Mengenal YIM Yayasan Dengan Program-Program Penanggulangan HIV/AIDS

images (3)

Yayasan Intermedika Prana (YIM) berawal berdirinya sebuah perusahaan dalam bentuk Perseroan Terbatas yang bernama PT. Mitra Konsep Konsivalua (MKK) pada pertengahan tahun 2000, yang diprakarsai oleh Ny. Jenny Kusumawati berpartner dengan seorang dokter expatriate dr. Bertrand Gichoux, sedangkan perusahaan ini bergerak dalam bidang-bidang : Home Medical Care, Corporate Health Consultant, Vaccination Programs & Health Education Programs. 

images (2)Dalam perjalanannya PT. MKK, merasa perlu untuk membuka sebuah klinik yang bisa memberikan sebuah pelayanan yang berbeda daripada klinik-klinik lain yang ada, salah satu syarat dalam pendirian klinik tersebut adalah keharusan untuk bernaung di bawah sebuah Yayasan atau lembaga nirlaba.

Pada awal tahun 2008 YIM mengkhususkan usahanya dalam program-program penanggulangan dan pencegahan laju penularan IMS (Infeksi Menural Seksual), HIV dan AIDS, dalam pelaksanaan program-program tersebut YIM melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 

  • Mapping atau Pemetaan
  • Outreach atau Penjangkauan
  • Membangun jejaring dengan Stake-holders
  • Melakukan Rujukan ke Akses Layanan Kesehatan
  • Melakukan Dokter Keliling (Dokling) atau Mobile Clinic
  • Mendidik Peer Educator
  • Membentuk wadah bagi komunitas
  • Mendistribusikan Media KIE (Komunikasi Informasi dab Edukasi)
  • Melakukan penyuluhan tentang IMS, HIV dan AIDS
  • Melakukan penyuluhan tentang keragaman gender di beberapa universitas
  • Melakukan advokasi untuk menghilangkan Stigma dan Diskriminasi

Disamping hal-hal tersebut di atas, YIM juga merupakan anggota dari beberapa jaringan seperti GWL-INA, Forum LSM Jabodetabek, dan Forum LGBTIQ untuk tingkat Nasional serta membina hubungan baik dengan berbagai lembaga Internasional seperti ISEAN HIVOS, APCOM, Pink Triangle, Aidsfonds, USAID dan lain sebagainya.

 LATAR BELAKANG 

images (4)ASIA 

Tahun 2007 dilaporkan oleh Commission on Aids Asia (CAA) terdapat lebih dari 5.000.000 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Asia, dari angka tersebut di atas, bertambah 400.000 orang baru yang terinfeksi HIV/AIDS tiap tahunnya. Diperkirakan dari jumlah tersebut, lebih dari 300.000 ODHA meninggal disebabkan oleh Infeksi Opportunistik (IO). Menurut perkiraan para ahli, angka tersebut di atas akan meningkat menjadi 10.000.000 orang yang terinfeksi HIV, apabila tidak ditanggulangi secara serius.

INDONESIA 

Menurut perkiraan USAID pada tahun 2008, Indonesia dengan populasi lebih dari 230 juta penduduk dan sebagai negara yang sedang berkembang, dapat menjadi yang terbesar dan tercepat dalam penularan atau epidemic HIV/AIDS di Asia Tenggara, dengan alasan-alasan berikut ini : 

  • Indonesia sebagai negara yang baru berkembang,
  • Indonesia yang terdiri dari kepulauan, menjadikan penduduknya hidup berpencar di seluruh kepulauan , dengan kebiasaan, tradisi, adat istiadat dan karakter yang berbeda-beda,
  • Pengetahuan tentang kesehatan masih sangat rendah, terutama mengenai kesehatan sexual seperti : Infeksi Menular Sex (IMS) atau yang biasa disebut Sexual Transmitted Diseases (STI).

JAKARTA 

images (5)Sebagai Ibukota negara dengan populasi lebih dari 5 juta penduduk, dilaporkan adanya kasus-kasus HIV/AIDS yang pada awalnya hanya sebanyak 3 orang pada tahun 1987, meningkat menjadi 632 pada tahun 2000, kemudian meningkat lagi menjadi 11.205 orang terinfeksi HIV/AIDS pada tahun 2011, dari jumlah tersebut dilaporkan meninggal karena HIV/AIDS sebanyak 234 orang pada tahun yang sama. 

JUMLAH PENDERITA HIV/AIDS MENURUT KELOMPOK UMUR

UNTUK DKI JAKARTA ( DESEMBER 2011)

 

NO.

 

 

KELOMPOK UMUR

 

HIV

 

AIDS

 

TOTAL

 

%

1.

0 – 1     Tahun

24

19

43

2

2.

1 – <5    Tahun

44

7

51

2

3.

4 – 14   Tahun

20

4

24

24

4.

15 – 24 Tahun

39

28

67

67

5.

25 – 44 Tahun

947

1.028

2.029

78

6.

45 – 54 Tahun

140

135

275

11

7.

55 – 64 Tahun

46

38

84

3

8.

65 – 74 Tahun

9

11

20

1

9.

>= 75   Tahun

4

8

12

1

 

TOTAL

1.273

1.332

2.605

 

Dilhat dari table di atas, untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya meliputi Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan dan Timur termasuk Wilayah Kepulauan Seribu, dapat dilihat bahwa populasi ODHA terbesar ada pada usia produktif yaitu antara 25 – 44 tahun.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s