini dan memiliki sel telur lebih sedikit memiliki peluang hamil yang lebih kecil.

Hasil ini didapatkan setelah tim peneliti mengamati 527 wanita dengan rentang usia 20-40 tahun untuk dilihat seberapa banyak kandungan sel telur yang dimilikinya. Peneliti mengukur kadar anti –Mullerian Hormone (AMH) dan Antral Follicle Count, sehingga bisa diketahui seberapa banyak sel telur yang akan dilepaskan atau yang masih tersisa.

Dari penelitian ini ditemukan bahwa kadar AMH dan AFC wanita yang ibunya mengalami menopause dini menurun lebih cepat dibandingkan partisipan dengan ibu yang menopause wajar (setelah 55 tahun).

Untuk wanita dengan ibu menopause dini mengalami penurunan AMH sebesar 8.6 persen/tahun. Sedangkan untuk wanita dengan ibu menopause normal hanya mengalami penurunan sebesar 6.8 persen.

3d4677fc2fc8803c847517dec1d9d46aDr. Janne Bentzen selaku ketua tim peneliti mengungkapkan,” temuan ini mendukung gagasan bahwa cadangan ovarium dipengaruhi oleh faktor genetik. Meski studi lanjutan masih diperlukan untuk memastikan hal ini” seperti dilansir BBCNews. 

Menanggapi hal ini, Dr. Valentine Akande seorang konsultan ginekologi dan juru bicara British Fertility Society, mengatakan, “Kendati hingga kini belum ada satupun metode akurat yang dapat memprediksi tingkat kesuburan, yang perlu Anda ingat adalah semakin muda Anda mencoba untuk hamil maka kemungkinannya untuk berhasil juga semakin besar.” 

Jadi intinya Anda tak perlu merasa khawatir memiliki ibu yang mengalami menopause dini, karena kesimpulan ini masih belum menjadi faktor utama yang dapat menentukan tingkat kesuburan seseorang.

Pentingnya mengatur Pola Makan Balita

images (36)

Sumber : Tuti Soenardi, Ahli Gizi Makanan Anak 

Apa yang dimakan sejak bayi hingga usia berikutnya merupakan fondasi yang penting bagi kesehatn seseorang dimasa depan. Jika kesehatan sudah mendapatkan perhatian khusus sejak dini, risiko penyakit degenerative pada usia relatip muda pun bisa diturunkan. Jadi orangtua perlu mengatur pola makan anak secara sistematis dengan gizi seimbang demi menghindarkannya dari obesitas, faktor risiko penyakit degeneratife yang biasa diderita pada usia lanjut.

Growth fetterning atau menurunnya pertumbuhan pada bayi usia 4 bulan merupakan tanda gizi yang tidak baik pada anak. Hal ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu asupan makanan yang salah atau tidak terpenuhinya gizi seimbang karena penyakit akibat infeksi, terutama diare dan ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Atas . Kedua hal tersebut merupakan penyebab langsung terjadinya kurang gizi.

Untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi, begitu lahir bayi sebaiknya langsung diberi ASI dari ibu yang kesehatannya telah dipersiapkan sejak sebelum hamil. ASI merupakan makanan seimbang untuk bayi. Sesudah itu, sec ara bertahap bayi bisa diberi makanan pendamping ASI sampai usia 1 tahun. Bentuk dan jumlah makanan ini diberikan sesuai tahapan usia anak. Dengan demikian, bayi pun tidak akan kekurangan gizi. Namun, selain masalah kekurangan gizi, orangtua juga perlu memperhatikan masalah kelebihan gizi karena hal itu merupakan faktor risiko penyakit.

images (37)Sebagai orangtua, kita tentu sadar bahwa agar mencapai kesehatan yang optimal anak perlu mendapatkan contoh yang benar dari keluarga. Untuk memonitor kesehatan anak, sebaiknya ibu memiliki apa yang disebut Kartu Menuju Sehat (KMS). Dari kartu ini orangtua dapat mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak sudah baikatau belum, yang terlihat dari warna pada grafik sesuai usia dan berat badannya saat ditimbang. Perkembangan anak dari usia 3 bulan sampai 5 tahun diharapkan sesuai dengan usianya. Untuk itu, timbanglah anak anda secara rutin.

Kebutuhan Gizi Bayi Usia 0 – 1 tahun – Zat Gizi Pertama yang Dibutuhkan Bayi

• Protein

Protein adalah salah satu zat gizi yang sangat penting untuk membantu tubuh memperbaiki jaringan, otot, rambut, dan berbagai organ tubuh serta menjaga system imunitas dan system hormonal. Protein sendiri terdiri atas zat pembangun yang disebut asam amino non-esensial. Asam amino esensial harus didapat dari makanan, Sementara asam amino non esensial didapatkan dari sumber lain. Anda harus yakin bayi anda mendapatkan cukup asam amino esensial dari apa yang anda berikan.

Lalu, bagaimana cara memastikan bayi cukup mendapatkan asupan protein? Pada 6 bulan pertama, bayi harus mendapatkan ASI ( ASI eksklusif ) dan berat bayi pada usia 6 bulan adalah 2 kali lipat berat badannya saat lahir. Dan setelah bayi berusia 6 bulan, ia tetap harus mendapatkan ASI, disamping makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI ini diberikan secara bertahap sesuai perkembangan usianya. Pemberiannya juga harus diupayakan sesuai dengan pedoman makan seimbang.

Sejumlah makanan yang telah diketahui merupakan sumber protein yang baik adalah daging merah, daging ayam, ikan salmon, ikan tuna, susu, keju cheddar, yoghurt, telur juga kedelai dan hasilnya seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

• Zat Besi

Ada 2 jenis zat besi dalam makanan, yaitu zat besi haem, yang berasal dari daging merah dan makanan hewani lainnya, dan zat besi no-haem, yang bersal dari bahan makanan nabati, seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah kering. Pemberian bahan makann ini kepada bayi tentu saja setelah melalui proses penghalusan.

Zat besi dibutuhkan untuk kesehatan darah dan otot.kekurangan zat besi umumnya dapat menyebabkan anemia. Bayi dibawah 12 bulan kadang tidak mendapatkan kecukupan zat besi dari makanan yang diasupnya. Jarang sekali bayi dapat mencapai kebutuhan tersebut karena jumlah makanan yang mereka konsumsi masih teramat kecil.

Lalu, bagaimana cara kita memastikan bayi telah mendapatkan zat besi dalam jumlah cukup.? Pemberian ASI pada bayi dapat mencukupi 50% atau lebih kebutuhan zat besinya. Oleh karenanya, pemberian ASI perlu dilakukan sejak bayi lahir. Selain itu, seperti juga pada orang dewasa, zat besi haem juga mudah diserap oleh bayi. 20 -40 % zat besi berasal dari makanan hewani seperti daging dan hanya 5-20% dari makanan nabati. Oleh sebab itu, pemberian makan pada bayi sebaiknya divariasi kan sesuai pedoman gizi seimbang.Penyerapan zat besi oleh tubuh sendiri akan semakin mudah dilakukan dengan penambahan vitamin C dari makanan.

Bahan makanan sumber zat besi untuk bayi sendiri adalah daging merah, telur, tahu, kacang-kacangan, ikan berlemak seperti tuna, salmon, dan sarden, juga sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan brokoli. Jangan memberikan tannin atau kafein (kopi,teh) kepada bayi karena akan menghambat penyerapan zat besi.

• Kalsium

Kalsium adalah mineral yang berguna memprkuat serta menjaga kesehatan tulang dan gigi. 99% kalsium dalam tubuh ada pada tulang dan gigi, sedangkan sisanya yang 1% ada dalam darah dan jaringan lemak. Namun, bayi membutuhkan kalsium pada awal kehidupannya untuk membantu fungsi normal sel, juga untuk perkembangan tulang dan gigi.

Lalu, bagaimana cara memastikan bayi telah mendapat kalsium dalam jumlah cukup? Bayi bisa dengan mudah mendapatkan kecukupan kalsium selama diberi ASI dan mengkonsumsi makanan yang mengandung susu yang kaya akan kalsium serta mudah dicerna.

Makanan yang diketahui merupakan sumber kalsium adalah susu dan hasilnya seperti keju dan yoghurt, termasuk juga susu kedelai, ikan sarden, ikan kaleng, wijen, dan sayuran hijau.

images (38)• Seng

Mineral seng mempunyai banyak fungsi dalam tubuh, termasuk menjaga system imunitas dan membantu pertumbuhan. Kekurangan mineral seng dapat mengganggu pertumbuhan bayi.

Lalu, bagaimana cara memastikan bayi telah mendapat mineral ini dengan jumlah cukup? Kadang bayi dibawah usia 12 bulan tidak dapat memenuhi kebutuhannya akan seng dari makanan. Mineral seng dari daging dan hasil olahannya yang kaya akan seng hanya dapat diserap 10%. Jadi, bayi harus mendapatkan mineral ini dari makanan sumber seng lainnya, seperti sarden kaleng dalam minyak, kalkun, daging merah, keju cheddar dengan lemak penuh, dan telur.

• Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu ant oksidan terbaik, dikenal dapat membantu mencegah berbagai penyakit dan baik untuk meningkatkan system imunitas. Bayi membutuhkan vitamin C untuk pertumbuhan dan kesehatan jaringan tubuhnya, juga untuk penyembuhan jika terjadi luka. Selain itu, Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dan mineral seng.

Lalu, bagaimana kita bisa memastikan bayi telah mendapatkan kecukupan vitamin C? Sangat penting untuk memastikan makanan bayi terdiri atas buah segar atau diolah, juga sayuran yang diolah. Namun ingat, vitamin C mudah rusak karena panas dan cahaya. Dan meskipun buah citrus kaya akan vitamin C, Anda tidak bisa memberikannya kepada bayi dibawah 6 bulan.

Anda dapat memberikan buah dalam bentuk irisan atau sayuran setelah bayi mempunyai gigi untuk mengunyah. Bahan makanan yang diketahuimerupakan sumber vitamin C diantaranya adalah buah kiwi, stroberi, jeruk, mangga, papaya, melon, avokad, brokoli, bayam, kangkung, kentang, tomat, dan labu kuning.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, bayi usia 0-6 bulan hanya membutuhkan ASI, dan baru setelah 6 bulan sampai 1 tahun bayi membutuhkan makanan tambahan pendamping ASI. Setelah itu hingga usia 2 tahun bayi dapat diberi ASI dan makanan keluarga.

5 LANGKAH BEBASKAN HIPERTENSI

Sumber: dr. I Putu Yuda Hanata & Harry Freitag L.M., S.Gz, Dietisien

Gangguan jantung dan pembuluh darah yang dianggap sebagai pembunuh nomor satu di Indonesia seringkali bermula dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk itu, hipertensi perlu dihindari. Statistik menunjukkan 3 dari 10 orang Indonesia menderita hipertensi. Hipertensi termasuk dalam penyakit yang membunuh diam-diam (the silent disease) karena penderita umumnya tidak menyadari dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya.

Tekanan darah tinggi merupakan keadaan di mana tekanan darah seseorang di atas batas normal, yaitu di atas 120 mmHg untuk sistolik (tekanan darah saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi), dan 80 mmHg diastolik (tekanan darah saat jantung mengembang atau relaksasi).

Karena hal itulah, kami anjurkan para pembaca Sehatku untuk melakukan tips-tips berikut ini:

1. Kurangi Berat Badan

Semakan berat tubuh Anda, kemungkinan Anda untuk menderita hipertensi akan makin bertambah. pastikan tubuh Anda memiliki indeks massa tubuh kurang dari 23kg/m2 . Jika lebih dari itu, maka berarti anda sedang bermasalah dengan kegemukan. Namun tidak perlu cemas, pasalnya jika anda sedah terlankur bermasalah dengan berat badan, selalu ada cara mengatasinya. Penurunan berat badan yang baik dapat memperbaiki tekanan darah.

Apakah tekanan darah anda sudah terlanjur tinggi? Jika iya, cobalah menurunkan berat badan melalui dari sekarang karena semakin banyak berat badan yang turun maka tekanan darah anda akan semakin jauh berkurang. Berdasarkan hasil penelitian eksperimental, orang yang dapat turun sebanyak 9,3 kg mampumenurunkan tekanan darahnya sebanyak 6,3 mmHg untuk sisitolik dan 3,1 mmHg untuk diastolic. Mengapa tidak anda coba sekarang?

2. Hati-hati Dengan Garam

Mengurangi garam dapat membantu tubuh untuk mengurangi kadar natrium yang berlebihan dari dalam darah. Dan yang lebih penting lagi, hal tersebut juga dapat menurunkan resiko kita mengalami hipertensi mengonsumsi natrium kurang dari 1,5 gram hari. Bingung menghitungnya? Standarnya di dalam 1 sendok the garam yang terdapat 4 gram natrium, jadi pastikan bahwa garam yang kita makan tidak lebih dari setengah sendok the perhari. Hal ini akan mengingatkan Anda untuk tidak terlalu banyak menambahkan garam pada soto atau bakso kegemaran Anda.

Perlu anda ingat bahwa natrium tidak hanya terdapat pada garam dapur saja. Ada banyak sumber garam di sekitar kita tanpa pernah kita sadari sebelumnya. Berikutnya ini adalah beberapa daftar makanan yang harus Anda periksa:

  •  Ayam Mentah

Beberapa penjial dagaing ayam di supermarket atau mungkin pasar biasa menyuntikkan larutan garam agar terlihat gemuk.

  •  Mie

Makanan ini sudah seperti makanan kecintaan orang-orang kita, walaupun bukan berasal dari nenek moyang kota sendiri. Tapi pernahkah Anda sadari bahwa mie yang biasa anda konsumsi adalah sumber garam yang potensial. Coba periksa kandungan natrium dalam informasi nilai gizi pada mie yang akan Anda beli sebelum memutuskan untuk makan mie malam ini.

  • Cornet Beef

Bingung ingin makan daging sapi biasa atau corned beef untuk menu sarapan besok pagi?

Saran kami, pilih saja gading sapi biasanya. Pasalnya garam yang dikandungnya tidak setinggi di dalam coned beef. Ya, kandungan natrium dalam corned beef lebih tinggi 13 kali lipat dari daging sapi biasanya. Anda mungkin sedikir repot untuk mengolah daging sapi tapi setidaknya anda tidak perlu panik karena tekanan darah Anda mendadak tinggi. Hal ini juga berlaku untuk olahan daging lainnya seperti ham dan sosis.

  • Margarin dan Mentega

Lebih baik menumis dengan menggunakan minyak goring di bandingkan dengan kedua jenis lemak itu. Setidaknya minyak sayur hanya mengandung natrium sebanyak 0,7% dibandingkan dengan margarine. Ya, di dalam setiap 100 gram margarine terdapat 987mg natrium. Kita tidak membutuhkan sebanyak itu.

  • Saus Tomat

Kami yakin bahwa pelengkap yang satu ini pasti diatas meja makan Anda. Tapi jika Anda mengharapkan hipertensi jauh-jauh dari kehidupan Anda, maka ada baiknya Anda mulai sedikit menyingkirkan yang satu itu. Saus tomat mengandung 2100mg natrium setiap 100 gramnya.

  • Keju

Syukurlah makanan ini bukan makanan asli Indonesia. Tapi agaknya masyarakat kita sudah mulai gemar dengan makanan yang satu ini. Keju untuk kue, keju di dalam bakso, keju untuk wafer, bahkan keju sekarang di olah bersama singkong. Memang rasanya gurih, tapir as gurih ini juga membawa natrium setidaknya 1250mg setiap 100gramnya.

Selain pada garam, natrium juga diketahui terdapat pada berbagai penyedap rasa (MSG – monosodium glutamate, sodium = natrium!) sehingga asupan MSG pun sedapat mungkin dibatasi dalam rangka menjaga tekanan darah.

Makanan yang banyak mengandung garam memang banyak disekitar kita. Namun kabar baiknya adalah selalu ada cara untuk menghindari garam-garam tersebut masuk ke dalam tubuh kita dan membuat tekanan darah melambung drastis. Cobalah beberapa tips berikut ini, dan lihat bagaimana Anda dapat memperbaiki tekanan darah Anda.

  • Saat membeli makanan, pilih lah makanan yang tertera low-sodium atau rendah garam.
  • Pilih sayuran segar ketimbang kalengan.
  • Belilah daging sapi, ayam dan ikan yang segar, bukn produk olahan (seperti ham, nugget atau sosis).
  • Sedapat mungkin menghindari nasi dan pasta instan yang biasanya banyak mengandung garam.
  • Untuk membuat makanan lebih gurih, gunakan bumbu-bumbu selain garam lebih banyak.
  • Kurangi garam menjadi setengah dari biasa Anda gunakan (ini berlaku jika anda belum terkena hipertensi).
  • Cuci makanan kalengan seperti atau kacang-kacangan dengan air hingga bersih untuk menghilangkan garam yang manih menempel di permukaan.
  • Saat Anda sedang bertanya menu apa yang tidak banyak menggunakan garam atau MSG. jika memungkinkan pesanlah agar makanan Anda tidak terlalu banyk ditambahkan garam.
  • Kata-kata seperti cured, smoked, kecap, broth (kaldu) atau pickled (acar) menunjukan bahwa makanan tersebut banyak mengandung garam.
  • Jauhkan makanan Anda dai botol garam saat berada di meja makan.
  • Saat Anda ingin makan cemilan, pilihlah buah-buahan ketimbang makanan yang banyak mengandung garam. 

3. Jauh-jauh dari Alkohol 

Dari beragam penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari 2 gelas per hari dapat meningkatkan alami tekanan darah tinggi. Menariknya, orang yang mengonsumsi alcohol kurang dari 2 gelas perhari cenderung memiliki tekanan darah yang rendah.

4. Perbanyak Olahraga 

Berolahraga itu mudah dan menyenagkan. Yang berat adalah memulainya dan membiasakan diri dengan olahraga yang teratur. Bukan berarti Anda harus berlari-lari menendang bola di lapangan hijau yang luas. Lakukan olahraga yang Anda suka dan bisa. Intinya adalah mengerakkan tubuh selama Anda mampu.

Anda dapat memulai aktivitas olahraga Anda dengan berjalan selama 15 menit di sekitar rumah Anda. Semudah itu. Jika Anda sudah mulai terbiasa dan merasa bosan, tingkatkan target Anda (misalnya menjadi 30 menit perhari) lalu buat program yang sekiranyasesuai dengan Anda. Yang ppenting adalah “enjoy and safe”. Artinya olahraga yang Anda lakukan harus menyenangkan Anda dan aman untuk Anda lakukan. Ini penting karena sebagian orang yang bermasalah dengan jantung tidak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan meskipun mereka perlu untuk tetap aktif.

Prinsip olahraga yang disankan untuk menjaga kebugaran dan kestabilan tekana darah adalah olahraga yang stabil dan terukur. Contohnya olahraga yang di rekomendasikan misalnya: jalan, lari/jogging, bersepeda, berenang, treadmill, dan sepeda statis.

Apakah Anda Sudah Pernah Mencoba Berolahraga Namun Gagal?

Mungkin Anda perlu mencoba beberapa tips berikut ini:

  • Buatlah jadwal berolah raga dan pastikan bahwa Anda berdisiplin untuk menjalankannya. Misalnya.: seminggu 3kali (senin-rabu-jumat) jalan pagi selama 30 menit. Sabtu atau Minggu bersepeda selama 1 jam.
  • Ajaklah teman atau snak keluarga Anda untuk berolah raga bersama.
  • Buatlah tujuan yang spesifik lalu berilah hadiah pada diri Anda sendiri jika Anda berhasil mencapai tujuan.

5. Perbaiki Pola Makan 

Pada orang yang menjalankan diet anti-hipertensi sering dianjurkan untuk lebih sering mengonsumsi sayur dan buah. Alasannya, di dalam bahan makanan nabati terdapat senyawa kimia yang berfungsi mempengaruhi tekanan darah. Selain itu, polong-polongan seperti kedelai juga terbukti mampu menurunkan tekanan darah pada orang yang mengalami hipertensi. Jika Anda tidak bisa untuk tidak makan daging, maka sebaiknya Anda sedikit berhati-hati dengan makanan itu. Pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak karena kebanyakan makan daging juga tidak baik untuk tekanan darah Anda.

Berikut ini adalah beberapa tips bagi Anda yang ingin memperbaiki pola makanan Anda:

  • Berapa banyak Anda makan sayur dalam sehari? Cobalah untuk selalu menambah sayuran di setiap kali Anda makan. Makan siang dan makan malam adalah saat terbaik untuk makan sayur. Hentikan kebiasaan Anda menyisihkan sayuran yang biasa disajikan bersama dengan lauk yang Anda pesan (termasuk juga lalapan).
  • Coba ganti minuman soda atau the manis yang sering Anda pesan saat makan dengan susu rendah lemak (skim milk). Ini lebih baik karena rendah gula dan lemak jenuh namun kaya akan mineral (misalnya kalsium) yang akan membantu Anda memperbaiki tekanan darah Anda.
  • Pilih makanan dengan kandungan lemak jenuh paling rendah. Caranya, selalu baca label kemasan dalam tiap makanan yang anda beli terutama saat memilih mentega, margarine, mayones dan dressing salad.
  • Apakah Anda selalu makan daging setiap kali makan? Jika iya, maka sudah saatnya untuk menguranginya menjadi dua kali saja. Setiap kali makan pastikan ukuran dagingnya sedang (seukuran kartu remi). Untuk mengakalinya, jika Anda sering makan daging dalam ukuran besar (misalnya daging steak, coba potong menjadi setengah atau spertiga, lalu sisihkan sisanya).
  • Coba ganti nasi anda dengan nasi merah atau roti tawar dengan roti whole wheat. Anda akan merasakan manfaatnya dalam waktu-waktu mendatang.
  • Cobalah makanan selingan berikut ini: Crakers beras tanpa garam, yoghurt rendah lemak atau tanpa lemak dan popcorn tanpa tambahan garam dan mentega