Bagaimana system kekebalan tubuh bisa memunculkan penyakit lupus?

images (30)

Sumber : Srikandi Waluyo & dr. Budhi Marhaendra Putra, SAkp, MHA

Sebagaimana telah kita ketehui, bahwa tubuh kita memiliki system kekebalan tubuh atau disebut juga system imunitas tubuh. System itu memproduksi antibody yang memusnahkan penyakit-penyakit dan benda-benda atau zat-zat asing yang merugikan atau berbahaya.

Penyakit lupus, menurut para ahlinya, diduga berkaitan dengan system imunitas yang berlebihan. Antibody yang terbentuk dalam system imunitas yang berlebihan. Akibatnya, antobodi yang berlebihan ini menyereng jaringan dan sel-sel tubuh yang sehat. Kelainan ini bisa masuk keseluruh jaringan tubuh dengan dua cara :

  • images (34)Antibody langsung menyerang jaringan dan sel tubuh, misalnya sel-sel darah merah yang jika diserang pasti hancur. Ini mengakibatkan penderitaanya kekurangan darah merah yang disebut menderita anemia.
  • Antibody bisa bergabung dengan atigen (zat perangsang pembentuk antibody) membentuk ikatan yang di sebut “komplek imun”. Gabungan antibody dan antigen tersebut ikut mengalir bersama darah dan jika tersangkut di salah satu pembuluh darah kapiler, maka di situ gabungan/kompleks tersebut menimbulkan peradangan.

Dalam kondisi normal, komplek imun ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit), namun dalam kondisi abnormal (lupus) kompleks imun tidak sepenuhnya bisa diatasi. Bahkan sel-sel radang “berbiak” makin banyak disertai pengeluaran enzim yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks imun. Akibatnya, peradangan akan berkepanjangan, merusak dan mengganggu organ tubuh yang ketepatan/tempat perhentian kompleks imun. Gejalanya akan tampak sebagai penyakit.

Karena kompleks imun bisa berjalan-jalan mengikuti aliran darah, maka organ-organ tubuh dan setiap system tubuh akan terancam. Dengan demikian penyembuhan penyakit lupus sungguh sulit dilakukan, apalagi belum diketahui obat yang manjur menghentikan proses terjadinya lupus.

download (3)

Apa saja gejala penyakit lupus?

Penyakit lupus sulit dideteksi karena gejalanya bermacam-macam; selain kadang terlalu umum, juga tidak sama pada setiap penderita. Salah satunya adalah rasa lelah yang tidak hilang-hilang meskipun Anda sudah beristirahat seberapa loama pun. Bangun tidur pagi bukannya segar melainkan tetap merasa lelah bahkan disertai pegal-pegal sendi dan otot, serasa kena penyakit flu. Rambut rontok, sakit pada sendi-sendi (tidak hanya pegal) juga bisa merupakan gejala lupus; namun ada gejala yang memastikan bahwa pasien positif menderita lupus, yaitu jika ada ruam kemerahan pada kedua nelah pipi yang menyambung dengan ruam di hidung sehingga bentuknya mirip kupu-kupu (malar rash). Namun ruam kupu-kupu tidak selalu ada pada setiap pasien lupus.

Dapat juga muncul ruam yang kemerahan (hyper-pigmented berbentuk lingkaran, pada wajah, leher atau dada. Ruam semacam ini biasa disebut discoid rash. Ini juga merupakan gejala khas lupus discoid.

Ruam-ruam pada kulit tersebut sulit dihilangkan, bahkan bisa bersifat permanen. Menurut Dr. Andrew Franks, guru besar dari Clinical Deratology di New York University School of Medicine, “ Jika area ruam tersebut berwarna gelap dan datar, penggunaan krem (lightening cream) terhadap ruam tidak berada di epidermis atau lapisan atas kulit melainkan pada dermis. “ Menurutnya, akhir-akhir ini telah dicobakan teknologi laser yang ternyata efektif mengurangi warna gelap ruam. “Terutama jika digunakan bersamaan dengan IPL, Intense Pulse Light,” kata Franks.

Jika ruam tersebut bersifat topografi (topographical scars) ada beberapa cara untuk mengoreksinya. Jika ruam tersebut tertekan (Jawa : Mendelep) ruam bisa diisi dengan hyalurinic acid seperti Restylane. Jika ruam muncul dipermukaan kulit, penggunaan CO2 LASER cukup efektif, tetapi harus dilakukan oleh dokter yang telah berpengalaman dalam pemakaiannyab pasa pasien lupus, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. “ini kami lakukan di New York University bagian Cutaneous Lupus Center pada pasien-pasien khusus yang sesuai dengan prosedur tersebut demi hasil terbaik rasio risiko-manfaat.