Kenali SJSN Indonesia !

Sumber: dr. Marius Widjajarta SE, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia.

SJSN adalah Sistem Jaminan Sosial Nasional yang ditujukan bagi seluruh rakyat Indonesia.

SJSN hadir guna memenuhi panggilan amanat UUD’45 dimana menciptakan kesejahteraan rakyat merupakan kewajiban negara. SJSN di Indonesia sudah diatur, bahkan sudah diundangkan dalam UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Sesungguhnya UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN merupakan tonggak sejarah dimulainya reformasi menyeluruh sistem jaminan sosial di Indonesia. Reformasi program jaminan sosial yang berlaku saat ini penting karena peraturan pelaksanaan yang berlaku masih bersifat parsial dan tumpang tindih, manfaat program belum optimal dan jangkauan program yang terbatas serta hanya menyentuh sebagian kecil masyarakat.

Seperti diketahui, sidang paripurna DPR, jumat (28/10/2011) akhirnya menyetujui dan mengesahkan RUU BPJS menjadi UU BPJS. BPJS Kesehatan nantinya akan menyelenggarakan program kesehatan, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan akan menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan kematian, program jaminan hari tua, dan program jaminan pensiun.

Sembilan fraksi DPR dan pemerintah menyetujui pembentukan badan hukum BPJS I Kesehatan dan BPJS II Ketenagakerjaan yang merupakan transformasi dari PT Asuransi Kesehatan (Persero) dan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) pada 1 Januari 2014. UU ini mengatur kewajiban negara untuk memberi lima jaminan dasar bagi rakyat. Untuk melaksanakan hal tersebut UU ini akan dibagi menjadi dua tahap. BPJS tahap I akan mengatur tentang jaminan kesehatan dan PT Askes (Persero) nantinya akan ditransformasi menjadi sebuah badan baru yang bersifat nirlaba.

Setelah itu, BPJS tahap II akan mengatur tentang kecelakaan kerja, kematian, pensiun dan tunjangan hari tua. Untuk melaksanakan itu nantinya akan diberikan kepada tiga BUMN, yakni Jamsostek, ASABRI, dan Taspen. Menurut rencana, BPJS Kesehatan akan beroperasi mulai 1 Januari 2014. Sedangkan operasional, sistem, dan tata laksana organisasi BPJS Ketenagakerjaan akan dilakukan pada 1 Juli 2015.

Sehubungan dengan hal ini, sebelum DPR mengesahkan RUU BPJS menjadi UU, Buletin Info Askes telah mengunjungi dr. Marius Widjajarta SE, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia. Dokter yang juga seorang ekonom ini ditemui di ruang prakteknya di Balkesmas Paseban RS St. Carolus. Jakarta, di tengah-tengah kesibukannya dalam menangani para pasiennya.

Sedikit cerita mengenai awal sejarah SJSN ?

Amanat untuk menjamin kesejahteraan rakyat Indonesia termaktub dalam UUD 1945. Bahwa kesehatan adalah suatu hak asasi manusia dan fakir miskin serta orang-orang terlantar dipelihara oleh negara. Adanya ketentuan-ketentuan tersebut dalam UUD 1945 merupakan suatu kewajiban yang harus diselenggarakan oleh negara. Sistem Jaminan Sosial Nasional merupakan wujud amanat tersebut yang akhirnya tertuang dalam UU SJSN nomor 40 tahun 2004. Dalam perjalanannya muncullah beberapa program seperti JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) dan JPSBK (Jaring Perlindungan Sosial Bidang Kesehatan).

Bagaimana perkembangan mengenai BPJS akhir-akhir ini?

Saya mendengar terdapat dua pendapat berbeda dalam menyikapi BPJS. Yang satu menginginkan adanya peleburan dan membentuk badan baru BPJS. Sementara ada pihak lain yang menginginkan adanya transformasi di tubuh BUMN terkait. Transformasi di sini dimaksudkan adalah perubahan badan penyelenggara tersebut menjadi badan nirlaba. Sebagai contoh, PT Askes (Persero) diharapkan menjadi penyelenggara asuransi kesehatan yang nirlaba. Sebenarnya pada Oktober tahun ini sudah diputuskan untuk meluncurkan BPJS, yang dikhususkan pada kesehatan dulu. Namun sepertinya menunggu hingga November ini untuk sosialisasi.

Apa yang Anda tangkap dari suara masyarakat?

Bila SJSN dapat terlaksana, ini akan merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan. Namun nampaknya banyak keinginan atau aspirasi masyarakat yang harus dipertimbangkan. Ada suara-suara dari sekelompok masyarakat yang ingin agar pemerintah menjamin seluruh warga negara dan bukannya hanya yang miskin saja. Hal ini harus dipertimbangkan dengan serius. Seharusnya program itu sifatnya nasional, bukan regulator merangkap operator. Jadi harus dilaksanakan dengan sistem asuransi yang sesuai dengan UU SJSN. Jadi saya melihat, jangan heran kalau pelayanan kesehatan tidak seperti yang seharusnya. Harusnya setiap manusia Indonesia di Indonesia sebelum sakit itu sudah dijamin. Dengan kondisi seperti ini, menurut saya pelayanan kesehatan di Indonesia khususnya untuk orang miskin dan terlantar masih buruk. Saya bisa mengatakan hal ini karena sudah saya pantau sejak 1998.

Tentang pembiayaan program ini ?

Pembiayaan kesehatan harus diubah, UU nya sudah ada kenapa tidak dilaksanakan. Kalau mau bagus semua aturan dibuat, dilaksanakan dan disosialisasi. Jika SJSN dilakukan saya yakin pelayanan kesehatan di Indonesia bisa seperti apa yang kita cita-citakan. Tidak ada lagi, kasus-kasus yang saat ini ramai diberitakan. Tapi kita masih harus memonitor keseriusan pemerintah. Yang saya takutkan adalah masuknya modal asing dalam sektor kesehatan di Indonesia. Saya meragukan nilai sosialnya. Buat apa mereka memasukkan dana besar jika tidak untuk mengharapkan untung yang sebesar-besarnya?

Anda pasti menaruh harapan bagi terwujudnya SJSN di masa depan. Menurut Anda apa yang selayaknya kita lakukan?

Memang tidak mudah mengelola asuransi kesehatan, terutama yang menjamin seluruh warga sebuah negara. Negara se-adi kuasa Amerika Serikat saja memerlukan waktu sekitar 20 tahun untuk menyempurnakan sistem jaminan sosial yang menyeluruh. Kita sudah memiliki kemauan. Marilah kita sama-sama menjalankannya. Tidak ada hal yang sempurna. Pasti akan ditemui kendala-kendala dan kesulitan. Namun itu semua pasti bisa diperbaiki seiring waktu. Jika Indonesia bisa mewujudkan SJSN dengan baik, negara yang kita banggakan ini akan semakin menonjol dimata dunia. Jadi tidak harus mengandalkan bantuan luar negeri saja.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada Penghujung tahun 2012.